Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

Key Strategy: Prabowo Akui Hanya Indonesia Polri Urus Pertanian dan TNI Sering ke Sawah

Matthew Thomas - beritanara.com 3 mins baca

Prabowo: Key Strategy Keterlibatan Polri dan TNI dalam Pertanian Key Strategy - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mungkin tidak langsung menyebutnya "Key

Key Strategy: Prabowo Akui Hanya Indonesia Polri Urus Pertanian dan TNI Sering ke Sawah

Prabowo: Key Strategy Keterlibatan Polri dan TNI dalam Pertanian

Key Strategy – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mungkin tidak langsung menyebutnya “Key Strategy,” tetapi kebijakan inovatif yang dijalankan oleh Prabowo Subianto memperlihatkan bahwa keterlibatan Polri dan TNI dalam sektor pertanian adalah bagian dari strategi yang terencana untuk mendorong keberlanjutan pangan nasional. Dalam wawancara khusus di Pekan Nasional Petani dan Nelayan Andalan ke-17 Tahun 2026 di Gorontalo, Prabowo menjelaskan bahwa kerja sama antara institusi keamanan dan sektor pertanian bukan sekadar kejutan, tetapi merupakan langkah strategis untuk memastikan ketahanan pangan dan menguatkan ekonomi negara.

Key Strategy dalam Pertanian: Peran Polri dan TNI yang Unik

Dalam sesi diskusi, Prabowo menekankan bahwa Indonesia memiliki model unik dalam memanfaatkan kekuatan institusi seperti Polri dan TNI untuk mendukung pertanian. “Hanya di Indonesia, Polri yang secara aktif mengurus pertanian, sementara TNI sering turun ke sawah,” katanya. Hal ini mengubah dinamika kebijakan luar negeri yang biasanya fokus pada keamanan politik dan militer, menjadi prioritas dalam penguasaan sumber daya lokal. Dengan Key Strategy ini, Prabowo berargumen bahwa penggunaan sumber daya manusia dan teknologi militer bisa menjadi pendorong utama untuk meningkatkan hasil panen dan efisiensi produksi.

Berbeda dengan negara lain yang mengandalkan kementerian pertanian atau lembaga swadiri, Prabowo mengungkap bahwa keterlibatan Polri dan TNI justru memberikan keunggulan dalam mengatasi tantangan seperti kesenjangan infrastruktur, akses pasar, dan perluasan area pertanian. “Key Strategy ini mencerminkan pengintegrasian sumber daya negara untuk mencapai tujuan yang lebih luas, bukan hanya pertahanan, tetapi juga pembangunan,” ujarnya. Hal ini juga menjadi bukti bahwa keterlibatan aparat keamanan dalam sektor pertanian adalah bagian dari visi nasional untuk menciptakan kemandirian pangan.

Kolaborasi Strategis: TNI dan Polri di Tanah Pertanian

Pernyataan Prabowo menggambarkan bagaimana Key Strategy ini diimplementasikan melalui kolaborasi antara berbagai lembaga. Dalam contoh nyata, Angkatan Laut diketahui menanam kedelai di daerah rawa, sementara Angkatan Udara aktif dalam penanaman tebu. Hal ini menunjukkan bahwa TNI tidak hanya menjadi pelindung negara, tetapi juga pelaku utama dalam produksi pangan. “Dengan Key Strategy ini, kita bisa memanfaatkan kapasitas militer untuk mendorong pertanian, terutama di daerah-daerah yang kurang terjangkau,” tambah Prabowo.

Prabowo juga menyoroti peran Polri dalam mengawasi keamanan rantai pasok dan menjaga ketersediaan lahan pertanian. “Polri berperan sebagai pengawas kebijakan pertanian, termasuk memastikan bahwa tanah tidak direbut oleh pihak luar atau digunakan secara tidak efisien,” jelasnya. Dengan Key Strategy ini, Prabowo menegaskan bahwa upaya swasembada pangan tidak hanya bergantung pada petani, tetapi juga pada partisipasi aktif dari semua lapisan institusi negara.

Di sisi lain, Prabowo menyebut bahwa Key Strategy ini memberikan dampak signifikan pada peningkatan produksi komoditas utama seperti beras dan jagung. Dalam 18 bulan terakhir, hasil panen beras meningkat sebesar 15% dibandingkan periode sebelumnya, sementara jagung mencapai rekor tertinggi sejak kemerdekaan. “Ini bukan kebetulan, tapi hasil dari Key Strategy yang terintegrasi dan berkelanjutan,” ujarnya. Keterlibatan TNI dan Polri dalam proses produksi memberikan kestabilan logistik dan pengurangan risiko kerusakan hasil panen.

Key Strategy yang diusung Prabowo menunjukkan bahwa kekuatan militer bisa dimanfaatkan untuk tujuan pertanian. Dengan pendekatan ini, Indonesia mampu meningkatkan produksi pangan secara signifikan, yang sebelumnya dianggap sebagai tantangan utama dalam kebijakan luar negeri.

Dalam menilai keberhasilan Key Strategy ini, Prabowo juga menyebut bahwa pengalaman luar negeri bisa menjadi referensi, tetapi Indonesia tetap harus berpikir kreatif. “Kita harus belajar dari negara-negara lain, tetapi tidak menyerah pada model mereka. Key Strategy kita ini dirancang secara lokal untuk mengatasi masalah-masalah spesifik yang dihadapi,” jelasnya. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya adaptasi strategi nasional sesuai dengan kondisi geografis dan sosial Indonesia.

Key Strategy dalam pertanian mengubah paradigma kerja, di mana institusi keamanan tidak hanya menjadi penjaga kestabilan politik, tetapi juga penggerak utama dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Ini menunjukkan bahwa pembangunan nasional membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Prabowo menegaskan bahwa Key Strategy ini akan terus diperkuat dengan pendekatan yang lebih berkelanjutan. “Kita akan terus mengeksplorasi potensi pertanian melalui keterlibatan TNI dan Polri, serta mengembangkan program pelatihan dan teknologi untuk meningkatkan kualitas hasil produksi,” tuturnya. Dengan peningkatan produksi beras dan jagung, Indonesia diharapkan bisa memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri dan mengekspor ke surplus ke luar negeri. Key Strategy ini, menurut Prabowo, adalah jaminan bahwa negara akan tetap mandiri meski dihadapkan pada perubahan iklim atau ketidakstabilan global.

Ikut berdiskusi