Mentan Pastikan El Nino Tak Goyahkan Stok Beras Nasional, Gagal Panen Disebut Kecil
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan optimisme terkait ketahanan pangan Indonesia di tengah ancaman musim kemarau El Nino. Meskipun potensi gagal
Stok Beras Nasional Aman Hadapi El Nino, Kata Mentan Amran
Beritanara.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan optimisme terkait ketahanan pangan Indonesia di tengah ancaman musim kemarau El Nino. Meskipun potensi gagal panen tidak dapat dihindari sepenuhnya, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi yang diyakini mampu meminimalkan dampaknya terhadap pasokan pangan nasional.
Amran menekankan bahwa meskipun terjadi gagal panen, skalanya diperkirakan kecil dan tidak akan mengganggu ketersediaan beras di tingkat nasional. Saat ditemui wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Selasa (28/7/2026), ia menyampaikan:
“Mungkin ada (potensi gagal panen, tapi) kecil-kecil, tapi itu tidak akan berpengaruh pada stok nasional,” kata Amran.
Strategi Mitigasi dan Cadangan Beras
Salah satu kekhawatiran publik adalah lonjakan harga beras akibat El Nino. Namun, Mentan meyakinkan bahwa pemerintah memiliki cadangan yang memadai untuk menjaga keseimbangan pasar. Menurutnya, gudang-gudang telah siap menyediakan beras bagi siapa pun yang membutuhkan.
“Insyaallah enggak. Justru kalau ada yang butuh beras, ada di gudang. Sekarang stok sekitar 5,2 juta ton,” ujarnya.
Pemerintah telah mengoptimalkan lahan pertanian yang terhubung dengan jaringan irigasi untuk memastikan produksi tetap berjalan selama musim kemarau. Strategi ini diharapkan dapat mempertahankan pasokan hingga musim panen berikutnya tiba.
Angka Cadangan dan Proyeksi Stok
Kondisi produksi tanaman pangan saat ini dinilai sangat baik. Amran menyebutkan adanya standing crop atau tanaman padi yang sedang tumbuh dengan potensi produksi mencapai 10 hingga 11 juta ton. Selain itu, cadangan beras di sektor masyarakat juga cukup signifikan.
Cadangan yang beredar di masyarakat, mencakup rumah tangga, hotel, restoran, dan sektor horeka, diperkirakan sebesar 12 juta ton. Angka ini belum termasuk cadangan pemerintah yang dikelola oleh Perum Bulog, yaitu sekitar 5 juta ton.
Dengan kombinasi produksi aktif dan cadangan yang besar, pemerintah yakin ketahanan pangan nasional tetap terjaga. Amran menambahkan bahwa stok saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 10 bulan ke depan.
“Kalau kita hitung, stok ini masih cukup sekitar 10 bulan ke depan. Maret nanti sudah masuk panen puncak, jadi aman,” tegasnya.
