Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Jatim

What Happened During: Diresmikan Gubernur Khofifah, Pabrik Kemasan Kaleng Modern Banyuwangi Serap Ratusan Pekerja Lokal

Joseph Brown - beritanara.com 3 mins baca

eng Modern Banyuwangi Diresmikan Gubernur Khofifah, Serap Ratusan Pekerja Lokal What Happened During, Banyuwangi kembali menjadi sorotan nasional setelah

What Happened During: Diresmikan Gubernur Khofifah, Pabrik Kemasan Kaleng Modern Banyuwangi Serap Ratusan Pekerja Lokal

Pabrik Kaleng Modern Banyuwangi Diresmikan Gubernur Khofifah, Serap Ratusan Pekerja Lokal

What Happened During, Banyuwangi kembali menjadi sorotan nasional setelah menerima investasi besar dalam sektor industri. Peresmian Pabrik Kemasan Kaleng Modern yang berlokasi di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, pada Jumat, 3 Juli, menjadi momen penting dalam upaya membangun ekosistem industri lokal yang lebih mandiri. Pabrik ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan pada impor kaleng dan sekaligus memberi peluang kerja bagi masyarakat setempat.

Kolaborasi Strategis dan Kapasitas Produksi

Pabrik kaleng modern ini dikembangkan melalui kerja sama antara Pemkab Banyuwangi dengan investor Tiongkok, PT Sunrise Masami Internasional. Proses peresmian dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, yang menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan industri. Kapasitas produksi pabrik mencapai 600 juta unit per tahun, dengan seluruh proses pembuatan bodi dan tutup kaleng dilakukan secara lokal. What Happened During ini juga menjadi contoh kolaborasi lintas batas yang memperkuat ekonomi regional.

Manfaat Ekonomi dan Pengentasan Kemiskinan

Bersamaan dengan peresmian, sekitar ratusan tenaga kerja lokal telah diberdayakan. Pemkab Banyuwangi berharap pabrik ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pendapatan dan pengurangan angka pengangguran. “What Happened During ini memberi perhatian khusus pada industri substitusi impor, yang menjadi harapan baru untuk menekan inflasi dan meningkatkan produksi dalam negeri,” ujar Khofifah dalam sambutannya. Pabrik ini juga berkontribusi pada hilirisasi sektor perikanan, yang merupakan basis ekonomi utama Banyuwangi.

“What Happened During ini menunjukkan bahwa investasi seperti ini tidak hanya menggerakkan perekonomian, tapi juga memberi peluang untuk menanamkan teknologi modern di daerah kita,” tutur Bupati Ipuk Fiestiandani. Dengan adanya pabrik ini, kebutuhan kaleng untuk industri makanan laut dan produk lain bisa terpenuhi mandiri, mengurangi ketergantungan pada barang impor yang selama ini menggerus anggaran daerah.

Proses Produksi dan Teknologi yang Digunakan

Pabrik kaleng modern ini memadukan teknologi canggih dari Tiongkok dengan sumber daya lokal, menciptakan model industri yang efisien dan berkelanjutan. Sherly Indrawati Aminoto, perwakilan PT Sunrise Masami Internasional, menjelaskan bahwa sebelumnya, kebutuhan kaleng dalam negeri didominasi oleh produk impor. Kini, seluruh proses produksi, mulai dari pengolahan bahan baku hingga pengemasan, dilakukan di dalam negeri. What Happened During ini juga memastikan bahwa pengemasan kaleng bisa mengikuti standar internasional sekaligus mengurangi biaya logistik.

Peluang Pertumbuhan dan Ekosistem Industri

Proyek ini diharapkan menjadi titik balik bagi pengembangan ekosistem industri di Banyuwangi. Dengan produksi yang mencapai 600 juta unit per tahun, pabrik ini siap memenuhi permintaan pasar lokal maupun ekspor. What Happened During menunjukkan bahwa daerah pesisir ini memiliki potensi besar untuk menjadi pusat produksi kemasan kaleng yang kompetitif. Pemerintah juga sedang merencanakan pendanaan tambahan untuk memperkuat infrastruktur pendukung, seperti kawasan industri dan jaringan logistik.

Komitmen Pemerintah dan Harapan Masa Depan

Khofifah menyatakan bahwa pabrik ini akan menjadi salah satu bentuk implementasi kebijakan ekonomi daerah yang mengutamakan swasembada. “What Happened During ini membuktikan bahwa kerja sama dengan investor asing bisa menjadi penggerak untuk mengubah keadaan,” katanya. Di sisi lain, Bupati Ipuk menekankan pentingnya pengelolaan SDM yang terampil untuk menjaga kualitas produksi. Dengan investasi Rp200 miliar, pabrik ini juga diharapkan dapat mendorong peningkatan pendapatan daerah dan munculnya pelaku usaha lokal yang berkembang.

Ikut berdiskusi