Skip to content
Fresh Desk
Agustus 7, 2026
Nasional

Pelaku Mutilasi di Depok Merupakan Tukang Piscok, Diduga Tergabung Grup Komunitas Gay

Joseph Rodriguez - beritanara.com 3 mins baca

Pelaku Mutilasi di Depok Merupakan seorang pria berusia 26 tahun yang bekerja sebagai penjual pisang goreng cokelat atau yang lebih dikenal masyarakat dengan

Pelaku Mutilasi di Depok Merupakan Tukang Piscok, Diduga Tergabung Grup Komunitas Gay

Pelaku Mutilasi di Depok Merupakan Tukang Piscok yang Diduga Tergabung Komunitas Gay

Beritanara.com – Pelaku Mutilasi di Depok Merupakan seorang pria berusia 26 tahun yang bekerja sebagai penjual pisang goreng cokelat atau yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan tukang piscok. Saepul alias Saepullah ini berhasil ditangkap oleh tim penyidik setelah melarikan diri ke Pandeglang, Banten pada tanggal 5 Agustus 2026. Kasus ini menarik perhatian publik karena adanya dugaan keterlibatan tersangka dalam sebuah komunitas gay yang ditemukan melalui pemeriksaan perangkat komunikasi miliknya.

Penyidikan terhadap Saepul telah berlangsung intensif sejak pelaku tertangkap. Berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya, tersangka diketahui aktif dalam sebuah grup komunitas gay. Informasi ini diperoleh melalui pemeriksaan telepon genggam milik Saepul serta wawancara mendalam dengan beberapa saksi yang dimintai keterangan oleh tim penyidik. Temuan ini menjadi salah satu aspek penting dalam memahami latar belakang dan motif dari peristiwa tragis tersebut.

Kronologi Penangkapan dan Identifikasi Pelaku

Saepul berhasil diidentifikasi sebagai tersangka utama dalam kasus mutilasi di Depok setelah proses penelusuran yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Pria berusia 26 tahun ini sebelumnya diketahui bekerja sebagai penjual piscok di wilayah Depok. Setelah peristiwa pembunuhan terjadi, Saepul berhasil melarikan diri ke Pandeglang, Banten, namun akhirnya tertangkap oleh tim penyidik pada 5 Agustus 2026.

Komisaris Polisi Dimitri Mahendra Kartika, yang menjabat sebagai Kepala Unit 1 Subdirektorat Reserse Mobile Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, menyampaikan perkembangan terbaru kasus ini pada Kamis, 6 Agustus 2026. Dalam konferensi pers, Dimitri menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi kuat bahwa Saepul tergabung dalam komunitas gay.

Update hasil pemeriksaan dengan saksi-saksi dan pengecekan HP milik tersangka bahwa tersangka tergabung dalam grup (Komunitas Gay), ujarnya.

Peristiwa Tragis di Depok yang Mengguncang Publik

Kronologi peristiwa bermula pada 23 Juli 2026, ketika Saepul dan korban, seorang pria berusia 51 tahun bernama K, bertemu di sebuah kontrakan yang berlokasi di wilayah Cipayung, Depok. Sebelumnya, keduanya telah saling mengenal melalui platform media sosial dan sepakat untuk bertemu secara langsung. Pertemuan tersebut diduga berakhir dengan pertengkaran yang berujung pada pembunuhan.

Setelah membunuh korban, Saepul melakukan mutilasi terhadap jasad untuk menghilangkan jejak. Korban kemudian dibuang di kawasan Tanah Merah, sementara kedua kaki korban dilemparkan ke aliran sungai di wilayah Pitara. Video pengakuan Saepul yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa peristiwa pembunuhan bermula setelah korban diduga melakukan tindakan yang tidak diinginkan terhadap dirinya. Pernyataan ini menjadi salah satu fokus utama perhatian penyidik dalam mengungkap motif sebenarnya.

Dugaan Keterlibatan Komunitas Gay dalam Kasus

Salah satu aspek menarik dari kasus ini adalah dugaan keterlibatan Saepul dalam komunitas gay. Dimitri menjelaskan bahwa temuan ini masih bersifat dugaan awal dan memerlukan pendalaman lebih lanjut. Penyidik masih melakukan analisis terhadap alat bukti yang telah berhasil dikumpulkan selama proses penyelidikan, termasuk pesan-pesan dan aktivitas media sosial tersangka.

Hingga saat ini, polisi belum menyampaikan kesimpulan apakah dugaan terkait komunitas gay tersebut berkaitan langsung dengan motif pembunuhan. Penyidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa, termasuk mencocokkan keterangan tersangka dengan barang bukti serta hasil pemeriksaan para saksi. Tim penyidik juga akan meneliti lebih dalam apakah pengakuan Saepul sebagai tukang piscok yang diduga gay tersebut sesuai dengan fakta yang ditemukan dalam proses penyidikan atau hanya sebatas keterangan dari tersangka semata.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Mutilasi Depok

Kapan Saepul tertangkap? Saepul tertangkap pada 5 Agustus 2026 setelah melarikan diri ke Pandeglang, Banten.

Apa pekerjaan Saepul sebelum ditangkap? Saepul bekerja sebagai tukang piscok atau penjual pisang goreng cokelat di wilayah Depok.

Bagaimana hubungan Saepul dengan korban? Saepul dan korban saling mengenal melalui platform media sosial sebelum bertemu di kontrakan Cipayung pada 23 Juli 2026.

Apakah dugaan komunitas gay sudah pasti? Belum, ini masih merupakan dugaan awal yang memerlukan pendalaman lebih lanjut oleh penyidik.

Dimana jenazah korban ditemukan? Jenazah korban ditemukan di kawasan Tanah Merah, sementara kedua kaki korban dilemparkan ke aliran sungai di wilayah Pitara.

Kapan penyidikan diperkirakan selesai? Penyidikan masih berlangsung dan belum ada estimasi waktu penyelesaian yang pasti dari pihak kepolisian.

(Foe Peace Simbolon/VIVA/nsi)

Ikut berdiskusi