Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

Main Agenda: Jelang Kunjungan PM India Modi, MUI Minta Prabowo Angkat Isu Toleransi dan Perdamaian

Michael Johnson - beritanara.com 3 mins baca

n PM India Modi, MUI Berharap Prabowo Fokus pada Isu Toleransi dan Perdamaian Main Agenda menjadi perhatian utama dalam persiapan kunjungan Presiden India

Main Agenda: Jelang Kunjungan PM India Modi, MUI Minta Prabowo Angkat Isu Toleransi dan Perdamaian

Jelang Kunjungan PM India Modi, MUI Berharap Prabowo Fokus pada Isu Toleransi dan Perdamaian

Main Agenda menjadi perhatian utama dalam persiapan kunjungan Presiden India Narendra Modi ke Indonesia pada 6–8 Juli 2026. Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim menggarisbawahi pentingnya Main Agenda ini dalam membentuk kerja sama strategis antara Indonesia dan India. Menurutnya, pertemuan antara kedua pemimpin negara tidak hanya mengejar kepentingan nasional masing-masing, tetapi juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai toleransi keagamaan dan perdamaian di tingkat internasional.

Pertemuan Strategis dan Kemaslahatan Global

“Pertemuan PM Indonesia dengan Presiden RI bertujuan untuk memperkuat kerja sama strategis demi kepentingan nasional masing-masing serta kemaslahatan dan perdamaian dunia,” kata Sudarnoto dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/7/2026).

Pertemuan ini dianggap sebagai bagian dari Main Agenda yang lebih luas dalam membangun hubungan bilateral yang harmonis. Sudarnoto menekankan bahwa Indonesia dan India, sebagai dua negara besar di Asia, memiliki tanggung jawab untuk memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas kawasan dan mendorong terciptanya masyarakat yang hidup berdampingan secara damai. Dalam konteks ini, Main Agenda seputar toleransi dan perdamaian dianggap sebagai batu loncatan untuk menciptakan iklim kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan.

Visi MUI dalam Penguatan Nilai Keagamaan

“Dua negara ini perlu memberikan sumbangan signifikan dalam upaya menciptakan ketenteraman, keamanan, serta kedamaian kawasan, sekaligus membangun kehidupan harmonis di kalangan masyarakat,” ujarnya.

Sudarnoto menjelaskan bahwa MUI berharap Main Agenda kunjungan Modi bisa menjadi platform untuk mengangkat isu keagamaan secara lebih terstruktur. Ia menyoroti pentingnya dialog antaragama dalam era keterbukaan dan diversitas budaya. Dalam pertemuan tersebut, ia berharap Prabowo Subianto, yang akan menjadi tuan rumah, dapat memastikan Main Agenda ini tidak hanya diucapkan, tetapi juga diterapkan dalam kebijakan luar negeri dan kerja sama bilateral. Nilai-nilai toleransi dan perdamaian, menurutnya, adalah fondasi untuk membangun masyarakat yang inklusif dan kedua negara yang dapat menjadi teladan bagi dunia.

Sebelumnya, Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty mengonfirmasi bahwa PM Narendra Modi akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 6–8 Juli 2026. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari lawatan Prabowo ke India beberapa waktu lalu, yang menandai komitmen untuk memperdalam hubungan bilateral. Main Agenda khususnya dalam mengangkat isu toleransi dan perdamaian akan menjadi isu yang sering dibahas dalam pertemuan tersebut, mengingat kedua negara memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang stabil dan damai.

Main Agenda ini juga diharapkan menjadi pintu untuk menjawab tantangan global, seperti radikalisme dan perbedaan budaya yang sering menjadi sumber konflik. Sudarnoto menambahkan bahwa MUI ingin memastikan bahwa Main Agenda pertemuan tersebut tidak hanya fokus pada kepentingan ekonomi dan politik, tetapi juga melibatkan diskusi tentang nilai-nilai spiritual dan sosial yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat. Dengan Main Agenda yang jelas, ia yakin Indonesia dan India dapat menjadi contoh dalam membangun kemitraan yang berbasis kepercayaan dan saling menghargai.

Kunjungan Modi ke Indonesia dianggap sebagai momen penting dalam menegaskan komitmen kedua negara terhadap Main Agenda perdamaian. Sudarnoto menyebutkan bahwa keberhasilan pertemuan ini akan bergantung pada upaya bersama dalam menghadapi isu-isu yang berpotensi memicu ketegangan, termasuk perbedaan pandangan politik dan agama. Dengan fokus pada Main Agenda yang utama, ia berharap bahwa hasil kerja sama ini akan berdampak luas pada kawasan Asia Tenggara dan lebih jauh lagi di tingkat global.

Main Agenda tentang toleransi dan perdamaian akan diperkuat oleh agenda-agenda khusus yang disiapkan oleh kedua pihak. Dalam beberapa pertemuan sebelumnya, MUI telah menyoroti pentingnya dialog antaragama sebagai alat untuk memperkuat rasa kebersamaan di tengah keragaman budaya dan agama. Ia berharap bahwa Main Agenda ini dapat menjadi acuan dalam setiap kebijakan luar negeri yang melibatkan Indonesia dan India. Dengan demikian, kemitraan yang dibangun bukan hanya sekadar hubungan dagang, tetapi juga hubungan yang melibatkan nilai-nilai kehidupan berdampingan secara harmonis.

Ikut berdiskusi