Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

Meeting Results: detik Bareskrim Ungkap Peredaran Sabu 325 Kg di Jaringan Thailand-Aceh

Elizabeth Jones - beritanara.com 3 mins baca

Penangkapan Jaringan Peredaran Sabu 325 Kg di Aceh Meeting Results - Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil mengungkap

Meeting Results: detik Bareskrim Ungkap Peredaran Sabu 325 Kg di Jaringan Thailand-Aceh

Penangkapan Jaringan Peredaran Sabu 325 Kg di Aceh

Meeting Results – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil mengungkap jaringan peredaran narkoba sabu seberat 325 kilogram, yang beroperasi antar negara antara Thailand dan Aceh. Informasi tentang jaringan ini diperoleh melalui serangkaian pertemuan yang dilakukan tim penyidik, sebagai bagian dari upaya mengungkap alur perdagangan narkotika yang melibatkan dua wilayah tersebut.

Proses Investigasi Berawal dari Keterlibatan Jaringan Internasional

Kasus ini dimulai pada bulan Mei 2026, saat Satgas NIC dan Subdit IV Bareskrim Polri menerima laporan mengenai jaringan narkoba internasional yang aktif di sekitar perbatasan laut Indonesia-Tailand. Berdasarkan data yang dikumpulkan, tim penyidik menyusun rencana operasi yang melibatkan beberapa kali pertemuan untuk mengamankan informasi kunci dari para pelaku. Meeting Results dari pertemuan-pertemuan ini menjadi dasar untuk memantau aktivitas jaringan dan menentukan waktu serta lokasi serangan.

Sebelum operasi dimulai, tim penyidik menyelenggarakan pertemuan untuk menganalisis strategi dan membagi tugas secara terperinci. Pemetaan jalur serta persiapan alat pendeteksi narkoba dilakukan melalui diskusi intensif yang dihadiri oleh sejumlah petugas dari Dittipidnarkoba dan Satgas NIC. Pertemuan ini membantu mempercepat proses penyelidikan dan memastikan kesiapan pihak kepolisian.

Identifikasi Tersangka dan Tindakan Terhadap Jaringan

Dua orang tersangka utama, Jufri dan Zulfahmi, terlibat secara langsung dalam aktivitas pengangkutan sabu. Mereka ditemukan berada di lokasi yang telah ditentukan setelah beberapa kali meeting results dari tim penyidik menunjukkan keberadaan mereka di jalur perbatasan. Pada hari operasi, kedua tersangka terjebak dalam rencana yang disusun berdasarkan data dari pertemuan sebelumnya.

Brigjen Pol Eko Hadi mengatakan bahwa selama penyelidikan, ada beberapa meeting results yang menjadi titik balik dalam mengungkap jaringan sabu tersebut. Dari diskusi tim, diketahui bahwa Muhammad Jabbar dan Mahlu adalah pengendali utama, yang saat ini masih dalam pengejaran. Proses identifikasi para pelaku dilakukan dengan memanfaatkan informasi yang diperoleh melalui pertemuan-pertemuan strategis.

Pada hari operasi, Jufri dan MJ melakukan persiapan logistik di Bireun. Mereka menggunakan kapal oscadon berwarna merah muda dengan bagian belakang putih, sesuai dengan detail yang disepakati dalam meeting results sebelumnya. Selama perjalanan, para tersangka dipantau secara ketat oleh tim penyidik yang telah berada di lokasi.

Langkah-Langkah Operasi dan Reaksi Terhadap Pertemuan Terakhir

Operasi dimulai pada Sabtu, 20 Juni 2026, pukul 15.30 WIB, saat Jufri bertemu dengan Muhammad Jabbar di warung kopi di Kampung Kuala Meuraksa. Dalam meeting results ini, Jufri diberi tugas untuk mengangkut sabu dari perbatasan laut antara Indonesia dan Tailand. Kapal yang digunakan memiliki ciri khusus dan telah dipersiapkan selama beberapa hari.

hari berikutnya, Minggu, 21 Juni 2026, Jufri dijemput oleh MJ untuk mengecek kapal yang akan digunakan. Pertemuan ini menegaskan rencana pengangkutan sabu, yang sebelumnya telah direncanakan dalam beberapa kali meeting results. Pada hari Senin, 22 Juni 2026, para tersangka melakukan persiapan terakhir sebelum melakukan penyelesaian transaksi di titik pertemuan yang disepakati.

“Kami mengetahui alur operasi melalui meeting results yang dilakukan secara berkala. Hal ini memungkinkan kami untuk mengambil tindakan tepat waktu,” jelas Eko, Minggu (28/6/2026).

Pengungkapan Sabu dan Dampak Operasi

Dalam operasi yang dilakukan pada Selasa, 23 Juni 2026, tim penyidik berhasil mengamankan sabu seberat 325 kilogram dari para pelaku. Pertemuan antara pihak Thailand dan Aceh di titik transaksi menjadi klimaks dari penyelidikan yang telah berlangsung. Selain sabu, polisi juga menyita sejumlah dokumen dan peralatan yang digunakan dalam kegiatan ilegal tersebut.

Meeting results dari operasi ini memberikan gambaran jelas tentang cara kerja jaringan sabu lintas negara. Polisi menyebut bahwa para pelaku menggunakan metode khusus untuk menghindari pemeriksaan, seperti mengatur pertemuan di lokasi terpencil. Pengungkapan sabu memperlihatkan keberhasilan tim dalam menggambarkan jalur distribusi dan penyusunan strategi penangkapan berdasarkan hasil meeting.

Kasus ini menjadi salah satu operasi kepolisian terbesar dalam sejarah penangkapan narkoba di Aceh. Dengan 325 kilogram sabu yang berhasil disita, tim penyidik menegaskan bahwa meeting results menjadi alat penting dalam mengarahkan tindakan mereka. Kini, penyelidikan terus berlanjut untuk menangkap pelaku lain yang masih buron.

Ikut berdiskusi