Mantan Istri Anggotanya Tewas Diduga ‘Ditembak’, Kanit Reskrim Sunggal Dicopot dari Jabatannya
Kepolisian Daerah Sumatera Utara melalui Kapolda Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto telah melaksanakan pergantian posisi bagi beberapa perwira di wilayah
Rotasi Pejabat Polrestabes Medan Usai Kasus Kematian Winda Lorenza
Beritanara.com – Kepolisian Daerah Sumatera Utara melalui Kapolda Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto telah melaksanakan pergantian posisi bagi beberapa perwira di wilayah Polrestabes Medan. Keputusan ini resmi dituangkan dalam surat telegram dengan nomor ST/520/VIII/KEP/2026 yang diterbitkan pada malam hari Rabu, tanggal 5 Agustus 2026.
Di antara para pejabat yang mengalami mutasi adalah Iptu Herman Sentosa, yang saat itu menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Sunggal. Ia dipindahkan untuk mengisi posisi Kasatsamapta di Polres Binjai. Langkah ini menarik perhatian masyarakat luas mengingat waktunya yang bersamaan dengan sorotan terhadap kematian Winda Lorenza Gowasa, seorang perempuan berusia 30 tahun.
Winda merupakan mantan istri Brigadir I, seorang anggota Polri yang bertugas di Unit Reskrim Polsek Sunggal di bawah komando Iptu Herman Sentosa. Jenazah korban ditemukan di kamar mandi rumah Brigadir I yang berlokasi di Komplek Bumi Asri, Kota Medan, pada hari Minggu, 2 Agustus 2026. Awalnya, korban diduga mengakhiri hidupnya dengan luka tembak di kepala menggunakan senjata api dinas yang sebelumnya disimpan di dalam tas.
Proses Penyelidikan dan Reaksi Keluarga
Meskipun pihak kepolisian menduga kasus ini sebagai bunuh diri, keluarga korban belum menerima penjelasan tersebut dan menuntut penyelidikan yang lebih transparan. Mereka masih mempertanyakan penyebab pasti kematian Winda Lorenza.
Kapolrestabes Medan, Kombes pol Jean Calvijn Simanjuntak, memberikan gambaran mengenai kronologi kejadian. Ia menjelaskan bahwa pada hari insiden, korban bersama anaknya yang berinisial M (9 tahun) serta Brigadir I berada di dalam satu kamar. Brigadir I sempat keluar sebentar kemudian kembali dan bertanya kepada M tentang keberadaan ibunya.
“Setelah itu, saksi I melihat tasnya sudah terbuka. Di dalamnya ada senjata api,” kata Calvijn, saat diwawancarai di Polrestabes Medan, Selasa (4/8/2026).
Brigadir I kemudian menyadari bahwa senjatanya telah hilang dari tas. Tak lama setelah itu, korban ditemukan sedang berada di kamar mandi dalam kamar yang sama. Calvijn juga menyebutkan bahwa selain Iptu Herman Sentosa, rotasi juga mencakup dua Kapolsek dan satu Kanit Reskrim lainnya di lingkungan Polrestabes Medan.
Ketika dikonfirmasi mengenai keterkaitan mutasi dengan kasus Winda Lorenza, Kombes pol Calvijn Simanjuntak belum memberikan klarifikasi lebih lanjut. Hingga saat ini, proses penyelidikan terus berlangsung untuk memastikan kebenaran atas kematian korban.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Mantan Istri Anggotanya Tewas Diduga Ditembak?
Mantan Istri Anggotanya Tewas Diduga Ditembak is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Mantan Istri Anggotanya Tewas Diduga Ditembak matter?
Mantan Istri Anggotanya Tewas Diduga Ditembak matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
