Skip to content
Fresh Desk
Agustus 7, 2026
Nasional

Penanaman 3.250 Mangrove di Pesisir Jakarta Diarahkan untuk Perkuat Ketahanan Iklim dan Kurangi Risiko Bencana

Robert Williams - beritanara.com 4 mins baca

Penanaman 3 250 Mangrove di Pesisir Jakarta telah dilaksanakan di kawasan Hutan Lindung Angke Kapuk, Jakarta Utara. Kegiatan ini merupakan bagian dari

Penanaman 3.250 Mangrove di Pesisir Jakarta Diarahkan untuk Perkuat Ketahanan Iklim dan Kurangi Risiko Bencana

Penanaman 3 250 Mangrove di Pesisir Jakarta Perkuat Ketahanan Iklim

Beritanara.com – Penanaman 3 250 Mangrove di Pesisir Jakarta telah dilaksanakan di kawasan Hutan Lindung Angke Kapuk, Jakarta Utara. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan International Mangrove Day 2026 yang bertujuan memperkuat ketahanan kawasan pesisir ibukota terhadap perubahan iklim dan bencana alam. Sebanyak 3.250 bibit mangrove ditanam secara serentak sebagai upaya konservasi ekosistem pesisir yang semakin terancam.

Program yang mengusung tema Strong Roots, Strong Generation, Brighter Future ini diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi (STMA) Trisakti. Proses penanaman dilakukan di dua lokasi berbeda di wilayah pesisir Jakarta Utara. Kolaborasi yang terjalin melibatkan banyak pihak, termasuk pemerintah, regulator, perguruan tinggi, akademisi, mahasiswa, alumni, serta pelaku industri perasuransian. Melalui penanaman 3 250 Mangrove di Pesisir, para pemangku kepentingan berharap dapat menciptakan dampak jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.

Mangrove sebagai Infrastruktur Alami Pesisir

Dalam beberapa tahun terakhir, ekosistem mangrove semakin diakui perannya sebagai infrastruktur alami. Fungsi utamanya meliputi perlindungan wilayah pesisir dari abrasi, banjir rob, dan dampak cuaca ekstrem. Selain itu, mangrove juga berkontribusi dalam penyerapan karbon serta menjaga keanekaragaman hayati kawasan pesisir. Penanaman 3 250 Mangrove di Pesisir Jakarta ini menjadi bukti nyata komitmen berbagai pihak dalam melestarikan alam.

Ekosistem mangrove memiliki kemampuan unik untuk menyerap air laut dan mengurangi energi gelombang. Hal ini sangat penting bagi Jakarta yang merupakan kota pesisir dengan populasi padat. Dengan adanya vegetasi mangrove, risiko banjir rob dapat diminimalisir secara signifikan. Selain itu, akar mangrove juga berfungsi sebagai tempat pemijahan ikan dan habitat bagi berbagai spesies laut. Melalui penanaman 3 250 Mangrove di Pesisir, kita tidak hanya menanam pohon, tetapi juga membangun fondasi ketahanan iklim yang berkelanjutan.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Ketahanan Iklim

Robbi Yanuar Walid, Plt. Direktur Utama Indonesia Re, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Menurutnya, hal ini berdampak pada meningkatnya eksposur risiko di berbagai sektor. Penanaman 3 250 Mangrove di Pesisir Jakarta merupakan contoh konkret bagaimana berbagai pihak dapat bekerja sama untuk tujuan yang sama.

Sebagai perusahaan reasuransi nasional, Indonesia Re memiliki kepedulian yang kuat terhadap isu keberlanjutan. Upaya mitigasi risiko tidak hanya dilakukan melalui kapasitas reasuransi yang kami berikan kepada industri, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam menjaga lingkungan. Pelestarian mangrove merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan ekosistem pesisir sekaligus mengurangi risiko bencana yang pada akhirnya memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Robbi menambahkan bahwa upaya menjaga lingkungan perlu melibatkan generasi muda melalui kerja sama dengan institusi pendidikan. Ia meyakini bahwa keberlanjutan hanya dapat diwujudkan apabila dibangun melalui kolaborasi antara dunia pendidikan, industri, pemerintah, dan masyarakat. Penanaman 3 250 Mangrove di Pesisir ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya konservasi mangrove.

Kegiatan ini merupakan penyelenggaraan ke-8 program mangrove STMA Trisakti. Turut hadir perwakilan LLDIKTI Wilayah III, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, pimpinan Universitas Trisakti, serta sejumlah pelaku industri perasuransian. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan bahwa penanaman 3 250 Mangrove di Pesisir Jakarta bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan program strategis yang mendapat dukungan luas.

Dampak Jangka Panjang bagi Masyarakat Jakarta

Program penanaman 3 250 Mangrove di Pesisir Jakarta diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Selain mengurangi risiko bencana, mangrove juga dapat meningkatkan kualitas air dan udara di kawasan pesisir. Masyarakat sekitar dapat memanfaatkan ekosistem mangrove untuk kegiatan ekonomi, seperti wisata alam dan perikanan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berkomitmen untuk terus mendukung program konservasi mangrove. Dengan adanya penanaman 3 250 Mangrove di Pesisir ini, Jakarta dapat menjadi model kota pesisir yang tangguh terhadap perubahan iklim. Ke depan, program serupa dapat dikembangkan di berbagai wilayah pesisir Indonesia untuk menciptakan dampak yang lebih luas.

FAQ: Penanaman 3 250 Mangrove di Pesisir Jakarta

Apa tujuan utama penanaman 3 250 Mangrove di Pesisir Jakarta? Tujuan utamanya adalah memperkuat ketahanan iklim dan mengurangi risiko bencana di kawasan pesisir Jakarta.

Di mana lokasi penanaman mangrove tersebut? Penanaman dilakukan di kawasan Hutan Lindung Angke Kapuk, Jakarta Utara, tepatnya di dua lokasi berbeda.

Siapa saja yang terlibat dalam program ini? Program ini melibatkan STMA Trisakti, Indonesia Re, OJK, AAUI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Universitas Trisakti, serta berbagai akademisi dan mahasiswa.

Berapa kali STMA Trisakti menyelenggarakan program mangrove? Kegiatan ini merupakan penyelenggaraan ke-8 program mangrove STMA Trisakti.

Apa manfaat jangka panjang dari penanaman mangrove? Manfaat jangka panjang meliputi perlindungan dari abrasi, penyerapan karbon, peningkatan keanekaragaman hayati, dan pengurangan risiko banjir rob.

Ikut berdiskusi