Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

Topics Covered: Menkes Budi Gunadi Sebut Indonesia Masih Kekurangan Dokter, Banyak yang Praktik di Tiga Faskes

Robert Hernandez - beritanara.com 3 mins baca

Banyak Praktik di Tiga Faskes Topics Covered: Menkes Budi Gunadi Sadikin menyoroti isu keterbatasan tenaga medis di Indonesia, khususnya defisit dokter yang

Topics Covered: Menkes Budi Gunadi Sebut Indonesia Masih Kekurangan Dokter, Banyak yang Praktik di Tiga Faskes

Indonesia Masih Kekurangan Dokter, Banyak Praktik di Tiga Faskes

Topics Covered: Menkes Budi Gunadi Sadikin menyoroti isu keterbatasan tenaga medis di Indonesia, khususnya defisit dokter yang berdampak pada penyaluran layanan kesehatan. Pernyataan ini disampaikannya dalam rapat dengan Komisi IX DPR RI di Gedung DPR, Jakarta Pusat. Menurut Menkes, masalah ketidakcukupan dokter umum dan spesialis terus mengemuka, dengan banyak profesional terpaksa bekerja di tiga fasilitas kesehatan (Faskes) dalam satu hari.

Topics Covered: Analisis Penyebab Kekurangan Dokter

Dalam diskusi, Budi menyebutkan bahwa penyebab utama defisit dokter adalah distribusi yang tidak merata antar daerah. Ia menjelaskan, keterbatasan jumlah tenaga medis ini membuat para dokter terpaksa “berbagi” tugas di berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit. “Banyak dokter bekerja hingga larut malam, karena mereka harus mengisi kekurangan di tiga Faskes dalam sehari,” ujarnya. Menurut Menkes, kondisi ini berdampak pada kualitas pelayanan, karena tenaga medis yang sama harus menangani pasien yang beragam, mulai dari kasus umum hingga penyakit spesialis.

“Dokter internship sering dipaksa menggantikan posisi dokter yang sudah ada, sementara peserta PPDS harus bekerja hingga pagi-pagi subuh-subuh,” kata Budi. Ia menegaskan, tugas ini tidak hanya melelahkan, tetapi juga memperparah beban kerja mereka. “Kebutuhan akan dokter justru semakin meningkat, tetapi jumlah lulusan yang memadai belum cukup mengimbangi,” tambahnya.

“Banyak dokter yang terpaksa melayani pasien di tiga tempat berbeda, baik itu puskesmas, klinik, maupun rumah sakit. Situasi ini memperlihatkan bahwa struktur pelayanan kesehatan masih memerlukan reorganisasi,” imbuh Menkes. Ia juga menyoroti bahwa sistem perbekalan tenaga medis tidak selaras dengan kebutuhan masyarakat, terutama di daerah terpencil.

Topics Covered: Tantangan di Wilayah Terpencil

Menkes Budi Gunadi menyebutkan, daerah seperti Mamberamo Raya menjadi contoh nyata dari masalah ini. Dalam laporan yang diajukan Bupati setempat, disebutkan bahwa tidak ada satu pun dokter spesialis di wilayah tersebut. “Dokter giginya pun nol di setiap puskesmas. Ini membuat layanan kesehatan terbatas, terutama untuk kasus yang membutuhkan penanganan khusus,” jelasnya. Menurut Budi, kondisi ini memaksa para dokter umum untuk mengambil alih peran spesialis, yang berisiko menurunkan kualitas diagnosis dan perawatan.

Dalam penjelasannya, Budi menyebutkan bahwa dari 17 puskesmas di Mamberamo Raya, hanya 12 yang memiliki tenaga dokter. “Kalau cukup dokter, pasti SIP-nya satu, karena mereka bekerja di satu tempat saja,” tegas Menkes. Namun, kekurangan ini membuat mereka terpaksa berpindah antar fasilitas kesehatan, yang berdampak pada kelelahan dan risiko kesalahan diagnosis. Ia juga menyoroti bahwa daerah dengan jumlah populasi tinggi justru kekurangan dokter, sementara wilayah dengan populasi sedikit justru terdapat banyak tenaga medis.

Topics Covered: Solusi dan Perbaikan Sistem

Menurut Budi, langkah untuk mengatasi defisit dokter perlu melibatkan perubahan dalam struktur sistem kesehatan. “Kita perlu mengatur distribusi dokter lebih baik, agar mereka bisa fokus pada satu tempat pelayanan,” kata Menkes. Ia juga mengusulkan penguatan program perekrutan dan pelatihan tenaga medis, termasuk pengembangan sistem pendidikan yang lebih efektif. “Tantangan ini bisa diatasi dengan kebijakan yang lebih terencana, seperti peningkatan insentif dan kondisi kerja yang lebih baik di daerah terpencil,” imbuhnya.

Budi menambahkan, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting untuk menyelesaikan masalah ini. “Kita perlu mengoptimalkan sumber daya yang ada, termasuk memaksimalkan peran dokter internship dan PPDS sebagai cadangan sementara,” katanya. Ia juga menekankan perlunya memperbaiki sistem registrasi dan pengawasan di Faskes, agar tidak ada penyalahgunaan tenaga medis. “Topics Covered: Langkah-langkah ini bisa mengurangi beban kerja para dokter dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan,” pungkas Menkes.

Menkes Budi Gunadi Sadikin menyoroti bahwa masalah defisit dokter tidak hanya terjadi di satu daerah, tetapi juga merata di seluruh Indonesia. Ia menjelaskan bahwa kekurangan ini memperparah tekanan pada sistem kesehatan, terutama saat adanya peningkatan kasus penyakit menular atau krisis kesehatan lainnya. “Dengan banyak dokter yang bekerja di tiga Faskes, risiko kesalahan dalam pelayanan menjadi lebih tinggi,” ujarnya. Menurut Budi, diperlukan kebijakan yang berfokus pada peningkatan jumlah tenaga medis dan distribusi yang lebih adil.

Ikut berdiskusi