Pelaku Mutilasi Depok Sebut Dirinya Emosi Dipegang-pegang Korban, Saepullah: Tadinya Cuma Butuh Teman Ngobrol Aja
Pelaku Mutilasi Depok Sebut Dirinya mengalami ledakan emosi yang berujung pada pembunuhan kejam terhadap seorang pria berusia 51 tahun. Peristiwa tragis ini
Pelaku Mutilasi Depok Sebut Dirinya Emosi Saat Korban Pegang-pegang
Beritanara.com – Pelaku Mutilasi Depok Sebut Dirinya mengalami ledakan emosi yang berujung pada pembunuhan kejam terhadap seorang pria berusia 51 tahun. Peristiwa tragis ini terjadi di rumah kontrakannya di Jalan Belimbing, Cipayung, Depok, pada malam hari Kamis, 23 Agustus 2026. Saepullah, pria berusia 26 tahun yang kini menjadi tersangka, mengakui bahwa awalnya ia hanya membutuhkan teman untuk berbincang.
Kasus ini menarik perhatian publik setelah warga menemukan sebuah karung misterius di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, pada Selasa sore, 4 Agustus 2026. Awalnya, warga hampir membakar karung tersebut karena mengira isinya sampah rumah tangga. Namun, saat api mulai membakar dan sebagian karung meleleh, terlihat jelas bagian-bagian tubuh manusia di dalamnya. Penemuan ini memicu penyelidikan intensif oleh pihak berwajib.
Momen Awal yang Memicu Kekerasan
Menurut keterangan Saepullah kepada petugas, korban berinisial K datang ke rumahnya pada malam hari dengan tujuan sekadar berbincang. Keduanya sebenarnya sudah saling mengenal melalui media sosial. Saepullah mengaku sedang merasa kesepian karena teman-teman kontrakannya telah pindah satu per satu. “Karena tadinya kan dia main ke rumah, terus saya cuma butuh teman buat ngobrol aja. Karena memang teman kontrakanku enggak ada juga, karena dia sudah terakhir ngontrak di situ, enggak lanjut,” ujarnya.
Saat korban mulai mendekat dan memegang-megangnya, Saepullah merasa terganggu. Perasaan tidak nyaman itu kemudian berubah menjadi amarah yang tak terkendali. “Terus tadinya cuma butuh teman, dia pegang-pegang saya, terus saya berontak dong. Saya berontak terus dia kayak nampar saya,” sambungnya dengan nada emosional.
Kekerasan Beruntun di Rumah Dua Lantai
Konflik memanas ketika korban mendorong Saepullah dari tangga. Rumah tersebut memiliki dua lantai, dan Saepullah terlanjur terjatuh ke bawah setelah didorong. Kejadian ini memicu reaksi spontan dari Saepullah yang kemudian mengambil pisau dari dapur. “Saya mau teriak, terus saya didorong dari tangga sama dia. Kan rumahnya dua lantai. Terus saya turun ke bawah. Terus terlanjur didorong ke bawah. Saya ke bawah ambil pisau. Terus saya tusuk,” jelasnya.
Dengan emosi yang memuncak, Saepullah mulai melukai korban. Korban sempat melawan, namun Saepullah berhasil memegang kepalanya erat-erat. “Terus saya pegang kepalanya. Tangan dia kan sudah enggak, enggak bisa, pegang perut. Terus saya pegang saja kepalanya langsung (hingga lehernya digorok),” terangnya.
Alasan Mutilasi dan Penemuan Jenazah
Saat ditanya mengapa ia melakukan mutilasi, Saepullah menjelaskan bahwa ia kesulitan membawa tubuh korban dalam keadaan utuh. Lokasi rumahnya berada di kawasan padat penduduk yang ramai. “Karena susah bawanya. Di situ kan ramai orang dan perumahan juga,” ucapnya.
Setelah kejadian, Saepullah memisahkan tubuh korban. Bagian tubuh utama ia buang di Tanah Merah, sementara kaki korban dilemparkan ke aliran sungai di wilayah Pitara. Kasus ini baru terungkap setelah warga menemukan karung berisi jenazah tersebut. Tanpa upaya pemidanaan lebih lanjut, Saepullah kini telah mengakui perbuatannya dan menjelaskan bahwa semuanya bermula dari kebutuhan sederhana akan teman bicara.
FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Kasus Mutilasi Depok
Siapa nama lengkap pelaku mutilasi di Depok? Pelaku mutilasi di Depok bernama Saepullah, seorang pria berusia 26 tahun yang merupakan penghuni rumah kontrak di Cipayung, Depok.
Kapan peristiwa mutilasi terjadi? Peristiwa mutilasi terjadi pada malam hari Kamis, 23 Agustus 2026, di rumah kontrak Saepullah di Jalan Belimbing, Cipayung.
Mengapa korban digorok lehernya? Saepullah menjelaskan bahwa ia memegang kepala korban erat-erat hingga lehernya digorok karena korban tidak bisa lagi melawan dan ia ingin memastikan korban tidak bergerak.
Di mana jenazah korban ditemukan? Jenazah korban ditemukan dalam sebuah karung di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, pada Selasa sore, 4 Agustus 2026.
Apa alasan Saepullah melakukan mutilasi? Saepullah mengaku kesulitan membawa tubuh korban dalam keadaan utuh karena rumahnya berada di kawasan padat penduduk yang ramai orang.
Untuk informasi lebih lanjut tentang kasus ini, pembaca dapat mengunjungi [berita terbaru tvonenews.com](https://www.tvonenews.com/berita/nasional).
