Pilot Malaysia Bukan Hanya Positif Tiga Jenis Narkoba, tapi Juga Bawa Botol Urine “Bersih” untuk Kelabui Petugas
Pelapor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Satria Yudhatama, mengonfirmasi bahwa seorang pilot asal Malaysia sempat melakukan upaya untuk menipu petugas. Pria
Pilot Malaysia Terungkap Membawa Botol Urine Bersih Sambil Positif Konsumsi Tiga Jenis Narkoba
Beritanara.com – Pelapor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Satria Yudhatama, mengonfirmasi bahwa seorang pilot asal Malaysia sempat melakukan upaya untuk menipu petugas. Pria berinisial MS ini membawa botol berisi urine yang masih bersih sebagai persiapan jika sewaktu-waktu dilakukan pemeriksaan mendadak.
Berdasarkan informasi dari unit pengawasan bahwa betul ditemukan botol berisi urine, antisipasi yang bersangkutan apabila dilakukan tes urine, kata Satria.
Menurut keterangan yang diperoleh, botol kecil berisi cairan berwarna kuning tersebut belum sempat digunakan oleh tersangka. Botol ini rencananya akan dipakai MS apabila ada tes urine dadakan dari maskapai atau otoritas penerbangan.
Di dalam tas tersangka ditemukan botol kecil berisi cairan kuning yang ternyata urine. Dari pengakuan botol tersebut berisi urine bersih sebelum yang bersangkutan mengkonsumsi narkotika. Jadi jika ada tes urine mendadak oleh maskapai atau otoritas penerbangan akan digunakan yang di botol tersebut, ungkapnya.
Hasil Tes Urine Mengungkap Tiga Jenis Narkoba
Kepala Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, menjelaskan bahwa MS dinyatakan positif mengonsumsi tiga jenis zat terlarang. Zat-zat tersebut meliputi sabu, ineks, dan kokain.
Dari hasil pemeriksaan tes urine, ternyata positif memakai sabu, ineks dan kokain. Jadi pada saat terbang itu sedang memakai, ujarnya, Minggu (2/8/2026).
Penangkapan di Bandara Soekarno-Hatta
Sebelumnya, MS ditangkap setelah petugas Bea Cukai menemukan barang mencurigakan saat pemeriksaan X-ray bagasi penumpang di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa (28/7/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.
Koper tersebut kemudian diambil oleh pemiliknya yang ternyata merupakan pilot salah satu maskapai penerbangan asal Malaysia. Di dalam koper itu ditemukan sabu. MS mengaku disuruh oleh aktor utama yang masih dalam proses penyelidikan untuk membawa barang terlarang tersebut ke Jakarta.
Selain itu, MS juga menyatakan bahwa ia menerima imbalan sebesar 50.000 ringgit atau setara dengan Rp220 juta untuk tugas membawa barang terlarang ini.
Peningkatan Sistem Pemeriksaan
Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta kini meningkatkan sistem pemeriksaan dan pengawasan terhadap barang bawaan seluruh awak pesawat, baik dari maskapai internasional maupun domestik. Langkah ini diambil menyusul terungkapnya kasus penyelundupan narkotika jenis ekstasi sebanyak 25 kilogram lebih yang melibatkan pilot tersebut sebagai kurirnya.
(nsi)
