Pangkoarmada RI Lepas Pasukan Matra Laut untuk Latihan TNI Terintegrasi 2026 di Dabo Singkep
Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI) secara resmi melepas pasukan matra laut yang akan mengikuti Latihan TNI Terintegrasi 2026. Pelepasan ini
Pangkoarmada RI Lepas Pasukan Matra untuk Latihan Terintegrasi 2026
Kontingen Laut Berangkat ke Dabo Singkep
Beritanara.com – Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI) secara resmi melepas pasukan matra laut yang akan mengikuti Latihan TNI Terintegrasi 2026. Pelepasan ini dilakukan melalui upacara apel gelar pasukan Latopsfib di Dermaga Madura Koarmada II, kawasan Ujung, Surabaya, pada Sabtu (1/8/2026). Pangkoarmada RI Lepas Pasukan Matra Laut sebagai bagian dari persiapan latihan gabungan yang akan berlangsung di Dabo Singkep, Kepulauan Riau.
Kontingen matra laut tersebut akan bergabung dengan komponen TNI Angkatan Darat dan TNI Angkatan Udara dalam latihan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 4 hingga 6 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi seluruh komponen TNI untuk meningkatkan interoperabilitas dan kesiapan tempur bersama.
Peran Strategis Koarmada RI dalam Latihan Terintegrasi
Laksdya TNI Denih Hendrata, Pangkoarmada RI, menjelaskan bahwa Koarmada RI dipercaya sebagai pelaksana utama untuk komponen laut yang diintegrasikan dengan dua matra lainnya. Ia menegaskan bahwa Angkatan Laut, melalui Pangkoarmada RI, ditunjuk untuk menyelenggarakan kegiatan latihan secara terpadu bersama angkatan bersenjata lainnya dalam rangka memperkuat kemampuan operasional gabungan.
“Kami di jajaran Angkatan Laut, Panglima Koarmada RI, ditunjuk untuk melaksanakan kegiatan latihan ini secara terintegrasi dengan angkatan lain. Yang kita berangkatkan mulai hari ini, dan nanti juga akan ada kekuatan dari Jakarta menuju Dabo Singkep,” ujar Pangkoarmada RI yang juga menjabat sebagai Direktur Latihan (Dirlat) Matra Laut.
Menurut Denih, pelaksanaan latihan ini merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan kesiapan tempur serta profesionalisme para prajurit TNI. Ia menekankan bahwa frekuensi latihan yang lebih tinggi akan berkontribusi pada peningkatan profesionalisme personel dan kemampuan operasional secara keseluruhan.
“Semakin banyak latihan diharapkan akan semakin profesional. Itu juga merupakan pembentukan mental prajurit supaya setiap saat siap bertempur,” tambahnya.
Komponen dan Materi Latihan yang Dilaksanakan
Kegiatan ini melibatkan beragam unsur kekuatan TNI AL, termasuk Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), Korps Marinir, komponen penerbangan TNI AL, Komando Pasukan Katak (Kopaska), serta satuan pendukung lainnya. Denih menegaskan bahwa yang tidak hanya dilibatkan adalah kekuatan inti, melainkan juga kekuatan pendukung yang harus siap terjun langsung ke dalam latihan.
Dalam Latopsfib, para prajurit akan menjalani berbagai materi pelatihan. Mulai dari operasi peranjauan, renang tempur, infiltrasi dan sabotase bawah laut, hingga operasi siber. Selain itu, terdapat juga penembakan rudal, penembakan artileri, penggunaan drone, dan serbuan amfibi yang akan menguji kemampuan seluruh komponen secara menyeluruh.
Di samping mengasah kemampuan personel, latihan ini berfungsi sebagai sarana untuk menguji interoperabilitas antar matra. Hal ini mencakup penguatan kerja sama taktis dan teknis, peningkatan sistem komando dan pengendalian, pengujian dukungan logistik, serta evaluasi doktrin, prosedur, dan organisasi dalam pelaksanaan operasi gabungan maupun kampanye militer.
Laksdya Denih menegaskan bahwa target utama adalah mempertajam profesionalisme matra yang digabungkan dalam latihan operasi integrasi ini. Ia berharap seluruh komponen dapat memberikan kontribusi terbaik dalam meningkatkan kemampuan operasional TNI secara keseluruhan.
“Targetnya mempertajam profesionalisme matra yang digabungkan di dalam latihan operasi integrasi ini,” tegas Laksdya Denih.
