Skip to content
Fresh Desk
Agustus 7, 2026
Nasional

Kepala BGN Sebut Orangtua Siswa di Jayapura Ikut Keracunan: Ada Anak yang Bawa Pulang MBG

Matthew Thomas - beritanara.com 3 mins baca

Kasus keracunan massal yang melanda program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jayapura, Papua, ternyata tidak hanya menimpa para siswa. Kepala Badan

Kepala BGN Sebut Orangtua Siswa di Jayapura Ikut Keracunan: Ada Anak yang Bawa Pulang MBG

Kepala BGN Sebut Orangtua Siswa Jayapura Ikut Keracunan MBG

Beritanara.com – Kasus keracunan massal yang melanda program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jayapura, Papua, ternyata tidak hanya menimpa para siswa. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, memberikan klarifikasi resmi mengenai kejadian yang juga menjangkiti para orang tua murid. Menurut keterangan dari Sudaryono, kondisi ini bermula ketika sebagian siswa membawa pulang porsi makan siang mereka ke rumah. Makanan tersebut kemudian dikonsumsi bersama anggota keluarga pada sore hari, sehingga memicu gejala keracunan pada orang dewasa.

Penyebab Keracunan pada Orang Tua Siswa

Sudaryono menjelaskan bahwa waktu ideal untuk mengonsumsi makanan MBG adalah sebelum pukul sebelas pagi. Hal ini bertujuan agar makanan tidak mengalami kerusakan atau menjadi basi. Ketika makanan dibawa pulang dan dikonsumsi pada pukul tiga hingga empat sore, kondisi makanan sudah mulai menurun kualitasnya.

Beberapa laporan yang kami terima dan masih kami validasi lagi adalah ada anak yang membawa pulang MBG-nya, ungkap Sudaryono di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2026).

Jadi dia harusnya kan disantap misalnya jam 11 itu harus dimakan, dia dibawa pulang dimakan jam 15.00 WIB jam 16.00 WIB, jadi sudah rusak, bebernya.

Kondisi tersebut menyebabkan tidak hanya anak-anak yang sakit, melainkan juga orang tua maupun saudara yang turut memakan sisa makanan tersebut. Sudaryono menegaskan bahwa hal ini menjadi catatan penting dan tidak boleh terulang di masa mendatang. Mantan Wakil Menteri Pertanian ini menekankan bahwa makanan MBG tidak boleh dikonsumsi lebih dari empat jam setelah proses memasak selesai. Ia juga menyebutkan pentingnya memperhatikan label best before pada kemasan makanan.

Kami ingin memastikan jadi semua pengiriman itu kapan matang sampai dengan dikonsumsi itu sesuai standar tidak boleh lebih dari 4 jam kalau enggak salah gitu, tegasnya.

Perkembangan Kasus dan Respons Kesehatan

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun, jumlah siswa yang mengalami keracunan di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, terus bertambah. Hingga Selasa malam (4/8), korban mencapai ratusan orang. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Anton Mote, menyampaikan bahwa antara pukul tujuh hingga delapan malam, pasien yang datang ke fasilitas kesehatan mencapai seratus hingga seratus lima puluh orang. Beberapa korban bahkan tidak singgah di PKM Depapre dan langsung menuju RSUD Yowari.

Korban-korban tersebut merupakan siswa dari berbagai sekolah dasar dan menengah pertama. Mereka kemudian dibawa ke beberapa rumah sakit terdekat, termasuk PKM Depapre, RSUD Yowari, RSUP Jayapura, serta RS Dian Harapan. Pemerintah daerah telah mengerahkan seluruh tenaga medis untuk menangani korban keracunan massal ini. Baca juga: Update terbaru kasus MBG di Papua

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Keracunan MBG Jayapura

Apa penyebab utama keracunan pada orang tua siswa di Jayapura? Keracunan terjadi karena siswa membawa pulang makanan MBG yang kemudian dikonsumsi sore hari setelah melewati batas waktu empat jam sejak dimasak.

Berapa jumlah total korban yang dilaporkan? Hingga Selasa malam (4/8), korban mencapai ratusan orang, dengan 100-150 pasien datang ke fasilitas kesehatan dalam satu malam.

Bagaimana cara mencegah keracunan serupa? Makanan MBG sebaiknya dikonsumsi sebelum pukul 11 pagi atau maksimal empat jam setelah proses memasak selesai.

Di mana korban dibawa untuk pengobatan? Korban dibawa ke PKM Depapre, RSUD Yowari, RSUP Jayapura, dan RS Dian Harapan.

Apakah ada regulasi baru dari BGN terkait kasus ini? Sudaryono menegaskan bahwa semua pengiriman makanan harus sesuai standar empat jam dari matang hingga dikonsumsi.

(saa/cmi)

Ikut berdiskusi