Skip to content
Fresh Desk
Agustus 7, 2026
Trend

Sarwendah atau Ruben Onsu yang Lebih Berpeluang Menangkan Hak Asuh Anak? Ini Penilaian 3 Praktisi Hukum

Joseph Brown - beritanara.com 3 mins baca

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menggelar sidang mediasi kedua pada Kamis, 6 Agustus 2026. Sidang ini menjadi perhatian publik karena mediasi

Sarwendah atau Ruben Onsu yang Lebih Berpeluang Menangkan Hak Asuh Anak? Ini Penilaian 3 Praktisi Hukum

Sarwendah atau Ruben Onsu: Siapa yang Menang Hak Asuh?

Beritanara.com – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menggelar sidang mediasi kedua pada Kamis, 6 Agustus 2026. Sidang ini menjadi perhatian publik karena mediasi pertama pada 22 Juli 2026 tidak menghasilkan kesepakatan. Gugatan yang diajukan Ruben Onsu bermula dari kesulitan ia alami dalam bertemu ketiga anaknya sesuai perjanjian yang telah disepakati pasca perceraian. Proses hukum ini akan menentukan siapa yang lebih berpeluang mendapatkan hak asuh anak.

Analisis Tiga Praktisi Hukum

Tiga praktisi hukum memberikan pandangan mereka mengenai kasus ini. Mereka adalah Agustinus Nahak, Deolipa Yumara, serta Irjen Pol (Purn) Ricky Sitohang. Meskipun terdapat perbedaan dalam penilaian, konsensus yang mereka capai adalah kepentingan terbaik anak harus menjadi fokus utama dalam perkara ini. Setiap praktisi memberikan perspektif unik berdasarkan pengalaman mereka di bidang hukum keluarga.

Agustinus Nahak menilai bahwa gugatan Ruben memiliki landasan hukum yang perlu dibuktikan lebih lanjut di persidangan. Menurut pengamat hukum tersebut, Ruben Onsu menduga terjadi wanprestasi terhadap perjanjian hak asuh yang telah disepakati bersama Sarwendah sebelumnya. Hal ini menjadi dasar utama dalam gugatan yang diajukan.

“Tapi kembali lagi bahwa selama ini kita lihat bahwa Sarwendah-lah sebagai pengasuh anak-anak ini. Ternyata ada kesepakatan yang dinotarialkan atau diaktakan dan saat ini digugat karena Ruben melihat ada wanprestasi,”

Penjelasan lebih lanjut dari Agustinus menyebutkan bahwa salah satu pemicu gugatan adalah perasaan Ruben yang dipersulit dalam kunjungan ke anak-anaknya. Selain itu, praktisi hukum ini juga menyoroti kehadiran pihak ketiga di dalam rumah yang masih berstatus sebagai harta bersama. Kehadiran orang asing di rumah yang seharusnya menjadi tempat bersama menjadi salah satu poin penting dalam kasus ini.

“Selama ini mungkin dia mau datang ketemu anak-anak mungkin tidak diberikan kesempatan itu. Yang kedua, kehadiran orang asing yang ada di rumahnya Ruben sama rumahnya Sarwendah itu kan rumah masih harta bersama yang harusnya ketika ada orang datang masuk situ, bekerja di situ atau apa pun itu harusnya izin daripada salah satu pihak juga,”

Menurut Agustinus Nahak, rasa rindu yang mendalam terhadap anak-anak juga menjadi salah satu motivasi Ruben Onsu mengajukan gugatan. Tujuannya adalah agar hak asuh yang selama ini dipegang Sarwendah dapat dialihkan kepada Ruben. Hal ini menunjukkan bahwa faktor emosional juga berperan dalam proses hukum ini.

Proses Hukum dan Kemungkinan Hasil

Proses mediasi kedua ini akan menjadi penentu dalam kasus hak asuh anak. Jika mediasi gagal, maka kasus akan dilanjutkan ke persidangan penuh. Setiap pihak akan memberikan bukti dan argumentasi mereka di hadapan hakim. Keputusan akhir akan didasarkan pada kepentingan terbaik anak dan bukti-bukti yang disajikan.

Dalam hukum keluarga Indonesia, hak asuh anak biasanya diberikan kepada pihak yang dianggap lebih mampu memberikan perlindungan dan pendidikan terbaik. Namun, dalam kasus ini, kedua pihak memiliki hak dan kewajiban yang sama terhadap anak-anak mereka. Proses hukum akan menentukan bagaimana hak-hak tersebut dapat diwujudkan.

FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Kasus Hak Asuh

Apa itu mediasi dalam kasus hak asuh anak? Mediasi adalah proses penyelesaian sengketa di luar pengadilan dengan bantuan mediator. Dalam kasus ini, mediator akan membantu kedua pihak mencapai kesepakatan damai tanpa perlu melalui persidangan penuh.

Berapa lama proses mediasi biasanya berlangsung? Proses mediasi umumnya berlangsung selama beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung pada kompleksitas kasus dan kesepakatan kedua pihak. Dalam kasus ini, mediasi pertama sudah berlangsung pada 22 Juli 2026.

Apa yang terjadi jika mediasi gagal? Jika mediasi gagal, maka kasus akan dilanjutkan ke persidangan penuh. Hakim akan mendengarkan kedua pihak dan memberikan keputusan berdasarkan bukti-bukti yang disajikan.

Bagaimana hak asuh anak ditentukan dalam hukum Indonesia? Hak asuh anak ditentukan berdasarkan kepentingan terbaik anak. Faktor-faktor yang dipertimbangkan termasuk kemampuan finansial, lingkungan hidup, dan hubungan emosional antara anak dengan masing-masing orang tua.

Apakah keputusan mediasi bersifat final? Keputusan mediasi bersifat mengikat jika kedua pihak menyetujuinya. Namun, jika salah satu pihak tidak setuju, maka kasus dapat dilanjutkan ke persidangan penuh.

Untuk informasi lebih lanjut tentang kasus ini, Anda dapat mengunjungi artikel lengkap di TVOne News. Kasus ini akan terus menjadi sorotan publik hingga keputusan akhir diberikan.

Ikut berdiskusi