Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

Solving Problems: Tiga Pegawai Percetakan di Jakpus Disekap 21 Hari oleh Bos Perusahaan, Kaki Diborgol dan Dirantai

Joseph Brown - beritanara.com 2 mins baca

Pegawai Percetakan Disekap Bos Selama 21 Hari, Kaki Diborgol dan Dirantai Penyekapan Berlangsung Selama 21 Hari Solving Problems - Dalam kasus penyekapan yang

Solving Problems: Tiga Pegawai Percetakan di Jakpus Disekap 21 Hari oleh Bos Perusahaan, Kaki Diborgol dan Dirantai

Pegawai Percetakan Disekap Bos Selama 21 Hari, Kaki Diborgol dan Dirantai

Penyekapan Berlangsung Selama 21 Hari

Solving Problems – Dalam kasus penyekapan yang viral di media sosial, tiga pegawai percetakan di Jakarta Pusat menjadi korban dari tindakan paksa oleh bos perusahaan mereka. Solving Problems menjadi topik utama dalam investigasi ini, karena peristiwa ini menunjukkan bagaimana konflik di tempat kerja bisa memicu tindakan ekstrem. Kejadian terjadi di sebuah percetakan di Jalan Kalibaru Timur, Bungur, Senen, Jakarta Pusat, pada Jumat (26/6/2026). Dalam video yang beredar, korban terlihat terkurung di dua ruangan berbeda, dengan kaki mereka diborgol dan dirantai besi.

Keterangan dari Kapolsek

“Petugas menemukan tiga korban dalam kondisi yang memprihatinkan, dengan kedua kaki diikat rantai dan tali baja,” ungkap Kapolsek Senen Kompol Widodo Saputro kepada wartawan, Sabtu (27/6/2026).

Menurut sumber polisi, kejadian ini terjadi setelah korban dituduh mencuri pelat cetak yang digunakan untuk produksi. Solving Problems dalam konteks ini melibatkan upaya bos perusahaan untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang tidak konvensional, yaitu melalui pemeriksaan paksa yang berlangsung selama hampir tiga pekan.

Alasan Penyekapan dan Ancaman

Menurut penyelidikan awal, tiga karyawan tersebut dianggap menyalahgunakan kepercayaan di tempat kerja. TS (24), salah satu dari korban, mengakui bersama dua rekan mengeksekusi tindakan pencurian pelat cetak. Bos perusahaan, yang berada di lokasi percetakan, kemudian mengambil langkah tegas dengan menyekap para karyawan. Solving Problems dalam kasus ini seharusnya dilakukan dengan cara yang adil, tetapi malah berujung pada penganiayaan fisik dan penahanan paksa.

Keluarga Korban Diberi Ancaman Uang Tebusan

Polisi menyebutkan bahwa keluarga korban telah diberi ancaman untuk menyetorkan uang tebusan sebesar Rp50 juta. Meski satu dari mereka telah menunaikan pembayaran, tahanan tetap tidak dilepaskan. Solving Problems dalam situasi ini terlihat kurang berhasil, karena korban tetap terjebak dalam penyekapan hingga hari terakhir.

Di dalam percetakan, polisi menemukan barang bukti seperti hasil Visum et Repertum (VER), tali baja, dan tiga gembok cakram sepeda motor. Dugaan pencurian pelat cetak yang dilakukan TS menjadi penyebab utama penyekapan. Bos perusahaan, AI (41) dan S (46), disinyalir bertugas menginterogasi korban, memberi tamparan, serta menjaga mereka secara ketat selama masa penyekapan. Penyidik masih mencari pelaku lain yang diduga terlibat dalam peristiwa ini.

Perkembangan Penyelidikan

Dalam penyelidikan, polisi sedang mengumpulkan bukti-bukti lebih lanjut untuk menegaskan kesalahan para korban dan tindakan bos perusahaan. Solving Problems dalam proses ini terus ditekankan, baik melalui pemeriksaan internal maupun investigasi eksternal. Penyidik juga sedang memeriksa keterlibatan rekan kerja lain serta pengelolaan pelat cetak di tempat kerja. Pihak kepolisian menyatakan bahwa kasus ini menjadi perhatian publik karena menunjukkan ketidakadilan dalam hubungan pekerja dan atasan.

Ikut berdiskusi