Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Nasional

Visit Agenda: Penamaan Halte Setiabudi Integritas Diresmikan KPK dan Pemprov Jakarta

Michael Johnson - beritanara.com 3 mins baca

Visit Agenda: Penamaan Halte Integritas Setiabudi Diresmikan KPK dan Pemprov DKI Jakarta Visit Agenda - Upaya pemerintah dalam memperkuat nilai-nilai

Visit Agenda: Penamaan Halte Setiabudi Integritas Diresmikan KPK dan Pemprov Jakarta

Visit Agenda: Penamaan Halte Integritas Setiabudi Diresmikan KPK dan Pemprov DKI Jakarta

Visit Agenda – Upaya pemerintah dalam memperkuat nilai-nilai integritas di ruang publik semakin terasa nyata melalui penamaan Halte Integritas Setiabudi di Jakarta Selatan, yang dirayakan pada hari Minggu (21/6/2026). Penamaan ini dilakukan secara bersamaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sebagai bentuk komitmen untuk menyebarkan pesan kejujuran dan transparansi kepada masyarakat. Acara tersebut juga dihadiri oleh berbagai tokoh penting, yang menegaskan bahwa langkah ini bukan hanya simbol, tetapi representasi nyata dari upaya menjaga etika dalam kehidupan sehari-hari.

Langkah Kolaboratif untuk Membangun Budaya Anti-Korupsi

Penamaan Halte Setiabudi Integritas merupakan hasil kolaborasi antara KPK dan Pemprov DKI Jakarta, serta perusahaan transportasi PT Transjakarta. Ini adalah bagian dari kampanye yang lebih luas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya integritas dalam berbagai aspek kehidupan. KPK dan Pemprov DKI berharap bahwa dengan adanya halte ini, masyarakat dapat terinspirasi untuk tetap menjaga kejujuran, terutama dalam penggunaan layanan transportasi umum. Dalam Visit Agenda ini, KPK juga menyoroti peran perusahaan-perusahaan swasta dalam mendukung kebijakan anti-korupsi.

“Nama Halte Integritas Setiabudi bukan sekadar penamaan, tetapi sebagai pengingat bahwa setiap langkah kecil dapat membangun kebiasaan yang baik. Kami berharap ini menjadi bagian dari ruang publik yang memotivasi orang-orang untuk berperilaku dengan baik,” ujar Ketua KPK Setyo Budiyanto.

KPK menegaskan bahwa inisiatif ini muncul dari observasi bahwa transportasi umum seringkali menjadi titik kumpul kegiatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Dengan menambahkan kata “Integritas” ke dalam nama halte, KPK dan Pemprov DKI berharap mengingatkan pengguna transportasi umum untuk menjaga keterbukaan dan akuntabilitas dalam setiap tindakan. Selain itu, ini juga menjadi cara untuk memperkuat esensi kampanye anti-korupsi di berbagai wilayah, termasuk Jakarta Selatan.

Penamaan dan Aktivasi Kawasan Rasuna Said sebagai Fokus Utama

Pada hari yang sama, juga dilakukan pengaktifan kawasan Jalan HR Rasuna Said sebagai bagian dari perayaan hari jadi Jakarta ke-499. Aktivitas ini tidak hanya menjadi bagian dari Visit Agenda, tetapi juga menegaskan komitmen Pemprov DKI untuk mengembangkan infrastruktur dan menciptakan ruang publik yang lebih inklusif. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa proyek ini dibiayai dari pendapatan iklan, bukan dari anggaran pemerintah pusat. Hal ini menunjukkan bahwa Jakarta terus mendorong kemandirian dalam pengembangan wilayah.

“Setidaknya harapan saya dengan adanya penamaan Halte Integritas Setiabudi, orang-orang akan mengingat, menjaga, dan melakukan sesuatu yang positif sesuai dengan namanya,” tambah Pramono Anung.

Dalam rangkaian Visit Agenda ini, KPK dan Pemprov DKI juga menyelenggarakan kegiatan lain yang berkaitan dengan peningkatan kualitas layanan publik. Kehadiran pejabat tinggi dan tokoh masyarakat menegaskan bahwa penamaan dan aktivasi kawasan tersebut menjadi momentum penting dalam membangun lingkungan yang transparan dan akuntabel. Halte ini ditempatkan di lokasi strategis yang mudah diakses, sehingga menjadi pilihan utama bagi warga Jakarta dan pengunjung.

Proyek penamaan ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan pemerintah dapat terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari. Dengan kehadiran Halte Integritas Setiabudi, masyarakat diharapkan lebih sadar akan tanggung jawab dalam berbagai aspek, mulai dari transportasi hingga pengambilan keputusan. KPK dan Pemprov DKI Jakarta juga berharap bahwa ini menjadi langkah awal dalam membangun sistem yang lebih baik di masa depan.

Dalam upaya meningkatkan kualitas ruang publik, Pemprov DKI Jakarta juga merencanakan beberapa proyek besar lainnya. Salah satunya adalah pembukaan dek pejalan kaki di Dukuh Atas yang akan menghubungkan lima jenis transportasi. Proyek ini rencananya selesai pada tahun depan, sehingga menjadi bagian dari perencanaan jangka panjang untuk membuat Jakarta lebih nyaman dan efisien. Selain itu, kegiatan pengelolaan sampah di Monas juga menjadi salah satu fokus dalam Visit Agenda, sebagai bentuk respons terhadap isu lingkungan yang semakin mendesak.

Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, KPK dan Pemprov DKI Jakarta menegaskan bahwa penamaan Halte Integritas Setiabudi bukan hanya tentang keterbukaan dalam sistem transportasi, tetapi juga tentang kolaborasi dalam menjaga integritas secara bersama-sama. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pemerintah dan lembaga anti-korupsi berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik melalui langkah-langkah konkret. Visit Agenda ini menandai awal dari perubahan yang lebih luas, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pembangunan infrastruktur.

Ikut berdiskusi