Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Sumatera

Tubuh Penuh Luka Bacokan – Seorang Remaja di Deli Serdang Diduga Jadi Korban Tawuran hingga Tewas

Robert Hernandez - beritanara.com 3 mins baca

Korban Tawuran Geng Motor Ditemukan Meninggal di Parit, Tubuh Penuh Luka Bacokan Tubuh Penuh Luka Bacokan - Korban tawuran yang menyebabkan kematian tubuh

Tubuh Penuh Luka Bacokan – Seorang Remaja di Deli Serdang Diduga Jadi Korban Tawuran hingga Tewas

Korban Tawuran Geng Motor Ditemukan Meninggal di Parit, Tubuh Penuh Luka Bacokan

Tubuh Penuh Luka Bacokan – Korban tawuran yang menyebabkan kematian tubuh penuh luka bacokan ditemukan di parit Jalan Setia Pasar III, Marindal Satu, Kecamatan Patumbak, Deli Serdang, Senin (22/6/2026) dini hari. Mayat pria yang diduga menjadi saksi kebrutalan antar geng motor itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan, dengan luka di berbagai bagian tubuh dan darah menggenang di sekitar lokasi.

Kabar ditemukannya korban pertama kali menyebar setelah warga sekitar menemukan jenas di parit tersebut pada pagi hari, sekitar pukul 04.00 WIB. Menurut saksi mata, korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa dengan wajah tertutup darah dan luka-luka yang menggambarkan pertarungan sengit antara dua pihak. Tubuh penuh luka bacokan menjadi bukti bahwa korban mengalami serangan brutal hingga tewas.

“Pagi hari, saat berusaha melaksanakan salat subuh, tiba-tiba kami kaget ada mayat di parit itu,” kata Alan, warga setempat.

Alan menjelaskan, imam masjid di dekat lokasi sempat mendengar suara keributan dan teriakan minta tolong sepanjang malam. Namun karena ketakutan akan konflik, ia memilih tidak keluar dari rumah. Menurut informasi, suara minta ampun terdengar berkali-kali, menunjukkan adanya korban yang berusaha menyelamatkan diri dari serangan geng motor.

“Jadi malamnya, waktu dini hari, kata imam masjid di sini cerita ke saya kalau dia lihat ada remaja tawuran, terus suara minta ampun terdengar berkali-kali. Ampun-ampun katanya, karena takut imam itu gak berani dia,” ungkapnya.

Korban diperkirakan berusia 14 tahun, kata Kepala Seksi Trantib Desa Marindal, Wasno. Ia membenarkan temuan mayat di wilayahnya dan menyatakan bahwa jenas telah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Penyelidikan terus berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, yang diduga akibat tubuh penuh luka bacokan.

Detail Pertarungan Tawuran yang Mematikan

Menurut laporan dari warga, tawuran antar geng motor terjadi sekitar pukul 23.00 WIB hingga dini hari. Pertarungan ini diawali dengan perdebatan kecil, kemudian melesat menjadi bentrokan fisik yang memakan korban. Tubuh penuh luka bacokan korban menunjukkan bahwa ia menjadi sasaran langsung selama peristiwa tersebut.

Pihak kepolisian mengungkap bahwa tawuran ini berlangsung di dekat pasar III, tempat korban ditemukan. Polrestabes Medan dan Polsek Patumbak bersama warga setempat melakukan pencarian jenas korban setelah mendapatkan laporan dari masyarakat. Dalam penyelidikan, petugas menemukan bukti-bukti bahwa korban mengalami serangan hingga tidak mampu berdiri lagi.

“Pertarungan sengit antar geng motor berlangsung sejak malam hari hingga dini hari. Kita masih menunggu pengakuan dari pelaku yang diduga menyebabkan tubuh penuh luka bacokan korban,” kata Kasubag Humas Polrestabes Medan, Rudi, Selasa (23/6/2026).

Pengakuan Rudi menunjukkan bahwa kepolisian sedang memastikan identitas pelaku dan alasan terjadinya tawuran yang berujung pada kematian. Menurut sumber, tawuran ini disebabkan oleh perselisihan antar kelompok yang berlangsung beberapa hari sebelumnya. Tubuh penuh luka bacokan korban menjadi bukti bahwa konflik tersebut telah mencapai titik puncak.

Proses Identifikasi dan Penyelidikan lebih Lanjut

Tim Inafis Polrestabes Medan dan Polsek Patumbak bekerja sama dengan pihak desa serta warga setempat mengambil jenas korban untuk identifikasi. Dalam proses tersebut, mereka menemukan bahwa korban berinisial MN, warga Medan Tembung, yang sempat menjadi saksi kebrutalan selama tawuran berlangsung.

“Sudah kita pulangkan ke rumah duka. Untuk kasus ini masih dalam penyelidikan Polsek Patumbak,” kata Wasno saat diwawancarai, Selasa (23/6/2026).

Wasno menambahkan bahwa korban ditemukan dalam kondisi memprihatinkan, dengan luka di kepala, dada, dan lengan. Pengakuan dari warga menyatakan bahwa tubuh penuh luka bacokan ini menunjukkan kebrutalan yang terjadi selama tawuran. Pihak kepolisian berupaya mempercepat proses penyelidikan untuk mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas kematian korban.

Proses identifikasi jenas korban juga menemukan bahwa ia belum sempat melaporkan kejadian tersebut kepada orang tua sebelum tewas. Sementara itu, keluarga korban sedang berusaha mengumpulkan bukti-bukti tambahan untuk menuntut pelaku yang diduga bertanggung jawab atas tubuh penuh luka bacokan korban.

Ikut berdiskusi