Forum Pemred Tegur Hotman Paris yang Dinilai Merendahkan Wartawan – Soroti Sikap Arogan yang Tak Menjawab Substansi
Forum Pemred Tegur Hotman Paris atas Sikap Arogan yang Merendahkan Wartawan Forum Pemred Tegur Hotman Paris - Forum Pemimpin Redaksi (Forum Pemred) memberikan
Forum Pemred Tegur Hotman Paris atas Sikap Arogan yang Merendahkan Wartawan
Forum Pemred Tegur Hotman Paris – Forum Pemimpin Redaksi (Forum Pemred) memberikan pernyataan resmi mengenai kritik terhadap Hotman Paris Hutapea, yang terkait dengan responsnya yang dinilai merendahkan profesi jurnalistik. Pernyataan ini muncul setelah Hotman Paris, seorang advokat ternama, menunjukkan sikap arogan dalam menjawab pertanyaan dari para wartawan selama pemeriksaan klien Febrie Adriansyah di Kejaksaan Agung Jakarta. Forum Pemred menyoroti bahwa tindakan Hotman Paris mengurangi penghargaan terhadap tugas dan amanat yang diberikan kepada jurnalis oleh UU Pers No.40 tahun 1999.
Kritik atas Pilihan Kata dan Sikap Arogan
Ketua Forum Pemred, Retno Pinasti, menekankan bahwa respons Hotman Paris tidak hanya memperlihatkan kurangnya empati terhadap profesionalisme jurnalis, tetapi juga mengancam kebebasan pers. Menurut Retno, seorang narasumber diperbolehkan tidak menjawab pertanyaan wartawan, tetapi harus menjaga cara meresponsnya agar tidak meremehkan profesi jurnalistik. “Hotman Paris dinilai mengabaikan etika dalam berkomunikasi, bahkan menggunakan kalimat seperti ‘lu punya otak ngga’ yang menggambarkan sikap menantang terhadap kemampuan jurnalis,” katanya dalam pernyataan resmi yang diterima pada Jumat (19/7/2026).
Retno juga menyebutkan bahwa tindakan Hotman Paris bertentangan dengan prinsip dasar kebebasan pers, yang dirujuk dalam Pasal 8 UU Pers. Pasal tersebut memberikan perlindungan hukum kepada wartawan, termasuk hak untuk menolak pertanyaan, melindungi dari penyensoran, serta memastikan kebebasan dari tindakan intimidasi. “Jika sikap arogan terus diulang, maka kepercayaan publik terhadap profesi jurnalistik bisa terganggu,” tambah Retno, yang meminta semua pihak untuk menjaga kesopanan dalam interaksi dengan media.
Konteks Kritik Forum Pemred terhadap Hotman Paris
Sebelumnya, Hotman Paris telah menjadi pusat perhatian karena sering memberikan jawaban kontroversial selama wawancara publik. Dalam beberapa kesempatan, ia dinilai tidak menjawab substansi pertanyaan, melainkan menyoroti kelemahan narasumber atau bahkan menggambarkan sikap santai terhadap kebenaran. Forum Pemred menilai hal ini sebagai bentuk penekanan terhadap peran jurnalis, yang seharusnya menjadi penjaga kebenaran di tengah masyarakat.
Dalam konteks ini, Retno Pinasti mengingatkan bahwa jurnalis memiliki tanggung jawab untuk menjelaskan fakta, tetapi mereka juga berhak untuk menolak pertanyaan yang dinilai tidak relevan atau menyensor sumber informasi. “Kalimat seperti ‘lu punya otak ngga’ bisa memberikan kesan bahwa jurnalis tidak layak mendapatkan jawaban yang tuntas. Ini mengancam kredibilitas media sebagai pengawas tindakan pihak-pihak yang berkuasa,” jelas Retno dalam wawancara eksklusif dengan portal berita lokal.
Forum Pemred juga mengkritik penggunaan istilah “lu” dalam percakapan dengan wartawan, yang menurut mereka bisa dianggap sebagai bentuk meremehkan. “Istilah ‘lu’ sering kali digunakan untuk menunjukkan kesenjangan sosial antara narasumber dan pewawancara. Dalam konteks media, ini bisa menggambarkan pandangan yang tidak profesional terhadap peran jurnalis,” lanjut Retno. Ia menambahkan bahwa kritik ini bukan hanya untuk Hotman Paris, tetapi juga sebagai bentuk pengingat agar semua pihak tetap menghormati proses pemeriksaan dan komunikasi dengan media.
Di sisi lain, Hotman Paris mempertahankan bahwa responsnya terhadap pertanyaan wartawan merupakan bagian dari gaya komunikasi yang ia lakukan. “Saya merasa bahwa jurnalis sering kali terlalu keras dalam menuntut jawaban yang sempurna. Jika mereka bisa menunggu dan mengambil waktu untuk menjelaskan, mungkin akan lebih baik,” kata Hotman Paris dalam sebuah wawancara beberapa hari sebelumnya. Namun, pernyataan ini dinilai tidak menjawab substansi kritik yang disampaikan oleh Forum Pemred.
Menurut analisis dari beberapa ahli media, tindakan Hotman Paris dapat dianggap sebagai contoh dari sikap penantang terhadap media yang semakin sering terjadi. “Sikap arogan seperti ini bisa merusak harmoni antara publik, media, dan pihak-pihak yang diwawancara. Jika tidak diperbaiki, risiko kekacauan informasi akan meningkat,” kata seorang pakar komunikasi dari universitas ternama. Forum Pemred menegaskan bahwa mereka tidak menolak kritik, tetapi ingin menjelaskan bahwa jurnalis memiliki peran penting dalam menjaga keadilan informasi.
