New Policy: Dukung B50 dan Ketahanan Pangan, PTPN IV PalmCo Perkuat PSR, Serap 1,73 Juta Ton TBS Petani
PTPN IV PalmCo Lanjutkan Dukungan B50 dan Ketahanan Pangan dengan Program PSR, Serap 1,73 Juta Ton TBS Petani New Policy - Dalam upaya mendukung new policy
PTPN IV PalmCo Lanjutkan Dukungan B50 dan Ketahanan Pangan dengan Program PSR, Serap 1,73 Juta Ton TBS Petani
New Policy – Dalam upaya mendukung new policy yang ditetapkan pemerintah terkait penggunaan B50 dan peningkatan ketahanan pangan nasional, PTPN IV melalui anak perusahaan PalmCo terus memperkuat program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan serapan TBS (tambak sawit) dari petani, dengan target menyerap hingga 1,73 juta ton per tahun, yang menjadi salah satu strategi utama dalam memastikan pasokan bahan baku energi nabati secara stabil.
New policy penggunaan B50, yang mewajibkan campuran 50 persen biodiesel berbasis sawit ke dalam bahan bakar fosil, dianggap sebagai peluang besar untuk memperkuat ekonomi sawit rakyat. Dengan program PSR, PTPN IV PalmCo tidak hanya mendukung kebijakan pemerintah tetapi juga membantu meningkatkan produktivitas tanaman kelapa sawit di lingkungan sekitar, sekaligus memastikan ketersediaan bahan baku minyak goreng nasional.
Strategi PTPN IV dalam Memperkuat Ketahanan Pangan
Kunjungan Menteri Pertanian Republik Indonesia dan pelaksana tugas direktur jenderal perkebunan ke fasilitas PKS Adolina di Serdang Bedagai membuktikan bahwa new policy tersebut mendapat perhatian serius dari pihak pemerintah. Selama dialog bersama para petani, Heru Tri Widarto mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan seperti PTPN IV PalmCo memiliki peran kunci dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan pangan dan energi.
“PTPN IV PalmCo tidak hanya menjadi penyuplai strategis untuk industri biodiesel B50, tetapi juga sebagai mitra utama dalam mengamankan pasokan minyak goreng nasional,” ungkap Heru, yang didampingi Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Krisna Santosa.
Dalam new policy ini, keterlibatan PTPN IV PalmCo berupa peremajaan tanaman kelapa sawit dan pengoptimalan rantai pasok menunjukkan komitmen untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil. Dengan memperkuat PSR, perusahaan turut memastikan keberlanjutan industri sawit rakyat di tengah tantangan global terkait perubahan iklim.
Implementasi Kebijakan B50 dan Dampak pada Petani
Program B50 diharapkan mampu menyerap tambahan 1–2 juta ton CPO (crude palm oil) per tahun, yang akan berdampak langsung pada pendapatan petani. Hingga Juni 2026, PTPN IV PalmCo telah menyerap 3,26 juta ton TBS selama 2025, dan pada periode yang sama, jumlah serapan mencapai 1,73 juta ton per tahun. Dengan penyerapan tersebut, perusahaan menjaga ketersediaan bahan baku untuk industri biodiesel maupun kebutuhan pangan.
New policy ini tidak hanya membantu pemerintah dalam mencapai target ketahanan pangan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi kepada sekitar 28.786 keluarga petani yang bekerja sama dengan perusahaan. Luas areal kebun sawit yang dikembangkan oleh PalmCo mencapai 54.148 hektare, yang merupakan kontribusi signifikan dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Kemitraan antara perusahaan dan petani juga menjadi fokus utama dalam new policy yang dijalankan PTPN IV. Perusahaan berkomitmen untuk memberdayakan petani melalui pelatihan teknis, akses ke bahan baku, dan peningkatan nilai tambah produk. Dengan program PSR, perusahaan tidak hanya menyerap TBS tetapi juga memastikan pertumbuhan tanaman kelapa sawit yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Di samping itu, new policy tersebut juga menjadi stimulus untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil. Dengan menyerap 1,73 juta ton TBS per tahun, PTPN IV PalmCo membantu memenuhi kebutuhan bahan baku B50, sekaligus memastikan stok minyak goreng nasional tetap stabil. Ini menunjukkan bahwa program ini tidak hanya sekadar kebijakan tetapi juga solusi praktis yang mengintegrasikan kebutuhan energi dan pangan.
Dengan pendekatan holistik yang menggabungkan new policy, PTPN IV PalmCo berharap mampu menciptakan ekosistem sawit rakyat yang lebih kuat. Langkah-langkah seperti peremajaan sawit, peningkatan serapan TBS, dan penguatan rantai pasok diharapkan memberikan dampak jangka panjang dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung keberlanjutan pangan dan energi nasional.
