Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Nasional

Special Plan: Target 10 Juta Peserta, Dedi Mulyadi Gunakan BPJS Ketenagakerjaan untuk Perangi Kemiskinan

Elizabeth Jones - beritanara.com 2 mins baca

Dedi Mulyadi Perkenalkan Special Plan BPJS Ketenagakerjaan untuk Cegah Kemiskinan Special Plan - Dalam upaya mengurangi angka kemiskinan, Gubernur Jawa Barat

Special Plan: Target 10 Juta Peserta, Dedi Mulyadi Gunakan BPJS Ketenagakerjaan untuk Perangi Kemiskinan

Dedi Mulyadi Perkenalkan Special Plan BPJS Ketenagakerjaan untuk Cegah Kemiskinan

Special Plan – Dalam upaya mengurangi angka kemiskinan, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi meluncurkan inisiatif khusus berupa Special Plan yang menargetkan 10 juta peserta BPJS Ketenagakerjaan. Program ini bertujuan meningkatkan akses perlindungan sosial bagi masyarakat yang berada di luar sistem formal, seperti petani, pedagang, pekerja konstruksi, dan kelompok rentan lainnya. Dedi menjelaskan bahwa Special Plan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat jaring pengamanan ekonomi masyarakat Jabar.

Perluasan Cakupan BPJS Ketenagakerjaan

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan masih memiliki potensi besar untuk berperan dalam memperangi kemiskinan, karena belum diwajibkan secara nasional seperti BPJS Kesehatan. Ia menilai, program Special Plan akan memperluas cakupan peserta BPJS Ketenagakerjaan, terutama kepada kalangan yang belum terlindungi sebelumnya. Hal ini diharapkan bisa mengurangi risiko kemiskinan yang muncul akibat pengangguran atau kejadian tak terduga, seperti kecelakaan kerja.

Menurut Dedi, pihaknya akan memprioritaskan kelompok yang paling rentan, seperti tenaga kerja harian atau pekerja informal, dalam upaya menyelaraskan kebijakan dengan kondisi ekonomi Jabar. Ia menjelaskan bahwa program ini akan terus dikembangkan melalui kerja sama antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga tingkat desa. Tujuan utamanya adalah memastikan manfaat BPJS Ketenagakerjaan dapat dinikmati oleh lebih banyak warga Jabar, terutama yang memiliki penghasilan rendah.

KDM menyebutkan bahwa tahun ini rencananya akan fokus pada pengembangan Special Plan dengan menjangkau satu juta peserta baru. Namun, ia berharap angka ini bisa terus meningkat hingga tiga juta dalam beberapa tahun ke depan. Dengan demikian, program ini diharapkan bisa menjadi pelengkap dalam sistem perlindungan sosial Jabar yang saat ini masih terbatas.

Salah satu contoh nyata manfaat dari Special Plan adalah keberhasilan Pemprov Jabar dalam menyalurkan bantuan kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami musibah. Dalam acara apresiasi di Gedung Pakuan, Bandung, Rabu (18/6), sejumlah peserta mendapatkan manfaat hingga Rp49,3 miliar. Manfaat tersebut mencakup bantuan pengobatan, pensiun, dan subsidi iuran bagi warga yang kurang mampu. Dedi menilai, ini adalah bukti bahwa program khusus ini bisa memberikan dampak signifikan dalam memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat.

Dedi Mulyadi juga menekankan pentingnya pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan peserta BPJS Ketenagakerjaan. Ia menyampaikan bahwa Pemprov Jabar akan terus berupaya menyesuaikan kemampuan keuangan daerah untuk membantu iuran bagi masyarakat yang tidak mampu. Dengan adanya program Special Plan, harapannya adalah ada peningkatan kualitas kehidupan rakyat Jabar, terutama dalam hal stabilitas finansial dan perlindungan sosial.

Ikut berdiskusi