Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

Meeting Results: Lima Calon Manajer KDMP Meninggal Saat Sesi Latsarmil, Ini Respons Presiden Prabowo

Elizabeth Jones - beritanara.com 3 mins baca

Lima Calon Manajer KDMP Meninggal Saat Latsarmil, Ini Respons Prabowo Meeting Results - Dalam Meeting Results terbaru, Kementerian Pertahanan mengungkapkan

Meeting Results: Lima Calon Manajer KDMP Meninggal Saat Sesi Latsarmil, Ini Respons Presiden Prabowo

Lima Calon Manajer KDMP Meninggal Saat Latsarmil, Ini Respons Prabowo

Meeting Results – Dalam Meeting Results terbaru, Kementerian Pertahanan mengungkapkan bahwa lima peserta Program SPPI Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) meninggal dunia selama mengikuti sesi pelatihan dasar kemiliteran, Latsarmil, di sebuah lokasi di Sumatra Selatan. Insiden ini memicu reaksi luas dari masyarakat, dengan banyak yang mengkritik keamanan pelatihan tersebut. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara aktif memantau kasus ini melalui Meeting Results yang diadakan di Jakarta Pusat.

Kecelakaan di Sesi Latsarmil

Menurut laporan, kejadian ini terjadi pada hari Senin (29/6/2026), saat lima individu yang sedang mengikuti pelatihan mendapatkan perlakuan yang memicu kecelakaan. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSD) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, mengatakan bahwa para korban meninggal adalah Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, dan Nola Dya Sari. Kejadian ini menggugah penasihat keamanan dan pihak terkait untuk mengevaluasi proses pelatihan secara menyeluruh.

Langkah Evaluasi dari Pemerintah

Dalam Meeting Results yang dihadiri oleh berbagai stakeholder, Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro menyampaikan bahwa pemerintah sedang mengambil tindakan untuk memperbaiki aspek keselamatan. “Kami akan memastikan bahwa pelatihan tidak hanya mengutamakan kualitas, tetapi juga keamanan peserta,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa perubahan materi dalam Latsarmil merupakan keputusan teknis yang diambil setelah evaluasi dari tim medis dan penyelenggara.

“Dalam Meeting Results kali ini, kami sepakat bahwa kejadian serupa harus dihindari dengan mengadopsi langkah-langkah pencegahan yang lebih ketat,” kata Juri saat di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Senin (29/6/2026).

Presiden Prabowo Subianto juga memberikan pernyataan bahwa pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan keselamatan program KDMP. Ia menekankan pentingnya transparansi dalam Meeting Results serta komunikasi dengan masyarakat. “Tujuan utama program ini adalah membangun koperasi desa yang kuat, tetapi keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama,” imbuhnya.

Pelatihan KDMP dan Tujuannya

Program KDMP merupakan salah satu inisiatif pemerintah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perekonomian melalui pengembangan koperasi desa. Latsarmil, sebagai bagian dari pelatihan, bertujuan untuk mengasah kemampuan dasar kemiliteran peserta. Namun, kejadian yang terjadi menyebutkan adanya kelemahan dalam sistem pelatihan tersebut. Juri Ardiantoro menjelaskan bahwa evaluasi dilakukan secara komprehensif, termasuk perubahan struktur pelatihan dan penggunaan alat bantu yang lebih aman.

Menurut sumber dari Kemhan, sebelum kejadian ini, pelatihan telah berlangsung selama empat hari dengan peserta yang berasal dari berbagai wilayah. Pemerintah menyatakan bahwa pelatihan tersebut akan diperbaiki dengan adanya penyesuaian teknis dan penambahan pengawasan selama proses latihan. “Kami akan menyusun rencana aksi yang terukur untuk menghindari risiko serupa di masa depan,” tambah Juri.

Dalam Meeting Results terkini, para pejabat juga menegaskan bahwa pelatihan akan tetap berjalan, tetapi dengan pengawasan lebih ketat. Mereka berharap kejadian yang terjadi dapat menjadi pelajaran untuk meningkatkan kualitas program. “Kami yakin bahwa kejadian ini akan memperkuat komitmen kita untuk memberikan pelatihan yang aman dan bermanfaat bagi peserta,” pungkas Presiden Prabowo dalam sesi diskusi yang diadakan.

Ikut berdiskusi