Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Jatim

Meeting Results: Jemaah Haji Tertua Se-Indonesia Tiba di Debarkasi Surabaya, langsung Dikunjungi Menteri Haji dan Umroh

Robert Hernandez - beritanara.com 3 mins baca

Haji Tertua Indonesia Tiba di Surabaya, Ditemui Menteri Haji Meeting Results yang menarik perhatian publik terjadi saat jemaah haji tertua se-Indonesia, Mbah

Meeting Results: Jemaah Haji Tertua Se-Indonesia Tiba di Debarkasi Surabaya, langsung Dikunjungi Menteri Haji dan Umroh

Meeting Results: Jemaah Haji Tertua Indonesia Tiba di Surabaya, Ditemui Menteri Haji

Meeting Results yang menarik perhatian publik terjadi saat jemaah haji tertua se-Indonesia, Mbah Marsiyah Salim, tiba di Debarkasi Surabaya. Ia didampingi oleh anak perempuannya, Muidah Tauhid, dan langsung diterima oleh Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf di asrama haji Sukolilo. Hadirnya menteri yang dijuluki Gus Irfan ini memperlihatkan dukungan pemerintah terhadap penyelenggaraan ibadah haji yang dijalani oleh jemaah berusia 105 tahun tersebut. Mbah Marsiyah, yang berasal dari Desa Bulu, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, merupakan bagian dari Kloter 112 yang kembali ke tanah air setelah menyelesaikan perjalanan suci.

Kehadiran Jemaah di Tanah Air dan Kehormatan Khusus

Mbah Marsiyah tiba di Surabaya pada Selasa (30/06), sebelum ulang tahunnya yang jatuh pada hari berikutnya, 1 Juli. Ia diterima dengan penerimaan yang penuh kehangatan oleh petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) setempat. Sebagai jemaah haji tertua, ia menjadi sorotan media dan masyarakat yang berharap melihat kebahagiaannya setelah menyelesaikan ibadah. Pada kesempatan itu, Menteri Haji dan Umrah menyampaikan pesan khusus yang diwakili oleh pemerintah pusat, menegaskan bahwa setiap jemaah, terlepas dari usia, memiliki peran penting dalam keberhasilan ibadah haji nasional.

Proses Debarasi dan Keberhasilan Ibadah

Pengalaman debarkasi Mbah Marsiyah menjadi momen spesial yang diabadikan oleh petugas dan keluarga. Sebelum tiba di Surabaya, ia telah menyelesaikan rangkaian prosesi haji di Makkah dan Madinah, termasuk melaksanakan tugas pokok seperti berkumpul di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Meski tidak ikut dalam aktivitas sunnah, ia tetap mengikuti rangkaian utama ibadah haji secara penuh. Muidah Tauhid menyampaikan bahwa kehadiran ibu kandakninya tersebut dianggap sebagai bentuk keberhasilan yang luar biasa, karena usianya yang terus bertambah tidak menghalangi ia untuk menyelesaikan haji dengan baik.

Interaksi Khusus dengan Menteri dan Harapan untuk Generasi Muda

Seusai debarkasi, Menteri Haji dan Umrah menyempatkan diri untuk bertemu langsung dengan Mbah Marsiyah. Dalam pertemuan singkat, ia menyampaikan rasa syukur atas perjalanan hajinya yang lancar. “Alhamdulillah, saya banyak berdoa agar bisa melaksanakan ibadah di tanah suci, dan juga mendoakan anak cucu agar bisa menyempurnakan ibadah haji kelak,” ujarnya. Pesan dari Mbah Marsiyah ini menegaskan pentingnya nilai-nilai religius yang diwariskan kepada generasi muda, serta peran pemerintah dalam mendukung proses debarkasi jemaah haji, terutama yang berusia lanjut.

Penyesuaian Kondisi Fisik dan Konsultasi Medis

Mbah Marsiyah mengalami kendala ringan selama perjalanan haji, terutama di Madinah akibat cuaca yang terik. Menurut Muidah Tauhid, ibu tersebut sempat menunggu di luar masjid saat salat Asar karena kesiangan. Kondisi fisiknya sedikit terganggu, tetapi setelah diberi obat oleh petugas kesehatan, ia segera pulih. Konsistensi kesehatan jemaah haji tertua ini juga menjadi bahan evaluasi dalam proses debarkasi, mengingat keberhasilan melaksanakan ibadah tetap menjadi prioritas utama. Pemerintah juga melakukan pemeriksaan medis tambahan untuk memastikan kesiapan jemaah lanjut usia saat kembali ke tanah air.

Kontinuitas Kebijakan dan Harapan ke Depan

Meeting Results ini menjadi bukti bahwa pemerintah terus berupaya memastikan kenyamanan dan keselamatan jemaah haji, terutama yang berusia lanjut. Menteri Haji dan Umrah mengungkapkan bahwa pembangunan fasilitas debarkasi dan ketersediaan layanan kesehatan merupakan bagian dari upaya memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap ibadah haji. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau kebutuhan khusus jemaah, termasuk mendukung ketersediaan transportasi dan akomodasi yang memadai. “Ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap jemaah haji yang sudah berusia lanjut, agar mereka bisa menyelesaikan ibadah haji dengan aman dan nyaman,” jelas Gus Irfan.

Perjalanan Sebelumnya dan Niat Ibadah yang Tulus

Sebelum melaksanakan haji, Mbah Marsiyah Salim telah mempersiapkan diri dengan baik, termasuk melalui latihan fisik dan konsultasi kesehatan. Ia mengungkapkan bahwa niat melakukan ibadah haji merupakan hal yang sangat berharga. “Saya berdoa agar bisa menyelesaikan haji ini, karena itu adalah impian yang paling besar,” tuturnya. Proses debarkasi yang diadakan di Surabaya menjadi kesempatan untuk mengevaluasi keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji, sekaligus memberikan apresiasi khusus kepada jemaah yang mengikuti haji dengan tekun meski dalam usia yang cukup lanjut.

Ikut berdiskusi