Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

New Policy: Indonesia Bebaskan Visa Kunjungan untuk Warga Kazakhstan Mulai 9 Juli 2026

Charles Lopez - beritanara.com 3 mins baca

olicy: Indonesia Bebas Visa Kunjungan untuk Warga Kazakhstan 9 Juli 2026 New Policy - Indonesia meluncurkan new policy yang menjanjikan perubahan signifikan

New Policy: Indonesia Bebaskan Visa Kunjungan untuk Warga Kazakhstan Mulai 9 Juli 2026

New Policy: Indonesia Bebas Visa Kunjungan untuk Warga Kazakhstan 9 Juli 2026

New Policy – Indonesia meluncurkan new policy yang menjanjikan perubahan signifikan dalam hubungan diplomatik dengan Kazakhstan. Mulai 9 Juli 2026, warga Kazakhstan akan dapat bebas visa kunjungan selama 90 hari ke Indonesia. Kebijakan ini, yang diumumkan melalui Peraturan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor 10 Tahun 2026, menandai langkah strategis untuk meningkatkan akses dan interaksi antar dua negara. Dengan fasilitas ini, Kazakhstan menjadi salah satu dari sepuluh negara pertama yang mendapat izin masuk tanpa visa kunjungan, yang membuka peluang besar untuk pertukaran budaya, investasi, dan kerja sama ekonomi.

Latar Belakang dan Tujuan Kebijakan

Kebijakan bebas visa kunjungan ini merupakan hasil kerja sama bilateral yang intensif antara Indonesia dan Kazakhstan. Sejak 2018, kedua negara telah membangun hubungan yang kuat dalam berbagai bidang, termasuk pertukaran diplomatik dan dialog politik. Duta Besar Indonesia untuk Kazakhstan, Fadjroel Rachman, menjelaskan bahwa new policy ini bertujuan untuk memperkuat ikatan persaudaraan dan meningkatkan daya saing ekonomi kedua negara. “Kebijakan ini adalah bagian dari upaya Indonesia untuk mendekatkan diri dengan mitra strategis di kawasan Asia Tenggara,” katanya, Selasa (14/7/2026). Ia menegaskan bahwa fasilitas visa-free ini akan mempercepat pertukaran tenaga kerja dan kegiatan bisnis.

Manfaat dan Dampak pada Sektor Pariwisata

Dalam konteks new policy, penghapusan visa kunjungan diharapkan menjadi pendorong utama bagi sektor pariwisata Indonesia. Kazakhstan, yang memiliki populasi sekitar 19 juta orang, dikenal sebagai destinasi wisata yang populer di Eropa Timur. Dengan kemudahan akses ini, para turis dari Kazakhstan akan lebih mudah menjelajahi Indonesia, terutama daerah wisata alam seperti Bali, Yogyakarta, dan Kalimantan. Duta Besar Fadjroel Rachman mengatakan bahwa kebijakan ini akan meningkatkan jumlah pengunjung asing sebanyak 30-50% dalam setahun pertama, yang akan memberikan dampak langsung pada perekonomian lokal.

Kebijakan ini juga memberikan peluang bagi warga Indonesia untuk berkunjung ke Kazakhstan, yang memiliki peran penting dalam rantai pasok global dan memiliki sektor ekonomi yang berkembang pesat. Para wisatawan Indonesia bisa menjelajahi budaya Kazakhstan, seperti tradisi musik dan tari lokal, serta mengeksplorasi sumber daya alam yang melimpah di wilayahnya. Dengan new policy, hubungan bilateral tidak hanya terjalin dalam politik dan ekonomi, tetapi juga dalam aspek kebudayaan dan sosial.

Kondisi Visa dan Fasilitas Masuk

Kebijakan bebas visa ini berlaku untuk kunjungan sementara selama 90 hari, yang cocok untuk keperluan bisnis, kunjungan keluarga, atau liburan. Warga Kazakhstan yang ingin masuk ke Indonesia tidak perlu mengajukan permohonan visa, cukup memenuhi syarat dokumen seperti paspor yang masih berlaku dan bukti kunjungan. Duta Besar Fadjroel Rachman menambahkan bahwa kebijakan ini juga mencakup warga yang bekerja di sektor swasta atau mengikuti program pelatihan di Indonesia.

Kebijakan ini disambut baik oleh industri pariwisata dan investasi di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, jumlah wisatawan mancanegara yang mengunjungi Indonesia telah meningkat sejak perjanjian bebas visa dengan negara-negara tetangga. Dengan Kazakhstan yang masuk ke dalam daftar, ekspor produk Indonesia ke negara-negara CIS (Commonwealth of Independent States) diprediksi akan tumbuh sebanyak 15-20% dalam tiga tahun mendatang. Fadjroel juga mengingatkan bahwa new policy ini adalah langkah awal dalam pembangunan kerja sama yang lebih luas.

Langkah Selanjutnya dan Kemitraan Strategis

Pembangunan new policy ini tidak hanya terfokus pada visa kunjungan, tetapi juga pada kerja sama jangka panjang. Duta Besar menyebutkan bahwa pihaknya sedang menyiapkan perjanjian tambahan untuk meningkatkan pertukaran mahasiswa dan tenaga ahli. “Kita ingin membangun ekosistem kehidupan yang lebih terbuka antara Indonesia dan Kazakhstan,” ujarnya. Selain itu, pemerintah Indonesia berencana mengadakan forum bisnis tahunan pada 2027 untuk memperkuat investasi dari Kazakhstan.

Kebijakan bebas visa kunjungan ini juga memberikan dampak positif terhadap diplomasi dan hubungan bilateral. Dengan akses yang lebih mudah, Kazakhstan bisa menjadi mitra strategis dalam pengembangan infrastruktur dan kebijakan ekonomi. Duta Besar Fadjroel Rachman berharap new policy ini akan menjadi contoh bagus dalam hubungan Indonesia dengan negara-negara lain, terutama yang terletak di kawasan Asia Tenggara dan Eropa Timur. “Kita ingin menghadirkan Kazakhstan sebagai bagian dari komunitas global yang lebih terbuka,” pungkasnya.

Ikut berdiskusi