Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Nasional

Key Issue: Soal Kasus Pemerkosaan Anak di Bawah Umur di Jaktim, Polisi: Pelaku Tetangga Korban

Susan Moore - beritanara.com 3 mins baca

r di Jaktim Dibongkar Polisi Key Issue terkini mengemuka setelah warga mengunggah video kejadian pemerkosaan yang dilakukan oleh SR terhadap seorang anak di

Key Issue: Soal Kasus Pemerkosaan Anak di Bawah Umur di Jaktim, Polisi: Pelaku Tetangga Korban

Kasus Pemerkosaan Anak di Bawah Umur di Jaktim Dibongkar Polisi

Key Issue terkini mengemuka setelah warga mengunggah video kejadian pemerkosaan yang dilakukan oleh SR terhadap seorang anak di bawah umur di wilayah Cakung, Jakarta Timur. Kecelakaan ini terjadi pada Jumat, 19 Juni 2026, dan saat ini sedang dikaji oleh pihak kepolisian untuk menentukan kesesuaian tindakan pelaku dengan undang-undang perlindungan anak.

Key Issue: Pelaku Pemerkosaan Anak di Bawah Umur Jaktim Jadi Tetangga Korban

AKP Made Budi, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur, mengungkapkan bahwa SR, pelaku kekerasan, merupakan warga sekitar korban. “Key Issue dalam kasus ini terlihat dari fakta bahwa pelaku tinggal di lingkungan yang sama dengan korban. Rumahnya kontrak dan berdekatan dengan tempat tinggal korban,” ujar Made Budi kepada media, Minggu, 21 Juni 2026.

“Ya, (pelaku adalah tetangga korban). (Rumahnya) ngontrak dekat rumah korban,” tambah Made Budi.

Menurut informasi yang diperoleh, SR telah melakukan tindakan tersebut sejak 2025. Warga sekitar mengatakan bahwa mereka sudah curiga terhadap tingkah laku pelaku. “Key Issue ini terungkap setelah warga mengamati bahwa setiap hari Jumat, tersangka selalu ada di rumah dan korban sering ke rumahnya,” jelas Made Budi.

Key Issue: Bukti Video dan Kondisi Korban Masih Diperiksa

Video kejadian yang diunggah oleh akun X @scrolltkp menjadi bukti penting dalam penyelidikan kasus ini. Dalam rekaman tersebut, terlihat SR beraksi saat jam salat Jumat. Korban, yang masih berusia 9 tahun dan duduk di kelas 4 SD, mengalami perlakuan tidak senonoh di rumah kontrakannya.

“Iya betul, pelaku melakukan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur,” sahut Made Budi kepada wartawan, Minggu, 21 Juni 2026.

Menurut informasi terkini, hasil visum masih menunggu dari RS Polri. Kompol Lina Yuliana, Kasat PPA Polres Metro Jakarta Timur, mengatakan kondisi fisik korban saat ini dalam keadaan baik, tetapi masih perlu diperiksa secara detail untuk memastikan tidak ada luka-luka yang terlewat.

Key Issue dalam kasus ini juga menarik perhatian masyarakat setempat. Banyak warga mengatakan bahwa kejadian ini memicu kekecewaan karena pelaku berasal dari lingkungan yang sama dengan korban. “Kami merasa shock karena pelaku bisa melakukan hal seperti itu di sekitar rumah kami,” ungkap salah satu warga Cakung.

Key Issue: Tindakan Polisi dan Perkembangan Kasus

Saat ini, SR telah diamankan di Polres Metro Jakarta Timur. Kasusnya ditangani oleh Sat PPA/PPO karena melibatkan anak sebagai korban. “Key Issue ini dianggap serius karena korban masih di bawah umur dan perlakuan itu terjadi di lingkungan yang dekat dengan warga,” kata Lina Yuliana.

“Kami sedang mempercepat proses pemeriksaan untuk mengetahui lebih jelas motif dan kejadian terkait pemerkosaan anak di bawah umur,” jelas Lina.

Kompol Lina Yuliana menambahkan bahwa pihak kepolisian juga sedang mengumpulkan bukti-bukti tambahan, termasuk saksi mata dan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. “Key Issue dalam penyelidikan ini adalah memastikan bahwa pelaku tidak hanya terlibat dalam satu kejadian, tetapi juga mengeksplorasi kemungkinan tindakan berulang yang bisa terjadi,” tuturnya.

Korban, yang sebelumnya tinggal di rumah kontrak, diketahui sudah beberapa bulan terakhir berinteraksi intensif dengan SR. Selain itu, pelaku juga dikenal sebagai pendatang yang kerap terlihat berjalan kaki ke rumah korban di hari Jumat. “Key Issue ini menggambarkan keterlibatan pelaku dalam lingkungan sosial korban yang dekat,” tambah Made Budi.

Key Issue pemerkosaan anak di bawah umur di Jaktim ini tidak hanya memicu perhatian warga sekitar, tetapi juga menjadi sorotan media massa dan organisasi perlindungan anak. Pihak kepolisian berharap kasus ini bisa menjadi contoh untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perlindungan anak di lingkungan rumah tangga.

Ikut berdiskusi