Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Nasional

Soal Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Ungkap Tidak Ada Permintaan Uang Tebusan

Robert Hernandez - beritanara.com 2 mins baca

```html

Soal Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Ungkap Tidak Ada Permintaan Uang Tebusan

Beritanara.com – “`html

Polisi Terus Selidiki Kasus Jesslyn Wijaya Meski Pelapor Cabut Laporan

Perkembangan terbaru dalam kasus dugaan penculikan atlet golf Jesslyn Wijaya menunjukkan bahwa pihak kepolisian masih melanjutkan penyelidikan meskipun pelapor telah menarik laporannya. Kejadian ini bermula dari insiden yang terjadi di Restoran Saung Kita, kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat, pada hari Senin tanggal 13 Juli 2026 sekitar pukul 19.45 WIB.

Pelapor Menarik Laporan pada Minggu Lalu

AKBP Roby Heri Saputra, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, menjelaskan bahwa pada hari Minggu tanggal 19 Juli 2026, pihak pelapor datang ke kantor Polres Jakpus untuk mencabut laporan yang telah dilayangkan sebelumnya.

“Perkembangan terbarunya adalah, pada hari Minggu tanggal 19, pelapor datang ke Polres Jakpus untuk mencabut laporan,” kata Roby kepada wartawan pada hari Selasa tanggal 21 Juli 2026.

Meskipun demikian, penyelidikan tidak dihentikan. Polisi menyatakan bahwa mereka belum menemukan kejelasan mengenai perkara tersebut dan masih mempertimbangkan apakah ada unsur tindak pidana di dalamnya.

“Namun kami dari Polres Jakpus belum menghentikan penyelidikan, karena kita masih belum menemukan keterangan perkara yang sebenarnya terjadi apakah ada perbuatan pidana dalam perbuatan tersebut,” jelasnya.

Motif dan Bukti di Lokasi Kejadian

Saat ini, polisi masih mendalami berbagai kemungkinan motif di balik insiden tersebut. Hingga saat ini, belum ada informasi mengenai permintaan uang tebusan kepada keluarga korban.

“Untuk motif sendiri, kita masih belum bisa pastikan. Masih ada beberapa motif yang kami pertimbangkan. Namun, sampai saat ini belum ada informasi terkait permintaan uang tebusan dan sebagaimananya,” kata Roby kepada wartawan pada hari Rabu tanggal 22 Juli 2026.

Dari sisi bukti fisik, tidak ditemukan kamera pengawas (CCTV) yang mengarah atau merekam kejadian di lokasi tersebut. Namun, para saksi yang berada di sekitar tempat kejadian telah mengonfirmasi bahwa mereka melihat adanya peristiwa tersebut.

“Untuk CCTV di lokasi, kebetulan tidak ditemukan CCTV yang mengarah ataupun merekam kejadian tersebut. Namun, keterangan saksi-saksi yang ada di lokasi memang menyampaikan ada kejadian tersebut,” terang Roby.

Pemeriksaan Saksi Masih Berjalan

Pihak kepolisian hingga saat ini masih mengundang sejumlah saksi untuk memberikan keterangan lengkap, termasuk ayah dari korban. Kedua orang tersebut, termasuk sang ayah, diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih jelas mengenai peristiwa yang terjadi.

“Sampai saat ini, kami masih mengundang kedua orang tersebut, termasuk ayahnya, untuk memberikan keterangan terkait peristiwa ini kepada petugas Polres Metro Jakarta Pusat,” ujarnya.

Kasus ini masih terus ditindaklanjuti oleh Polres Metro Jakarta Pusat untuk memastikan kebenaran fakta-fakta yang ada sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

“`

Ikut berdiskusi