Important Visit: Melihat Pengelolaan Pertanian Berkelanjutan di Banyuwangi, Ini Kesan Delegasi Argentina
Important Visit: Delegasi Argentina Terkesan dengan Pengelolaan Pertanian Berkelanjutan di Banyuwangi Important Visit - Sebuah important visit yang memperkaya
Important Visit: Delegasi Argentina Terkesan dengan Pengelolaan Pertanian Berkelanjutan di Banyuwangi
Important Visit – Sebuah important visit yang memperkaya pengalaman internasional telah berlangsung di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada 24 hingga 27 Juni 2026. Acara ini adalah bagian dari program Capacity Building for Like-Minded Countries (LMCs): Sustainable Timber yang dipelopori Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu RI) dan Center for Transdisciplinary and Sustainability Sciences (CTSS) IPB University. Dalam important visit ini, 36 delegasi dari 16 negara termasuk Argentina menghadiri Banyuwangi untuk mempelajari model pengelolaan pertanian dan perkebunan berkelanjutan yang inovatif.
Insight dari Delegasi Argentina
Salah satu anggota delegasi, Facundo Gonzalez, dari unit lingkungan hidup, perubahan iklim, dan perdagangan Kementerian Luar Negeri Argentina, menyampaikan kesan mendalam atas pengalaman di Banyuwangi. Menurutnya, important visit ini menjadi momen penting bagi negara-negara yang ingin mengadopsi praktik pertanian ramah lingkungan. “Banyuwangi adalah negara Asia pertama yang saya kunjungi, dan pengelolaannya benar-benar luar biasa,” ujarnya saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Banyuwangi, Rabu (24/06).
“Saya terkesan dengan cara masyarakat lokal melibatkan teknologi modern dalam pertanian sambil tetap menjaga keberlanjutan lingkungan. Ini memberi saya ide baru tentang bagaimana important visit bisa berdampak langsung pada kebijakan negara kami,” tambah Facundo.
Banyuwangi, dengan luas hutan seluas 110.000 hektar, menjadi contoh nyata tentang integrasi antara pertanian dan lingkungan. Delegasi Argentina menyaksikan berbagai inisiatif seperti penggunaan sistem penanaman berkelompok, teknik pertanian organik, dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam. Facundo mengatakan, pengalaman di Banyuwangi memberinya wawasan tentang cara menggabungkan ekonomi dan ekologi secara efektif.
Kesan dari Delegasi Lain
Delegasi Ghana, Ophilious Lambog dari Timber Industry Development Division, Forestry Commission Ghana, juga membagikan pengalaman yang tak terlupakan. “Masyarakat Banyuwangi sangat ramah dan makanannya enak, tetapi yang paling menarik adalah cara mereka mengelola hutan dan perkebunan secara berkelanjutan,” ujarnya. Important visit ini tidak hanya membuka mata tentang teknik pertanian tetapi juga tentang semangat kolaborasi internasional.
“Saya melihat bahwa Banyuwangi tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan. Ini sangat relevan bagi negara-negara berkembang yang ingin mengelola sumber daya alam tanpa merusak ekosistem,” lanjut Ophilious.
Banyuwangi juga menunjukkan contoh keberhasilan dalam mengatasi perubahan iklim melalui pertanian berkelanjutan. Pertanian di sini tidak hanya menghasilkan produk pertanian tetapi juga menciptakan ekosistem yang stabil dan mengurangi emisi karbon. Selama important visit, delegasi dari berbagai negara diberi kesempatan untuk melihat langsung beberapa proyek yang mendukung keberlanjutan, seperti program reboisasi, penggunaan energi terbarukan dalam pertanian, serta penerapan sistem pertanian berbasis komunitas.
Delegasi Argentina menyampaikan apresiasi terhadap upaya pemerintah daerah dalam memperkenalkan important visit sebagai platform belajar bagi negara-negara lain. Facundo Gonzalez menekankan bahwa kunjungan ini memberinya wawasan tentang pentingnya keberlanjutan dalam pengelolaan pertanian. “Ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang kesadaran masyarakat dan komitmen pemerintah untuk melindungi alam,” jelasnya.
Program important visit ini menegaskan komitmen Indonesia dalam membangun hubungan internasional di bidang lingkungan dan pertanian. Banyuwangi, sebagai pusat pengelolaan pertanian berkelanjutan, dianggap sebagai contoh yang sangat inspiratif. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, pejabat, dan pengusaha lokal, delegasi dari Argentina dan negara lain bisa melihat bagaimana pengelolaan pertanian yang modern dan ramah lingkungan bisa diterapkan di berbagai kondisi geografis dan budaya.
