Hari Kedua Pencarian, Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Jasad Korban Tenggelam di Sungai Oya Bantul
Hari Kedua Pencarian Tim SAR Gabungan di Kabupaten Bantul berhasil menemukan jenazah korban tenggelam yang hilang di perairan Sungai Oya. Operasi pencarian
Pencarian Hari Kedua Tim SAR Temukan Jasad di Sungai Oya
Beritanara.com – Hari Kedua Pencarian Tim SAR Gabungan di Kabupaten Bantul berhasil menemukan jenazah korban tenggelam yang hilang di perairan Sungai Oya. Operasi pencarian yang berlangsung intensif selama dua hari ini akhirnya membuahkan hasil positif dengan ditemukannya korban di kedalaman sekitar dua meter. Penemuan ini memberikan harapan baru bagi keluarga korban yang telah menunggu selama beberapa hari.
Detail Penemuan Korban di Lokasi Kejadian
Berdasarkan informasi resmi dari Humas Basarnas Yogyakarta yang diumumkan pada Rabu (22/7/2026), korban yang berhasil ditemukan adalah Taufan Aktafiama, seorang pemuda berusia 27 tahun. Ia merupakan warga asli Grujugan RT 06, Kabupaten Bantul yang dikenal aktif beraktivitas di kawasan sungai setempat. Jenazah ditemukan pada hari Selasa (21/7/2026) oleh tim penyelam profesional dari SAR Gabungan yang telah dikerahkan ke lokasi.
Korban ditemukan pada pukul 12.10 WIB dengan posisi sekitar lima meter dari titik kejadian awal. Kondisi air saat penemuan mencapai kedalaman kurang lebih dua meter, yang memungkinkan tim penyelam untuk melakukan pencarian secara efektif. Lokasi penemuan berada di area yang sebelumnya telah dipetakan oleh tim SAR sejak hari pertama operasi dimulai.
Strategi Pencarian Terpadu yang Efektif
Koordinator Unit Siaga SAR Kota Yogyakarta, Nugroho Adi, menjelaskan bahwa strategi pencarian pada hari kedua dilakukan dengan membagi personel ke dalam empat Search and Rescue Unit (SRU). Pembagian ini dirancang agar setiap area pencarian dapat dijangkau secara maksimal oleh tim yang berbeda. Setiap SRU memiliki tugas spesifik sesuai dengan kemampuan dan peralatan yang dimiliki.
Pada hari kedua, pencarian dilakukan dengan metode penyisiran terpadu yang melibatkan berbagai teknologi modern. SRU 1 melakukan penyisiran menggunakan drone kapal yang dilengkapi dengan sonar untuk mendeteksi objek di dasar sungai. SRU 2 melaksanakan penyelaman langsung di sekitar lokasi kejadian dengan peralatan lengkap. SRU 3 melakukan penyisiran melalui jalur air menggunakan perahu, sedangkan SRU 4 melakukan pemantauan dari jalur darat untuk mengawasi pergerakan air dan potensi korban.
Berkat koordinasi dan kerja sama seluruh unsur SAR Gabungan, korban berhasil ditemukan pada pukul 12.10 WIB, ujar Nugroho Adi dengan penuh kepuasan atas hasil yang dicapai.
Hasil Pencarian dan Apresiasi Tim
Nugroho Adi menjelaskan bahwa pencarian difokuskan di sekitar lokasi kejadian dengan mempertimbangkan karakteristik arus sungai serta hasil pemetaan yang dilakukan sejak hari pertama operasi. Faktor-faktor seperti kecepatan arus, kedalaman air, dan kondisi cuaca menjadi pertimbangan utama dalam menentukan area pencarian.
Korban ditemukan tidak jauh dari titik awal diduga tenggelam, yakni sekitar lima meter dari lokasi kejadian pada kedalaman dua meter. Selanjutnya korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak yang berwenang untuk penanganan lebih lanjut, katanya.
Nugroho Adi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian tersebut. Kerja keras dan dedikasi setiap personel menjadi kunci keberhasilan operasi ini. Sinergi antarinstansi dan para relawan menjadi faktor penting sehingga korban dapat segera ditemukan dalam kondisi yang memungkinkan identifikasi.
Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel Tim SAR Gabungan yang telah bekerja keras selama proses pencarian. Sinergi antarinstansi dan para relawan menjadi faktor penting sehingga korban dapat segera ditemukan, ungkapnya.
Imbauan Keselamatan untuk Masyarakat
Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di kawasan sungai maupun perairan. Sungai Oya merupakan salah satu jalur air yang sering digunakan masyarakat untuk berbagai keperluan, termasuk transportasi dan rekreasi. Namun, potensi bahaya selalu ada terutama saat kondisi air sedang naik atau saat cuaca tidak menentu.
Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan faktor risiko saat beraktivitas di sungai dan selalu mengutamakan keselamatan diri agar kejadian serupa tidak terulang, pukul Nugroho Adi.
Operasi pencarian hari kedua ini menunjukkan efektivitas metode pencarian terpadu yang diterapkan oleh SAR Gabungan. Dengan kombinasi teknologi modern dan keahlian personel, pencarian korban tenggelam dapat dilakukan secara lebih efisien dan akurat. Hasil ini menjadi bukti nyata komitmen tim SAR dalam menyelamatkan nyawa masyarakat.
