Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

Meeting Results: Praktisi Kesehatan Masyarakat Ingatkan Flu Singapura Biasa Menular di Sekolah, Waspada tapi Tidak Perlu Panik

Joseph Brown - beritanara.com 3 mins baca

Tidak Perlu Panik Meeting Results - Dalam meeting results terbaru yang diadakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Selatan, kasus flu Singapura (HFMD) di

Meeting Results: Praktisi Kesehatan Masyarakat Ingatkan Flu Singapura Biasa Menular di Sekolah, Waspada tapi Tidak Perlu Panik

Flu Singapura Meningkat di Sekolah, Waspada Tapi Tidak Perlu Panik

Meeting Results – Dalam meeting results terbaru yang diadakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Selatan, kasus flu Singapura (HFMD) di Indonesia mengalami peningkatan signifikan. Data terkini menunjukkan bahwa jumlah pasien yang diduga terpapar penyakit ini mencapai 523 orang dalam periode Januari hingga Juni 2026. Meski penularan flu Singapura mengkhawatirkan, para ahli kesehatan masyarakat menegaskan bahwa orang tua tidak perlu panik, asalkan memahami penyebab dan cara mencegah penyebaran.

Peringatan dari Ahli Kesehatan Masyarakat

Dokter Ngabila Salama, praktisi kesehatan masyarakat yang hadir dalam meeting results tersebut, memberikan peringatan bahwa flu Singapura bisa menyebar cepat di lingkungan sekolah. “Kita harus tetap waspada karena virus ini mudah menular terutama di tempat-tempat yang kerap dihuni anak-anak, seperti PAUD, TK, SD, dan playground,” ujarnya dalam wawancara dengan tvonenews.com, Rabu (1/7).

Dalam meeting results yang dihadiri oleh sejumlah pakar kesehatan, disebutkan bahwa HFMD berpotensi menyebar melalui kontak langsung, percikan udara, atau bahkan melalui permukaan yang terkontaminasi. Menurut dr. Ngabila, tingkat kebersihan lingkungan dan kebiasaan kebersihan diri sangat berpengaruh dalam mengurangi risiko penularan. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak yang berada di lingkungan sekolah.

Gejala dan Tindakan Pencegahan

Flu Singapura sering menunjukkan gejala seperti demam, sariawan di mulut, ruam pada tangan dan kaki, serta kelelahan. Para ahli kesehatan masyarakat menyarankan orang tua untuk lebih peka terhadap gejala ini, terutama jika anak menunjukkan tanda-tanda infeksi saluran pernapasan. Dalam meeting results, para peserta sepakat bahwa penyakit ini memang menyebar lebih cepat di tempat berkumpul, seperti sekolah, sehingga tindakan pencegahan menjadi krusial.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa, kasus flu Singapura menyebar lebih luas karena pola kehidupan anak-anak yang sering berinteraksi dengan teman sebaya. “Dalam meeting results kemarin, kita menyepakati bahwa kebersihan tangan dan lingkungan sekolah harus ditingkatkan,” kata Ira. Ia juga menambahkan bahwa penggunaan masker dan cuci tangan secara rutin bisa memutus rantai penularan virus HFMD.

Masih dalam meeting results yang sama, para ahli sepakat bahwa flu Singapura tidak selalu berdampak fatal. Justru, kebanyakan kasus ini bisa sembuh dengan perawatan yang tepat. Namun, upaya pencegahan tetap diutamakan, terutama untuk mencegah penyebaran di lingkungan sekolah yang menjadi lokus utama infeksi. Dengan edukasi yang baik, orang tua dan anak-anak bisa mengurangi risiko tertular.

Langkah-Langkah Mencegah Penularan

Dalam meeting results yang diadakan pekan lalu, Dinas Kesehatan Sumsel menyampaikan beberapa langkah untuk mencegah penularan HFMD. Pertama, pihak sekolah diminta meningkatkan kebersihan fasilitas seperti kamar mandi, toilet, dan area bermain anak. Kedua, orang tua diharapkan mengingatkan anak-anak untuk mencuci tangan sebelum makan dan setelah dari toilet.

Selain itu, meeting results juga menyarankan penerapan protokol kesehatan secara ketat, termasuk penggunaan masker dan jaga jarak jika anak menunjukkan gejala awal. Dr. Ngabila menambahkan bahwa penyakit ini bisa dicegah dengan menghindari kontak langsung dengan orang yang sakit dan menjaga sanitasi di sekitar rumah. “Dengan kombinasi kebersihan dan pengawasan, kita bisa mengurangi angka kasus HFMD secara signifikan,” tegasnya.

Para peserta meeting results juga sepakat bahwa pemerintah perlu memperkuat pengawasan di lingkungan sekolah. Hal ini termasuk memberikan pelatihan kepada guru dan staf sekolah tentang cara mengenali gejala awal serta langkah-langkah pencegahan. Dengan demikian, flu Singapura tidak akan menjadi ancaman besar bagi anak-anak, selama kita bersikap waspada tetapi tidak terlalu panik.

Ikut berdiskusi