Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Nasional

Kasus Pembunuhan Prajurit TNI di Tangsel Mulai Terungkap, Korban Ditusuk 10 Kali

Charles Lopez - beritanara.com 3 mins baca

Kasus Pembunuhan Prajurit TNI di Tangsel kini semakin terungkap dengan jelas setelah proses penyelidikan intensif dilakukan oleh petugas kepolisian. Arif Budi

Kasus Pembunuhan Prajurit TNI di Tangsel Mulai Terungkap, Korban Ditusuk 10 Kali

Kasus Pembunuhan Prajurit TNI di Tangsel: Korban Ditusuk Sepuluh Kali

Beritanara.com – Kasus Pembunuhan Prajurit TNI di Tangsel kini semakin terungkap dengan jelas setelah proses penyelidikan intensif dilakukan oleh petugas kepolisian. Arif Budi Sampurna, seorang prajurit TNI Angkatan Darat, menjadi korban tragis yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di tepi jalan. Mayat korban ditemukan pada hari Minggu, 19 Juli 2026, pukul 05.45 WIB di sekitar Jalan Raya Pondok Hijau Golf, Kelurahan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Penemuan ini memicu penyelidikan mendalam untuk mengungkap siapa pelaku di balik peristiwa memilukan tersebut.

Detail Luka Tusukan Mengungkap Pola Serangan

Hasil pemeriksaan medis yang komprehensif mengungkapkan bahwa Arif mengalami total sepuluh luka tusukan yang tersebar di seluruh bagian tubuhnya. Lima tusukan berada di area depan tubuh, sementara lima lainnya terdapat di bagian belakang. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pelaku melakukan serangan berulang kali menggunakan senjata tajam dengan intensitas yang cukup tinggi. Pola luka tersebut memberikan petunjuk penting mengenai dinamika kejadian saat pembunuhan terjadi.

“Luka korban ada di depan lima tusukan dan di belakang lima tusukan,” ujar Ajun Komisaris Polisi Wira Graha Setiawan, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tangerang Selatan, saat memberikan keterangan kepada media pada Rabu, 22 Juli 2026.

Temuan medis ini menjadi salah satu bukti krusial yang sedang digali lebih dalam oleh para penyidik guna menyusun kronologi kejadian secara utuh. Para ahli forensik juga melakukan analisis tambahan untuk memastikan konsistensi antara luka yang ditemukan dengan senjata yang digunakan dalam serangan.

Operasi Penangkapan dan Penemuan Barang Bukti

Polisi bergerak cepat dalam menangani kasus ini. Tim gabungan yang terdiri dari Satuan Reserse Kriminal Polres Tangerang Selatan bersama Unit Reskrim Polsek Kelapa Dua berhasil meringkus empat orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa tersebut. Penangkapan dilakukan secara bertahap untuk memastikan tidak ada tersangka lain yang luput dari proses hukum.

Selain itu, penyelidikan juga mengungkap bahwa telepon genggam milik korban sempat hilang setelah kejadian. Namun, barang berharga tersebut akhirnya berhasil ditemukan di lokasi berbeda dan kini telah diamankan sebagai barang bukti oleh pihak berwajib. Proses pencarian barang bukti ini menunjukkan ketelitian tim penyidik dalam mengumpulkan setiap elemen penting dari kasus.

“Kami hanya menemukan identitas, kemudian untuk beberapa barang yang hilang berupa handphone sudah kami temukan juga di tempat yang lain,” tambah Wira dalam keterangannya.

Kapolres Tangerang Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi Boy Jumalolo, menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja sama tim yang solid. Ia menjelaskan bahwa korban merupakan seorang laki-laki yang diketahui berprofesi sebagai personil TNI AD. Koordinasi antar unit kepolisian menjadi kunci keberhasilan dalam menyelesaikan penyelidikan ini.

“Berhasil mengungkap kasus tindak pidana pembunuhan terhadap seorang laki-laki yang diduga berprofesi sebagai personil TNI AD,” kata Boy saat dikonfirmasi pada Selasa, 21 Juli 2026.

Sementara itu, jenazah Arif Budi Sampurna telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan sesuai dengan prosesi yang berlaku. Proses penguburan dilakukan dengan khidmat dan dihadiri oleh rekan-rekan sejawat serta keluarga korban. Kasus Pembunuhan Prajurit TNI di Tangsel ini diharapkan dapat memberikan pelajaran berharga bagi masyarakat tentang pentingnya keamanan di lingkungan sekitar.

Ikut berdiskusi