Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

Main Agenda: Petani Labura Tewas usai Dianiaya, Kapendam Benarkan Ada Keterlibatan Anggota TNI

Susan Moore - beritanara.com 3 mins baca

Petani Labura Tewas Usai Dianiaya, Kapendam Konfirmasi Keterlibatan Anggota TNI Main Agenda - **Main Agenda** - Dalam laporan terbaru, Kepala Penerangan Kodam

Main Agenda: Petani Labura Tewas usai Dianiaya, Kapendam Benarkan Ada Keterlibatan Anggota TNI

Petani Labura Tewas Usai Dianiaya, Kapendam Konfirmasi Keterlibatan Anggota TNI

Main Agenda – **Main Agenda** – Dalam laporan terbaru, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy, mengonfirmasi adanya kejadian penganiayaan yang dilakukan anggota TNI terhadap warga sipil di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara. Insiden ini berujung pada kematian seorang petani, yang menjadi fokus utama dari **Main Agenda** dalam pembahasan terkini.

Detail Penganiayaan dan Peristiwa Terkait

Korban, yang identitasnya belum diungkapkan secara resmi, diduga melakukan pencurian sawit di lahan milik PT Agrinas Palma Nusantara. Menurut informasi yang diterima, peristiwa ini dimulai saat lima orang, termasuk dua anggota TNI AD, menganiaya warga masyarakat. Kapendam I/Bukit Barisan mengungkapkan, penganiayaan terjadi karena korban dianggap melanggar hukum dengan mencuri dari perusahaan swasta tersebut.

“Korban melakukan pencurian sawit di lahan milik PT Agrinas Palma Nusantara, sehingga memicu tindakan keras oleh anggota TNI,” terang Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy saat diwawancara tvOnenews.com, Jumat (26/6/2026).

Proses Hukum dan Pelaku Terlibat

Dalam penyelidikan yang sedang berlangsung, Polres Labuhanbatu telah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Dua dari pelaku, Serma (Purn) Budiono dan Serma Buana Delly, bertugas sebagai anggota Kodim Gayo Lues Kodam IM. Kapendam menjelaskan, Serma Budiono dianggap sebagai pemicu kematian korban, sementara Serma Buana Delly terlibat dalam penganiayaan di lokasi berbeda.

“Proses hukum sedang berjalan, dengan Serma Budiono menjadi tersangka utama karena tindakannya langsung menyebabkan kematian,” tambah Sandy. “Sementara Serma Buana Delly, meski tidak berada di tempat kejadian utama, tetap terlibat dalam insiden tersebut.”

Konteks dan Respons dari TNI

Kapendam I/Bukit Barisan menegaskan bahwa TNI memang terlibat dalam kejadian ini, namun menyatakan bahwa tindakan penganiayaan dilakukan secara profesional. “Anggota TNI selalu menjalankan tugas dengan tahu aturan dan tindakan hukum, termasuk dalam kasus ini,” jelas Sandy. Ia menambahkan bahwa investigasi sedang digencarkan untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut lebih lanjut.

Menurut sumber di lapangan, korban adalah seorang petani muda yang memiliki riwayat pertanian sejak kecil. Keluarga korban mengatakan bahwa kejadian ini mengejutkan, karena korban tidak pernah memiliki masalah dengan pihak perusahaan atau anggota TNI sebelumnya.

Dampak dan Perkembangan Terkini

Peristiwa ini telah menimbulkan reaksi dari masyarakat Labura. Banyak warga menyoroti pentingnya transparansi dalam tindakan TNI terhadap warga sipil. “Kami mendukung TNI, tetapi kejadian ini perlu dianalisis lebih dalam,” ujar salah satu warga lokal. Dalam **Main Agenda**, pembahasan tentang kejadian ini menjadi topik hangat di media sosial, dengan masyarakat meminta penjelasan lengkap dari pihak berwenang.

Sejauh ini, Serma Buana Delly telah dibawa ke Subdenpom Rantau Prapat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kapendam menegaskan bahwa pihaknya akan memastikan semua pelaku diberi sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Kami terus mendukung penyelidikan agar kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak,” tutur Sandy.

Keterlibatan dan Tanggung Jawab TNI

Kapendam I/Bukit Barisan juga menyoroti pentingnya koordinasi antara TNI dan masyarakat untuk mencegah konflik serupa. “Kami memahami bahwa tindakan penganiayaan bisa terjadi karena kesalahpahaman atau perbedaan persepsi,” kata Sandy. Ia menambahkan bahwa seluruh anggota TNI yang terlibat akan diberi sanksi jika terbukti melanggar kode etik.

Di sisi lain, **Main Agenda** mengatakan bahwa peristiwa ini mengingatkan kembali tentang kebutuhan pengawasan terhadap aktivitas anggota TNI di luar tugas operasional. “Kami berharap kasus ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kesadaran anggota TNI dalam berinteraksi dengan warga sipil,” pungkas sang penyiar.

Ikut berdiskusi