Presenter TVRI Hanyut di Air Terjun Memti Papua Barat – Sudah Dua Hari Belum Ditemukan
rat, Belum Ditemukan dalam Dua Hari Presenter TVRI Hanyut di Air Terjun - Seorang presenter TVRI, Yanto Idorway, masih dalam pencarian hingga hari kedua
Presenter TVRI Hanyut di Air Terjun Memti Papua Barat, Belum Ditemukan dalam Dua Hari
Presenter TVRI Hanyut di Air Terjun – Seorang presenter TVRI, Yanto Idorway, masih dalam pencarian hingga hari kedua setelah hanyut di Air Terjun Memti, Papua Barat. Kejadian ini terjadi pada Jumat (18/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIT, ketika Yanto tergelincir saat menyeberangi aliran sungai. Meski tim SAR sudah melakukan upaya maksimal, hingga Sabtu (19/7/2026) sore, korban belum ditemukan. Presenter TVRI hanyut di air terjun ini menjadi sorotan publik karena lokasinya yang terkenal sebagai tempat wisata populer di wilayah Pegunungan Arfak.
Tantangan Pencarian di Wilayah Terpencil
Pencarian Yanto Idorway membutuhkan tantangan besar karena lokasi kejadian berada di daerah yang sulit dijangkau. Jalur menuju Air Terjun Memti hanya bisa dilalui kendaraan hingga titik tertentu, setelah itu tim harus berjalan kaki selama sekitar tiga kilometer. Kepala Kantor SAR Manokwari, Yefri Sabaruddin, mengatakan bahwa operasi hari kedua dihentikan pukul 18.42 WIT untuk evaluasi, namun akan dilanjutkan Senin (20/7/2026) pagi dengan area pencarian yang lebih luas.
“Operasi SAR hari kedua ditutup pada pukul 18.42 WIT, tetapi akan dilanjutkan besok pagi dengan memperluas titik pemeriksaan,” jelas Yefri Sabaruddin saat memberi keterangan di Manokwari.
Tim SAR menggunakan berbagai metode untuk mempercepat pencarian, termasuk drone termal yang membantu mengamati area sulit dijangkau. Selain itu, petugas juga memasang sistem pengamanan di sejumlah titik untuk menghindari risiko terjatuh atau terperosok ke aliran air terjun yang dalam. Meski teknologi digunakan, kondisi medan yang curam dan hujan deras tetap menjadi hambatan.
Penjelasan tentang Lokasi dan Kondisi Medan
Air Terjun Memti terletak di Kampung Sisrang, Pegunungan Arfak, Papua Barat, yang dikenal memiliki lereng tajam dan aliran air deras. Tempat ini sering dikunjungi wisatawan karena pemandangan alam yang indah, namun juga berisiko tinggi bagi pengunjung yang kurang hati-hati. Yanto, seorang presenter berpengalaman, terjatuh saat menyeberang sungai untuk melakukan liputan langsung. Informasi awal menyebutkan bahwa ia hanyut akibat cuaca yang buruk dan aliran air yang meningkat.
“Lokasi kejadian berada di daerah berbukit dan aliran air terjun bisa mempercepat kecepatan arus. Kondisi cuaca juga turut memengaruhi intensitas pencarian,” tambah sumber dari Polres Pegunungan Arfak.
Pencarian korban dilakukan dengan kekuatan tim gabungan dari SAR, polisi, dan tentara. Mereka menggunakan kendaraan penyelamat dan operasional SAR serta keterampilan berjalan kaki untuk mencapai zona kejadian. Meski pihak berwenang telah berupaya keras, keterbatasan akses dan keterbatasan waktu masih menjadi hambatan utama. Presenter TVRI hanyut di air terjun ini telah menjadi perhatian masyarakat setempat dan nasional.
Respons Masyarakat dan Peran Komunitas
Kabar kehilangan Yanto Idorway langsung menyebar ke berbagai kalangan masyarakat Papua Barat. Banyak warga setempat yang turut serta dalam pencarian, dengan harapan bisa menemukan korban sebelum kondisi alam memburuk. Masyarakat juga memberikan dukungan moral melalui media sosial, dengan berbagai doa dan penawaran bantuan.
“Warga Kampung Sisrang sangat terkejut. Mereka berlari ke lokasi kejadian untuk membantu pencarian dan berdoa agar Yanto bisa ditemukan segera,” ungkap warga setempat yang tidak ingin disebutkan namanya.
Sementara itu, organisasi lokal dan komunitas lokal mulai terlibat dalam mengkoordinasikan penyisiran. Beberapa warga juga menyediakan informasi tambahan tentang area sekitar air terjun, termasuk titik terowongan dan batu yang bisa menjadi tempat penahanan korban. Banyak dari mereka berharap bahwa kesadaran akan bahaya alam bisa mempercepat proses pencarian.
Langkah-Langkah yang Dilakukan Tim SAR
Tim SAR terus memperluas pencarian dengan metode berbeda. Mereka melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian, termasuk mencari sisa benda yang mungkin berkaitan dengan Yanto. Selain itu, tim juga melakukan pemeriksaan terhadap aliran air terjun untuk menemukan jejak keberadaan korban. Metode ini melibatkan penggunaan perahu penyelamat, drone, dan juga rencana jarak jauh untuk memastikan tidak ada titik yang terlewat.
“Kami sudah menyisir seluruh daerah yang diperkirakan sebagai jalur hanyut. Tidak ada tanda-tanda Yanto di sepanjang aliran sungai,” kata salah satu anggota tim SAR.
Selain itu, tim juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat penelusuran. Mereka menggunakan data cuaca dan kondisi alam untuk menentukan waktu terbaik untuk melakukan penyelamatan. Upaya ini terus dilakukan meski ada risiko terjatuh atau terluka dalam proses pencarian. Presenter TVRI hanyut di air terjun ini menjadi peringatan penting bagi pengunjung yang ingin berwisata di daerah pegunungan.
Setelah dua hari pencarian, status Yanto Idorway masih belum terungkap. Keberhasilan dalam menemukan korban akan bergantung pada kecepatan dan ketelitian tim SAR, serta kerja sama masyarakat sekitar. Seluruh pihak terus berdoa dan berupaya agar kejadian ini bisa segera diakhiri dengan penemuan korban. Semangat pencarian tetap terus mengalir, meski prosesnya memakan waktu dan energi yang besar.
