BPOM Surabaya Cetak 100 Kader Muda, Siap Awasi Obat dan Pangan Berbahaya di Masyarakat
Surabaya, tvOnenews.com — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya resmi mencetak 100 kader muda melalui program Pendidikan dan Pelatihan Satuan
BPOM Surabaya Cetak 100 Kader Pengawas Pangan dan Obat
Beritanara.com – Surabaya, tvOnenews.com — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya resmi mencetak 100 kader muda melalui program Pendidikan dan Pelatihan Satuan Karya Pengawas Obat dan Makanan (SAKA POM) edisi 2026. Program ini dirancang untuk membentuk generasi muda yang mampu mengawasi kualitas obat dan pangan di tingkat masyarakat. Dengan adanya kader-kader terlatih ini, pengawasan produk kesehatan dan konsumsi dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Para peserta yang diseleksi berasal dari berbagai latar belakang pendidikan. Sebagian besar merupakan Pramuka Penegak yang masih berstatus siswa sekolah menengah atas atau sederajat. Sementara itu, sisanya adalah Pramuka Pandega yang berasal dari institusi pendidikan tinggi di wilayah Kota Surabaya. Pemilihan peserta dengan kriteria ini bertujuan untuk memastikan bahwa kader yang terbentuk memiliki kapasitas untuk menyebarkan informasi ke berbagai lapisan masyarakat.
Visi Pengawasan Berbasis Masyarakat
Kepala BPOM Surabaya, Yudi Noviandi, M.Sc., Tech., Apt., menjelaskan bahwa pembentukan kader muda merupakan bagian dari strategi jangka panjang. Menurutnya, pengawasan yang hanya dilakukan oleh instansi pemerintah memiliki keterbatasan dalam menjangkau seluruh area. Dengan melibatkan generasi muda, jangkauan pengawasan dapat diperluas secara signifikan.
Pengawasan obat dan makanan tidak akan maksimal jika hanya dilakukan oleh BPOM. Karena itu, kami membangun gerakan bersama dengan mencetak kader-kader muda SAKA POM yang mampu menjadi pelopor keamanan obat dan makanan di lingkungannya. Mereka kami bekali dengan pengetahuan dan keterampilan agar mampu mengenali produk yang memenuhi ketentuan, menyampaikan informasi yang benar, serta mengedukasi masyarakat secara langsung.
Ungkapan tersebut disampaikan oleh Yudi Noviandi pada Kamis (30/7/2026) dalam keterangan resmi yang diterbitkan oleh BBPOM Surabaya. Ia menambahkan bahwa langkah ini juga merupakan investasi untuk memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat di masa depan.
Materi Pelatihan dan Kolaborasi Strategis
Pembukaan kegiatan Diklat SAKA POM 2026 di Surabaya dihadiri oleh berbagai pihak strategis. Pemerintah daerah setempat, Gerakan Pramuka, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), serta para pimpinan Satuan Karya hadir untuk mendukung kelancaran program. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pengawasan produk.
Para peserta akan mempelajari tiga krida inti yang menjadi fondasi kegiatan SAKA POM. Pertama adalah Krida Pengujian Sederhana Obat dan Makanan yang mengajarkan teknik dasar pengujian. Kedua, Krida Pemantauan Obat dan Makanan yang fokus pada kegiatan pengawasan rutin. Ketiga, Krida Informasi Obat dan Makanan yang melatih kemampuan komunikasi dan edukasi publik.
Selain materi teori, pelatihan juga menyertakan praktik langsung di lapangan. Peserta akan belajar mendeteksi zat berbahaya dalam pangan menggunakan metode sederhana. Mereka juga diperkenalkan dengan berbagai layanan digital yang disediakan oleh BPOM untuk memudahkan pelaporan dan pemantauan produk.
Menurut BBPOM Surabaya, pendekatan edukatif melalui pemberdayaan generasi muda diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi mengenai keamanan produk yang beredar di masyarakat. Para peserta nantinya diharapkan mampu menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing dan membantu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilih produk yang aman, bermutu, dan bermanfaat.
