Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Jatim

Topics Covered: Hari Koperasi Nasional, Momen Kebangkitan Kolaborasi Perekonomian Kerakyatan

Robert Hernandez - beritanara.com 3 mins baca

Hari Koperasi Nasional: Momen Kolaborasi dan Perekonomian Kerakyatan Topics Covered – Banyuwangi, tvOnenews.com – Momen Hari Koperasi Nasional yang jatuh pada

Topics Covered: Hari Koperasi Nasional, Momen Kebangkitan Kolaborasi Perekonomian Kerakyatan

Hari Koperasi Nasional: Momen Kolaborasi dan Perekonomian Kerakyatan

Topics Covered – Banyuwangi, tvOnenews.com – Momen Hari Koperasi Nasional yang jatuh pada 15 Juli dianggap sebagai kesempatan penting untuk mereaktivasi peran koperasi dalam perekonomian kerakyatan. Setelah empat tahun dihentikan, Dekopinda Banyuwangi kini berharap bisa menjadi pusat kolaborasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat melalui pendekatan gotong-royong. Kepemimpinan baru dalam organisasi ini diharapkan dapat membawa inovasi dan strategi baru untuk memperkuat sistem koperasi yang terus berkembang di tengah dinamika ekonomi global.

Pemimpin Baru Dekopinda Banyuwangi Berkomitmen Membangun Koperasi Berkualitas

“Saya akan segera berkoordinasi dengan rekan-rekan KDKMP untuk membahas langkah kolaboratif dalam membangun koperasi yang lebih berkualitas di Banyuwangi,” ujar Saiful Anam, ketua Dekopinda Banyuwangi, Rabu (15/7).

Menurut Saiful, kepengurusan baru menghadirkan energi segar yang mengandung konsep inovatif sesuai dengan perkembangan teknologi digital. Ia menekankan bahwa kolaborasi antaranggota koperasi, serta dukungan dari pemerintah daerah, menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem perekonomian yang inklusif. Dalam Topics Covered ini, fokus juga diberikan pada perluasan akses pasar dan penguatan kemitraan antarlembaga ekonomi rakyat.

Tantangan Global dan Strategi Adaptasi dalam Koperasi Modern

Ketua Dekopinda Jatim, Slamet Sutanto, mengingatkan bahwa koperasi modern menghadapi berbagai tantangan dalam era globalisasi. Dalam Topics Covered ini, tiga isu utama diidentifikasi, yaitu perubahan regulasi, persaingan yang semakin ketat, dan kebutuhan adaptasi digital. Slamet menjelaskan bahwa peran Dekopinda adalah memberikan sumber daya dan pelatihan yang memadai agar koperasi bisa tetap relevan dan kompetitif.

“Dekopinda harus mampu menjawab tiga tantangan tersebut dengan menyediakan sumber daya yang handal,” tambah Slamet.

Salah satu langkah strategis yang diambil adalah melalui Lembaga Pendidikan Koperasi Daerah (Lapenkopda) yang siap memberikan pelatihan profesional kepada anggota koperasi. Program ini dirancang agar selaras dengan kebutuhan Topics Covered dalam mendorong inovasi dan keterlibatan masyarakat dalam perekonomian kerakyatan. Slamet juga menyebutkan bahwa adaptasi digital menjadi poin penting untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengakses pasar yang lebih luas.

Penguatan Nilai Gotong-Royong dalam Koperasi

Dalam Topics Covered ini, nilai-nilai gotong-royong dan sosial tetap menjadi fondasi utama koperasi. Slamet menegaskan bahwa meskipun ada ruang hukum dalam regulasi KDKMP berdasarkan UU Koperasi Nomor 25 Tahun 1992, pendekatan kolaboratif tetap diperlukan untuk memastikan koperasi dapat bertahan di tengah perubahan yang cepat. Pembahasan peraturan baru di Komisi VI DPR RI diharapkan bisa memberikan peluang untuk pengembangan koperasi yang lebih inklusif.

Lebih lanjut, koperasi dianjurkan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam kegiatan ekonomi kerakyatan. Dengan Topics Covered yang mencakup aspek pemerintahan, pengelolaan modal, dan pelayanan masyarakat, Dekopinda Jatim berkomitmen untuk memastikan keberlanjutan koperasi di masa depan. Slamet menekankan bahwa ekosistem koperasi harus mampu menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat yang menjadi pelaku utama.

Langkah Nyata untuk Membangun Koperasi yang Berdaya

Sebagai bagian dari Topics Covered, Dekopinda Jatim telah mengambil langkah konkret untuk memperkuat kapasitas SDM anggota koperasi. Pelatihan yang disediakan oleh Lapenkopwil Jatim dirancang agar sesuai dengan kebutuhan pasar modern dan teknologi yang semakin maju. Slamet menyebutkan bahwa program ini tidak hanya fokus pada penguasaan keterampilan, tetapi juga pada penerapan prinsip-prinsip koperasi yang mendasar.

Dalam Topics Covered ini, juga ditekankan pentingnya sinergi antara lembaga ekonomi rakyat dengan berbagai stakeholder, seperti pemerintah, pengusaha, dan organisasi keuangan. Dengan kolaborasi yang terarah, koperasi diharapkan bisa menjadi penggerak utama perekonomian daerah dan membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh akses ke sumber daya ekonomi yang lebih merata. Strategi ini sejalan dengan tujuan Hari Koperasi Nasional sebagai momen untuk merevitalisasi peran koperasi dalam pembangunan nasional.

Ikut berdiskusi