Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

Meeting Results: Waketum PBNU Zulfa Mustofa Luncurkan Buku, Ajak Ulama Hidupkan Tradisi Menulis

Charles Williams - beritanara.com 4 mins baca

Keluarnya Buku Baru dari Waketum PBNU Zulfa Mustofa: Tantangan dan Peran Ulama dalam Revitalisasi Tradisi Menulis Meeting Results – Pada hari Jumat, 10 Juli

Meeting Results: Waketum PBNU Zulfa Mustofa Luncurkan Buku, Ajak Ulama Hidupkan Tradisi Menulis

Keluarnya Buku Baru dari Waketum PBNU Zulfa Mustofa: Tantangan dan Peran Ulama dalam Revitalisasi Tradisi Menulis

Meeting Results – Pada hari Jumat, 10 Juli 2026, di Aula Sakinah Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta, Wakil Ketua Umum PBNU, KH Zulfa Mustofa, meluncurkan buku baru berjudul “Ithafu Ummati Al Muqtafa.” Launching ini dilakukan dalam rangka memperkuat peran ulama dalam mengembangkan tradisi menulis di tengah dinamika kehidmatan dan kehidupan masyarakat. Dalam acara tersebut, KH Zulfa menggarisbawahi pentingnya karya tulis sebagai sarana memperkaya pemikiran keagamaan dan menjawab tantangan kontemporer. Buku ini diharapkan menjadi media untuk menumbuhkan kesadaran ulama akan tanggung jawab mereka dalam menyampaikan ilmu secara tertulis, selain melalui cara tradisional seperti ceramah atau dialog langsung.

Konten Buku dan Strategi Revitalisasi

Sebagai bagian dari rangkaian perpustakaan keagamaan PBNU, buku ini menyatukan empat karya tulis berbahasa Arab yang membahas berbagai aspek penjelasan ilmu syariat. Buku pertama, “Dawabit Bahts al-Masail wa al-Ifta inda Nahdat al-Ulama,” menggali metode pengambilan hukum dalam konteks NU. Sementara buku kedua, “Diqqat al-Qannas fi Ushul al-Fiqh,” memberikan penjelasan sistematis mengenai konsep ushul fikih dan penerapannya dalam kehidupan masyarakat. Zulfa Mustofa menyampaikan bahwa buku ini tidak hanya mengangkat metode klasik, tetapi juga menyasar perubahan era digital, seperti transaksi daring, kebijakan publik, dan peran fatwa dalam era media sosial.

“Meeting Results ini tidak sekadar memperkenalkan buku, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengajak ulama menerapkan tradisi menulis sebagai wujud tanggung jawab generasi muda keagamaan,” jelas KH Zulfa saat memberikan sambutan. Ia menekankan bahwa “Ithafu Ummati Al Muqtafa” merupakan hadiah bagi umat Nabi Muhammad SAW, dengan empat volume yang meliputi tiga bidang ushul fikih dan bahtsul masail, serta satu buku biografi Syekh Nawawi al-Bantani. Buku-buku ini dirancang agar dapat menjadi referensi praktis dan teoretis bagi para pemula dan pengamat keagamaan.

Pengembangan Tradisi Menulis di Nu

Dalam era digital, banyak ulama menghadapi tantangan dalam menjaga keberlanjutan tradisi menulis. Zulfa Mustofa menyatakan bahwa sektor keagamaan perlu memperkuat kemitraan antara pemikir dan praktisi, serta menekankan pentingnya penulisan sebagai bentuk islah (pembaruan) dalam dunia keilmuan. Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar ulama saat ini lebih banyak fokus pada kegiatan amal atau pengajaran langsung, namun kurang melibatkan diri dalam menulis untuk memperkaya wawasan masyarakat.

Buku-buku dalam “Ithafu Ummati Al Muqtafa” diharapkan bisa menjadi contoh konkret bagi para ulama muda dalam menggabungkan pengetahuan tradisional dengan pendekatan kontemporer. Zulfa Mustofa menekankan bahwa menulis tidak hanya tentang keahlian teknis, tetapi juga tentang kemampuan mengekspresikan pemikiran secara jelas dan relevan. “Dengan memiliki karya tulis, ulama tidak hanya menginspirasi generasi muda, tetapi juga membangun komunikasi yang lebih efektif dengan masyarakat,” imbuhnya. Buku ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat dan universal.

Konteks Launching Buku di Tengah Perubahan

Launching buku ini terjadi dalam suasana perubahan yang cepat dalam dunia keagamaan, baik dari segi teknologi maupun pandangan keagamaan masyarakat. KH Zulfa Mustofa mengungkapkan bahwa dengan munculnya media sosial, perluasan pengetahuan keagamaan bisa terjadi secara instan, namun juga rentan terhadap distorsi. “Buku-buku ini menjadi sarana untuk menegaskan kebenaran ilmu Islam secara terstruktur dan rasional,” terangnya. Dalam hal ini, PBNU berupaya menjadi mitra yang mendorong para ulama untuk aktif menulis dan berpartisipasi dalam dialog keagamaan yang terbuka.

Sebagai bagian dari kegiatan Meeting Results, buku ini juga dianggap sebagai upaya meningkatkan kualitas pemikiran keagamaan di tengah ketatnya persaingan ideologi. Zulfa Mustofa menyebutkan bahwa tulisan dari ulama sangat berpengaruh dalam membentuk pola pikir generasi muda, terutama dalam menghadapi isu-isu sosial yang kompleks. “Dengan memiliki narasi yang kuat, ulama dapat menjadi pilar utama dalam membangun masyarakat yang berpengetahuan dan berakhlak mulia,” tambahnya. Dalam konteks ini, buku-buku yang diluncurkan menjadi bukti nyata komitmen PBNU untuk menjaga kualitas akademis dan keilmuan dalam dunia keagamaan.

Pengaruh dan Relevansi Buku

Menurut rencana, buku-buku dalam “Ithafu Ummati Al Muqtafa” akan segera diterbitkan dan didistribusikan ke berbagai pesantren, lembaga keagamaan, serta organisasi masyarakat. Zulfa Mustofa menyampaikan bahwa buku ini tidak hanya bertujuan untuk diakses oleh para ulama, tetapi juga bagi masyarakat umum yang ingin memahami metode pengambilan hukum atau studi fiqh secara mendalam. “Dengan menulis, kita bisa menjawab pertanyaan masyarakat secara langsung, dan memberikan jawaban yang jelas serta berlandaskan dalil,” jelasnya. Dalam Meeting Results ini, pembahasan tentang tradisi menulis juga menjadi ajang dialog dengan para pemuda dan pemudi yang ingin terlibat dalam bidang keagamaan.

Buku ini juga diharapkan bisa menjadi pengingat bagi para ulama akan tanggung jawab mereka dalam menyebarkan kebenaran Islam. Zulfa Mustofa menekankan bahwa tulisan yang baik tidak hanya berasal dari kemampuan intelektual, tetapi juga dari keinginan untuk berbagi ilmu kepada orang lain. “Buku ini adalah bagian dari Meeting Results yang mengupayakan peningkatan kualitas keagamaan melalui pendekatan yang lebih komprehensif,” pungkasnya. Dengan adanya buku-buku ini, ia berharap masyarakat kini bisa lebih mudah mengakses pengetahuan keagamaan yang valid dan relevan.

Ikut berdiskusi