Latest Program: Komisi XI DPR RI Tinjau Armada PELNI, Tiga Kapal Baru Ditargetkan Beroperasi pada 2029
Latest Program: Komisi XI DPR RI Tinjau Armada PELNI, Tiga Kapal Baru Beroperasi 2029 Pelaksanaan Inspeksi Armada PELNI Oleh Komisi XI DPR RI Latest Program
Latest Program: Komisi XI DPR RI Tinjau Armada PELNI, Tiga Kapal Baru Beroperasi 2029
Pelaksanaan Inspeksi Armada PELNI Oleh Komisi XI DPR RI
Latest Program – Dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan angkutan laut nasional, Komisi XI DPR RI melakukan inspeksi langsung ke KM Kelimutu di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jumat (19/6/2026). Rombongan komite yang dipimpin Wakil Ketua Komisi XI, M. Hanif Dhakiri, mengevaluasi penggunaan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk memperbarui armada PELNI. Langkah ini merupakan bagian dari pengawasan terhadap alokasi dana yang telah disalurkan pemerintah, dengan tujuan memastikan efisiensi dan keberlanjutan proyek peremajaan kapal penumpang. Inspeksi ini juga memberikan wawasan langsung tentang kondisi kapal lama yang masih beroperasi dan rencana pengembangan armada baru.
Proyek Pembaruan Armada Nasional dan Target 2029
Latest Program – Pembaruan armada nasional menjadi prioritas pemerintah dalam memperkuat sistem transportasi laut Indonesia. PELNI, sebagai perusahaan pelni, sedang menyiapkan tiga kapal baru yang akan beroperasi pada 2029. Kapal-kapal ini diperkirakan akan meningkatkan ketersediaan armada dan mengurangi beban operasional kapal-kapal lama yang telah berusia rata-rata 40 tahun. Proyek ini juga bertujuan memperbaiki konektivitas di wilayah kepulauan, yang seringkali menjadi area yang kurang terlayani oleh transportasi laut. Selain itu, peningkatan kualitas armada diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan para penumpang.
DPR RI telah menetapkan program pembaruan armada sebagai bagian dari kebijakan nasional dalam menjaga efektivitas layanan transportasi laut. PMN yang dialokasikan akan digunakan untuk membiayai pembuatan tiga kapal baru dengan desain modern dan teknologi canggih. Proses perancangan kapal ini masih berlangsung, dengan konsultan yang telah ditunjuk dan diperkirakan membutuhkan sekitar 17 bulan sebelum memasuki fase konstruksi. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mempercepat modernisasi armada, yang diperlukan mengingat usia kapal penumpang saat ini sudah cukup tua dan memerlukan perawatan intensif.
“Kami ingin memastikan PMN benar-benar dimanfaatkan untuk memperkuat armada dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Hanif Dhakiri. Ini menegaskan bahwa DPR RI terus memantau penggunaan dana negara agar optimal dalam mendukung program pembaruan ini.
Kapal KM Kelimutu, yang berasal dari Jerman, telah beroperasi selama 41 tahun dan masih aktif melayani rute antarpulau. Meski usianya cukup tua, kondisi kapal ini tetap terjaga baik dan menjadi contoh dalam pengelolaan armada. Selama inspeksi, anggota Komisi XI memeriksa fasilitas, prosedur operasional, serta rencana penggantian kapal tersebut. Mereka juga menilai apakah alokasi dana PMN dapat menjamin keberlanjutan operasional kapal lama hingga waktu pembaruan armada selesai.
Latest Program – Perluasan armada PELNI diharapkan dapat mengatasi keterbatasan kapasitas saat ini, terutama di rute-rute yang paling sibuk. Kapal baru ini akan memperkuat kapasitas transportasi barang dan penumpang, serta meningkatkan efisiensi operasional. Direktur Armada dan Teknik PELNI, Kokok Susanto, menjelaskan bahwa desain kapal telah dimulai dan dalam tahap akhir perencanaan. “Koordinasi antara pihak pemerintah dan pihak terkait akan menjadi kunci keberhasilan proyek ini,” katanya.
Pembaruan armada juga merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menjamin keandalan layanan angkutan laut dalam menghadapi tantangan seperti perubahan iklim dan permintaan transportasi yang meningkat. PMN yang dicairkan secara bertahap pada 2024 dan 2025 dianggap sebagai fondasi penting dalam mempercepat proyek ini. Dengan tiga kapal baru, PELNI diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat keberlanjutan ekonomi dan aksesibilitas wilayah-wilayah terpencil di Indonesia. Program ini juga menjadi pengingat bahwa modernisasi infrastruktur transportasi laut adalah kebutuhan mendesak dalam mendukung pembangunan nasional.
