Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

Main Agenda: Zulhas Bilang Masalah dalam Program MBG Bakal Dilaporkan ke Prabowo Bulan Depan

Charles Williams - beritanara.com 3 mins baca

Zulhas Umumkan Masalah MBG Akan Dilaporkan ke Prabowo Bulan Depan Main Agenda - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menunjuk Zulkifli Hasan sebagai Menteri

Main Agenda: Zulhas Bilang Masalah dalam Program MBG Bakal Dilaporkan ke Prabowo Bulan Depan

Zulhas Umumkan Masalah MBG Akan Dilaporkan ke Prabowo Bulan Depan

Main Agenda – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menunjuk Zulkifli Hasan sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan, dan dalam sebuah wawancara terbaru, Zulhas mengungkapkan bahwa Main Agenda akan memastikan masalah-masalah dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan ke Presiden Prabowo Subianto bulan depan. Pernyataan ini memberikan gambaran tentang upaya pemerintah untuk memperbaiki pengelolaan program pangan yang bertujuan menyediakan makanan bergizi secara gratis kepada kelompok rentan seperti anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Proses Pemetaan Masalah MBG dan Langkah Pemerintah

Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa kementerian bersama lembaga lain sedang melakukan pemetaan isu-isu yang muncul dalam pelaksanaan MBG. Fokus utama dari penyelidikan ini adalah mengevaluasi penggunaan titik-titik lokasi dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang dianggap tidak tepat, serta meninjau masalah distribusi makanan bergizi. “Kami akan menyampaikan hasil temuan ini ke Bapak Presiden Prabowo dalam satu bulan ke depan,” kata Zulhas, seperti yang dilaporkan pada Rabu, 15 Juli 2026, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Pemetaan ini diharapkan menjadi dasar untuk menyusun strategi perbaikan sistem MBG. Zulhas menekankan bahwa hasil investigasi akan memastikan pengelolaan program lebih transparan dan efektif. Ia juga menyoroti pentingnya memperbaiki tata kelola MBG agar tidak terjadi penyalahgunaan dana dan penyimpangan dalam distribusi makanan.

Kelompok Target MBG dan Peran SPPG

Program MBG dirancang untuk menjangkau kelompok rentan, termasuk anak sekolah, balita, dan ibu hamil, dengan distribusi makanan bergizi yang disesuaikan kebutuhan gizi masing-masing kelompok. Zulhas menjelaskan bahwa saat ini masih ada titik-titik yang sudah layak menerima MBG, tetapi belum memiliki fasilitas SPPG. “Banyak hal yang perlu diperbaiki, baik dari sisi titik distribusi maupun kelengkapan SPPG,” ujarnya.

Dalam rapat yang sama, Prabowo juga menyoroti peran Unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam mengelola dapur MBG. Zulhas menjelaskan bahwa SPPG bertugas menjamin distribusi makanan yang tepat sasaran dan mengoptimalkan penggunaan dana. Dengan adanya laporan lengkap dari pemetaan masalah, pemerintah diharapkan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dalam menyesuaikan sistem MBG dengan kebutuhan masyarakat.

Isu-isu yang ditemukan dalam pemetaan ini mencakup kekurangan fasilitas, kesalahan lokasi dapur, serta masalah administratif. Zulhas menyatakan bahwa upaya penyelesaian masalah ini akan dilakukan dalam waktu satu bulan. Ia juga mengakui bahwa ada banyak tantangan yang muncul dalam implementasi program ini, terutama terkait keterlibatan satuan pelayanan yang belum optimal.

Dalam pertemuan yang dipimpin Prabowo, selain MBG, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) juga menjadi topik utama. Zulhas menjelaskan bahwa hasil evaluasi dari kedua program ini akan menjadi acuan untuk pengembangan kebijakan pangan nasional. “Main Agenda akan menjadi pilar utama dalam menyelaraskan semua upaya perbaikan ini,” tambahnya.

Pemerintah juga berencana untuk mengevaluasi kelayakan anggaran MBG secara lebih mendalam. Angka Rp8.000 untuk siswa PAUD hingga kelas 3 SD, serta Rp10.000 untuk siswa kelas 4 SD hingga SLTA, mencakup biaya bahan baku, operasional, dan fasilitas. Evaluasi ini diharapkan dapat memastikan bahwa dana yang dialokasikan sesuai dengan kebutuhan nyata, sehingga program MBG bisa memberikan dampak maksimal bagi masyarakat.

Ikut berdiskusi