Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Jatim

Sebanyak 27 Desa di 10 Kecamatan di Bangkalan Kesulitan Air Bersih

Elizabeth Jones - beritanara.com 2 mins baca

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bangkalan aktif mengirimkan bantuan air bersih ke wilayah yang terdampak kekeringan. Setiap harinya, organisasi

Sebanyak 27 Desa di 10 Kecamatan di Bangkalan Kesulitan Air Bersih

PMI Bangkalan Kirim Bantuan Air Bersih di Tengah Krisis Kekeringan

Beritanara.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bangkalan aktif mengirimkan bantuan air bersih ke wilayah yang terdampak kekeringan. Setiap harinya, organisasi tersebut mengirim dua tangki berisi 10 ribu liter air ke Kecamatan Tanah Merah. Muhammad Al Fayid, staf bidang penanggulangan bencana PMI Bangkalan, menjelaskan bahwa permintaan air di wilayah tersebut terus meningkat setiap hari.

Selain distribusi air, PMI juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang cara menghemat penggunaan air selama musim kemarau panjang. Harapannya, warga dapat memanfaatkan air bersih secara bijak sesuai kebutuhan sehari-hari.

Dampak Kekeringan Terhadap 15.789 Keluarga

Krisis air bersih telah melanda 27 desa yang tersebar di 10 kecamatan Kabupaten Bangkalan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat bahwa sebanyak 15.789 keluarga mengalami dampak langsung dari kondisi ini. Sebagian warga terpaksa membeli air bersih dengan harga mencapai Rp 250.000 per tangki.

Syamsiah, seorang warga Desa Batangan, Kecamatan Tanah Merah, mengungkapkan bahwa kesulitan mendapatkan air bersih sudah berlangsung lebih dari satu bulan. Sumur-sumur dan sumber mata air di desanya mulai kering akibat musim kemarau yang panjang.

“Sudah surut semua. Kalau untuk konsumsi, kita cari sampai ke luar desa. Karena di desa lain ada sumur yang masih ada airnya, tapi kalau kemarau begini ya antre sama warga lain juga,” kata Syamsiah.

Menurut Syamsiah, bantuan air dari pemerintah menjadi alternatif, namun distribusinya belum mampu memenuhi kebutuhan harian. Warga terkadang harus menunggu hingga satu bulan untuk menerima bantuan tersebut.

“Kalau bantuan kadang harus nunggu sebulan. Tapi ya tetap kita tunggu karena butuh. Jadi sambil menunggu itu ya kita cari air di sekitar. Kalau yang mampu ya beli,” ujarnya.

Masyarakat berharap pemerintah dapat memberikan bantuan air bersih secara rutin. Saat ini, warga sudah tidak bisa lagi menikmati air bersih secara memadai dan harus mencari solusi lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ikut berdiskusi