Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Yogyakarta

Pesona Budaya Sumatera Utara Untuk Indonesia Istimewa 2026 Digelar di Malioboro Yogyakarta, Angkat Keragaman 8 Etnis

Elizabeth Jones - beritanara.com 3 mins baca

Jalan Malioboro Yogyakarta kembali menjadi saksi sejarah pada hari Minggu, 26 Juli 2026. Kawasan legendaris ini menjadi tuan rumah acara besar yang

Pesona Budaya Sumatera Utara Untuk Indonesia Istimewa 2026 Digelar di Malioboro Yogyakarta, Angkat Keragaman 8 Etnis

Pesona Budaya Sumatera Utara di Malioboro Yogyakarta 2026

Beritanara.com – Jalan Malioboro Yogyakarta kembali menjadi saksi sejarah pada hari Minggu, 26 Juli 2026. Kawasan legendaris ini menjadi tuan rumah acara besar yang menampilkan kekayaan budaya Sumatera Utara. Ribuan wisatawan dan warga lokal memadati trotoar untuk menyaksikan pawai budaya yang megah. Pagelaran ini menghadirkan delapan etnis dari tanah Batak dan Sumatera Utara, menciptakan suasana penuh warna dan semangat kekeluargaan yang luar biasa.

Delapan Etnis dalam Satu Pagelaran

Dewanto P. Siregar, selaku Ketua Pembina acara, menyampaikan bahwa tema yang diangkat adalah “Menjaga Warisan, Merayakan Keberagaman”. Pagelaran akbar ini tersebar di sepanjang Jalan Malioboro, dimulai dari kawasan DPRD DIY hingga mencapai Monumen Serangan Umum 1 Maret. Inisiatif ini lahir dari kolaborasi Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa IKPM Sumatera Utara, Pemuda Batak Bersatu (PBB) DIY, serta PBSU.

Event ini diinisiasi oleh Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa IKPM Sumatera Utara, Pemuda Batak Bersatu (PBB) DIY, serta PBSU sebagai wujud komitmen nyata dalam merawat warisan nusantara serta mempererat tali persaudaraan antarwarga perantauan dengan masyarakat lokal Yogyakarta.

Keberagaman budaya Sumatera Utara ditampilkan melalui berbagai pertunjukan seni dan tarian tradisional. Setiap etnis membawa ciri khas tersendiri dalam kostum, musik, dan tarian yang dipentaskan. Para penonton dapat menikmati sajian budaya yang autentik dan memukau. Kehadiran delapan etnis ini menunjukkan kekayaan budaya Sumatera Utara yang sangat beragam dan menarik untuk dipelajari lebih lanjut.

Menurut Dewanto, tahun ini acara berjalan lebih meriah berkat dukungan penuh dari berbagai instansi. Pemkot, Lanal, KOREM, Kodim, Polresta DIY, dan Mako Rimba memberikan kontribusi signifikan dalam kelancaran kegiatan. Selain itu, pengamanan juga ditangani oleh Polresta Yogyakarta yang dipimpin oleh Kapolresta Yogyakarta Kompol Pol Eva Guna Pandia.

Dampak Positif bagi Pariwisata

Pesona Budaya Sumatera Utara 2026 diharapkan dapat menjadi sarana promosi budaya dan wisata yang efektif. Dewanto menyampaikan harapannya kepada Pemerintah Daerah Sumatera Utara agar lebih tanggap terhadap kegiatan semacam ini. Melalui pagelaran ini, nama daerah dan masyarakat Batak semakin dikenal oleh wisatawan di Yogyakarta.

Meski berjalan sukses, namun kita berharap Pemerintah Daerah Sumatera Utara ke depannya agar bisa lebih tanggap dan peka terkait kegiatan budaya ini. Karena melalui event budaya ini secara tidak langsung sudah membawa nama daerah dan nama masyarakat Batak di mata wisatawan yang ada di Yogyakarta.

Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIB ini memusatkan rangkaian pawai di sepanjang Jalan Malioboro. Panggung utama berlokasi di kawasan Malioboro atau Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Pagelaran ini merupakan inisiatif Pemuda Batak Bersatu (PBB) DIY yang berhasil menyatukan keberagaman budaya dalam satu perayaan megah.

Para pengunjung antusias mengikuti setiap rangkaian acara yang disajikan. Pertunjukan musik tradisional dan tarian daerah menjadi highlight utama yang menarik perhatian banyak orang. Kehadiran berbagai etnis ini juga membuka peluang bagi masyarakat Yogyakarta untuk mengenal lebih dekat budaya Sumatera Utara. Acara ini menjadi jembatan budaya yang menghubungkan dua daerah melalui seni dan tradisi.

Dengan suksesnya penyelenggaraan acara ini, diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang rutin diadakan. Pesona Budaya Sumatera Utara akan terus menjadi wadah untuk melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya Sumatera Utara kepada masyarakat Indonesia. Kehadiran delapan etnis ini menunjukkan betapa kaya dan beragamnya budaya Sumatera Utara yang layak untuk dipertahankan dan dikembangkan lebih lanjut.

Ikut berdiskusi