Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

Latest Program: Kejahatan SDA-LH Makin Terorganisir, Dirtipidter Bareskrim Polri Ingatkan Kolaborasi Aparat Hukum

Robert Williams - beritanara.com 3 mins baca

Kejahatan SDA-LH Makin Terorganisir, Dirtipidter Bareskrim Ingatkan Sinergi Aparat Hukum Latest Program - Dalam rangka meningkatkan efektivitas penegakan

Latest Program: Kejahatan SDA-LH Makin Terorganisir, Dirtipidter Bareskrim Polri Ingatkan Kolaborasi Aparat Hukum

Kejahatan SDA-LH Makin Terorganisir, Dirtipidter Bareskrim Ingatkan Sinergi Aparat Hukum

Latest Program – Dalam rangka meningkatkan efektivitas penegakan hukum terhadap kejahatan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (SDA-LH), Latest Program menjadi strategi utama yang ditekankan oleh Direktur Tindak Pidana Tata Lingkungan (Dirtipidter) Bareskrim Polri, Brigjen Muhammad Irhamni. Ia menegaskan bahwa keterlibatan bersama instansi terkait adalah kunci untuk menghadapi ancaman korupsi dan kejahatan lingkungan yang terus berkembang. “Dengan Latest Program, kita bisa membangun sistem yang lebih terpadu dan efisien dalam memburu pelaku kejahatan,” tambahnya saat menghadiri Simposium Nasional Outlook Kejahatan SDA-LH 2026-2030 di Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Perkembangan Tren Kejahatan Lingkungan

Irhamni menyoroti bahwa kejahatan SDA-LH kini tidak lagi bersifat acak, melainkan terstruktur dan menggunakan skema yang lebih canggih. Para pelaku sering kali menggabungkan kekuatan antar korporasi, seperti perusahaan pertambangan, perkebunan, dan kontraktor, untuk menghindari tindakan hukum yang cepat. “Modus operandi ini memanfaatkan celah dalam regulasi dan sistem birokrasi, sehingga membutuhkan Latest Program yang lebih koordinatif untuk mengatasi masalah ini,” jelasnya.

Menurut data yang dibagikan dalam acara tersebut, peningkatan kejahatan lingkungan terjadi secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Contohnya, kasus penambangan ilegal yang merusak hutan lindung dan kejahatan pencemaran lingkungan di industri manufaktur telah meningkat hingga 30% dibandingkan tahun sebelumnya. “Dengan Latest Program, kita bisa melacak sumber dana dan akar masalah korupsi lingkungan secara lebih efektif,” tambah Irhamni, yang menekankan pentingnya analisis data dan sinergi antar lembaga.

Pendekatan Holistik dalam Penyidikan

Dalam Latest Program yang diusung, Dirtipidter Bareskrim Polri mengajak semua pihak untuk memperkuat pendekatan holistik. Hal ini mencakup tidak hanya tindakan hukum terhadap pelaku, tetapi juga pencegahan melalui peningkatan kewaspadaan masyarakat dan edukasi kebijakan lingkungan. “Pendekatan ini memerlukan kolaborasi antar kementerian, seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, serta lembaga pengawasan independen,” ujarnya.

“Kolaborasi antar instansi adalah bagian penting dari Latest Program. Dengan menggabungkan kekuatan seluruh pihak, kita bisa membangun sistem basis data terpadu yang lebih akurat dan cepat dalam menindak pelaku kejahatan lingkungan,” tegas Irhamni. Ia juga menekankan bahwa integrasi riset akademis dalam proses penyidikan bisa memperkaya analisis, sehingga mengidentifikasi pola-pola baru pelaku kejahatan dengan lebih baik.

Dalam konteks Latest Program, Irhamni menunjukkan bahwa penegakan hukum harus lebih proaktif. Ia memberikan contoh bagaimana kasus-kasus korupsi lingkungan di masa lalu sering kali terlewat karena keterbatasan koordinasi antar instansi. “Dengan Latest Program, kita bisa mengurangi ego sektoral dan menjadikan keadilan lingkungan sebagai prioritas utama,” lanjutnya.

Kolaborasi dalam Latest Program juga melibatkan partisipasi masyarakat. Menurut Irhamni, laporan dari masyarakat sipil sangat penting dalam menemukan bukti-bukti kejahatan lingkungan. “Kita perlu membangun ekosistem pelaporan yang mudah dan terpercaya, agar semua pihak bisa terlibat dalam upaya penegakan hukum yang lebih kuat,” imbuhnya. Dengan Latest Program ini, diharapkan bisa mengurangi dampak negatif dari kejahatan SDA-LH terhadap lingkungan dan masyarakat.

Terlebih lagi, Latest Program menekankan pentingnya keterlibatan teknologi dalam penegakan hukum. Penerapan sistem informasi geografis (SIG) dan big data bisa membantu dalam pemantauan aktivitas korporasi yang merusak lingkungan. “Dengan Latest Program, kita bisa memanfaatkan inovasi teknologi untuk mempercepat proses penyidikan dan meningkatkan akurasi data,” jelas Irhamni. Ia juga mengungkapkan bahwa lembaga kehakiman harus lebih siap mengadili kasus-kasus kompleks yang melibatkan jaringan kejahatan lingkungan di tingkat korporasi.

Ikut berdiskusi