Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Nasional

Meeting Results: Pengakuan Keluarga Santri Dibakar Bikin Merinding, Polisi Sampai Turun Tangan Paksa Setujui Surat Damai

Robert Hernandez - beritanara.com 2 mins baca

Meeting Results: Pengakuan Keluarga Santri Dibakar Mengguncang, Polisi Paksa Setujui Surat Damai Meeting Results - Hasil meeting menjadi sorotan setelah

Meeting Results: Pengakuan Keluarga Santri Dibakar Bikin Merinding, Polisi Sampai Turun Tangan Paksa Setujui Surat Damai

Meeting Results: Pengakuan Keluarga Santri Dibakar Mengguncang, Polisi Paksa Setujui Surat Damai

Meeting Results – Hasil meeting menjadi sorotan setelah Komisi III DPR RI menerima pengakuan keluarga santri yang dibakar oleh seniornya di Pondok Pesantren (Ponpes) Rosyidatusshaulatiyyah Al Ibrahimy NW. Peristiwa tersebut mengguncang warga sekitar dan memicu kecaman terhadap pihak yang menawarkan penyelesaian dengan surat damai. Dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU), para saksi mengungkap kejadian mengerikan yang terjadi setelah pembunuhan terhadap Sahril Sabirin, anak dari keluarga yang terlibat.

Proses Penyelesaian Melalui Meeting Results

Menurut Putri Maya Rumanti, kuasa hukum korban dari Tim Hotman Paris 911, keluarga Sahril Sabirin awalnya berharap menyelesaikan kasus melalui jalur hukum. Namun, pihak Ponpes memaksa mereka menyetujui surat damai setelah kejadian menggembungkan emosi warga. “Meeting results menunjukkan bahwa keluarga merasa tertekan oleh tekanan dari pihak Ponpes, sehingga memilih menandatangani kesepakatan untuk menutupi kejadian tersebut,” jelas Putri dalam sesi RDPU di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2026).

Surat damai tersebut disodorkan setelah 40 hari kematian Sahril Sabirin. Keluarga mengatakan alasan menolak melaporkan kasus lebih dini karena adanya hubungan personal dengan kakak tiri korban yang juga merupakan santri di Ponpes. “Keluarga menganggap meeting results menjadi penentu keputusan mereka, meski merasa takut akan konsekuensi lebih lanjut,” ujar Rumah, ibu dari Sahril Sabirin, dalam kesempatan berbeda.

Peran Pihak Kepolisian dalam Meeting Results

Polisi di Lombok Tengah turut terlibat dalam proses penyelesaian kasus melalui meeting results. Menurut informasi yang dihimpun, petugas kepolisian sejak awal berupaya mengurangi dampak negatif dari peristiwa pembakaran tersebut dengan menawarkan penyelesaian cepat. Namun, keputusan untuk menyetujui surat damai dianggap menguntungkan pihak Ponpes, sehingga menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat.

Rapat yang dihadiri oleh perwakilan kepolisian dan Departemen Agama menjadi momentum penting dalam meeting results. Pihak pemerintah mengklaim bahwa surat damai diberikan untuk menjaga stabilitas di lingkungan ponpes. Namun, keluarga korban menilai keputusan tersebut kurang adil karena tidak menggali fakta hingga tuntas. “Meeting results menunjukkan bahwa pihak berwenang lebih memilih kepentingan institusi daripada keadilan bagi korban,” kata Rumah.

Kasus pembakaran santri ini menjadi contoh bagaimana meeting results dapat memengaruhi proses penyelesaian sengketa. Dalam beberapa pertemuan, para pihak berusaha menyeimbangkan antara kepentingan keluarga dan institusi. Namun, tekanan dari dalam ponpes membuat keluarga terpaksa melepaskan hak mereka. “Hasil meeting menunjukkan ketidakpuasan keluarga, tetapi mereka tetap setuju karena merasa tidak punya pilihan lain,” tambah Putri.

Kebijakan meeting results dalam kasus ini menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat. Beberapa mengkritik langkah pihak berwenang yang menganggap keadilan tidak perlu mencari kebenaran penuh. Sementara itu, keluarga korban berharap ada perbaikan dalam proses penyelesaian konflik agar tidak ada lagi korban yang terluka. “Meeting results harus menjadi jembatan untuk keadilan, bukan alat untuk menyembunyikan kejahatan,” pungkas Rumah.

Ikut berdiskusi