Latest Program: Gubernur Khofifah Perluas Pasar Murah hingga Banyuwangi, Perkuat Pengendalian Inflasi, Jaga Daya Beli Masyarakat Jatim
Gubernur Khofifah Perluas Pasar Murah hingga Banyuwangi, Perkuat Pengendalian Inflasi, Jaga Daya Beli Masyarakat Jatim Latest Program - Banyuwangi
Gubernur Khofifah Perluas Pasar Murah hingga Banyuwangi, Perkuat Pengendalian Inflasi, Jaga Daya Beli Masyarakat Jatim
Latest Program – Banyuwangi, tvOnenews.com – Jumat (3/7), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadirkan Pasar Murah di Lapangan Desa Kedungrejo, Kabupaten Banyuwangi. Langkah ini bertujuan memperkuat komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mengendalikan inflasi serta memastikan akses masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau.
Mekanisme Strategis untuk Stabilitas Harga
Khofifah menjelaskan bahwa Pasar Murah tidak hanya acara rutin distribusi bahan makanan. Ia menjadikannya alat penting dalam menstabilkan harga pangan, sekaligus bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat.
“Pasar Murah diperkenalkan kembali sebagai upaya untuk menjaga daya beli masyarakat, sekaligus memudahkan akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga lebih murah,” kata gubernur.
Dalam penyelenggaraan Pasar Murah, berbagai komoditas pangan dijual lebih murah dibanding pasar umum. Seperti beras premium yang ditawarkan Rp14.000 per kilogram atau Rp70.000 per kemasan lima kilogram, lebih rendah dari harga pasar Rp15.166 per kilogram. Beras SPHP dibanderol Rp11.000 per kilogram atau Rp55.000 per kemasan lima kilogram, dengan total stok mencapai 10 ton.
“Pasar Murah selalu jadi magnet bagi warga. Selain memudahkan pengadaan kebutuhan pokok, ini juga mengurangi tekanan inflasi serta menjamin akses bahan makanan bagi semua lapisan masyarakat,” imbuhnya.
Kehadiran Pasar Murah di Banyuwangi mendapat sambutan positif. Khofifah mengakui antusiasme masyarakat sangat tinggi, dengan banyak warga datang untuk memanfaatkan kesempatan ini.
“Alhamdulillah, masyarakat berbondong-bondong datang. Mereka merasakan manfaat langsung dari program ini,” ujarnya.
