KAI Bongkar Puluhan Bangunan Liar di Jalur Pasar Senen – Ratusan Warga Direlokasi
KAI Bongkar Puluhan Bangunan Liar di Jalur Pasar Senen KAI Bongkar Puluhan Bangunan Liar di Jalur - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi Jakarta
KAI Bongkar Puluhan Bangunan Liar di Jalur Pasar Senen
KAI Bongkar Puluhan Bangunan Liar di Jalur – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi Jakarta (Daop 1 Jakarta) melaksanakan tindakan penertiban terhadap puluhan bangunan liar yang menghambat jalur rel kereta api di sekitar Stasiun Pasar Senen. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengamankan jalur perjalanan kereta api dan memulihkan fungsi ruang manfaat yang selama ini digunakan untuk aktivitas non-kereta api. Dalam operasi penertiban, KAI menyasar sejumlah bangunan yang dianggap ilegal, termasuk lapak dan bangunan permanen yang didirikan di area rawan kecelakaan.
Latar Belakang dan Tujuan Penertiban
Pasar Senen, yang merupakan salah satu pusat perdagangan utama di Jakarta, selama ini dianggap sebagai area yang rawan karena banyak bangunan liar didirikan di sepanjang jalur rel kereta api. Hal ini menyebabkan gangguan pada keselamatan operasional, terutama saat musim hujan yang membuat permukaan rel lebih licin dan rawan terjadi kecelakaan. Dalam pernyataannya, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa penertiban ini adalah bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga kualitas jalan rel serta mengoptimalkan ruang bagi kebutuhan publik.
“KAI Daop 1 Jakarta terus berupaya mengurangi ancaman kecelakaan dari bangunan liar yang ada di sekitar jalur kereta api. Penertiban ini bertujuan menciptakan ruang yang lebih aman, tidak hanya untuk perjalanan kereta api, tetapi juga bagi masyarakat sekitar,” tutur Franoto Wibowo pada hari Senin (28/6/2026).
Menurut Franoto, sebelumnya sudah ada beberapa laporan mengenai kecelakaan akibat bangunan liar di jalur Pasar Senen. Dalam beberapa tahun terakhir, terdapat kejadian kecelakaan yang melibatkan kendaraan bermotor dan pejalan kaki karena adanya bangunan yang didirikan sembarangan di area jalur rel. Dengan melakukan penertiban, KAI berharap dapat mengurangi risiko tersebut serta meningkatkan kenyamanan bagi penumpang dan warga sekitar.
Proses Penertiban dan Dampak Terhadap Masyarakat
Operasi penertiban KAI Daop 1 Jakarta dimulai pada hari Sabtu (27/6/2026), dengan target penindasan sebanyak 38 lapak dan 57 bangunan liar di jalur Pasar Senen hingga Pasar Gaplok. KAI bekerja sama dengan pemerintah setempat, Pemprov DKI Jakarta, serta organisasi masyarakat untuk memastikan proses penertiban berjalan lancar dan tidak menimbulkan ketegangan. Setelah pembongkaran selesai, tim KAI langsung melakukan pembersihan material bangunan untuk mempercepat kembali fungsi jalur rel.
Proses penertiban ini juga melibatkan komunikasi intensif dengan warga yang tinggal di sekitar area jalur. Beberapa dari mereka merasa keberatan karena rumah atau lapak mereka terkena dampak langsung dari operasi bongkar. Namun, Franoto menegaskan bahwa relokasi warga dilakukan secara bertahap dan dengan perencanaan yang matang. Sebanyak 183 individu dari 57 kepala keluarga yang terdampak telah dipindahkan ke Hunian Senen yang telah disiapkan pemerintah sebagai tempat sementara selama proses penertiban berlangsung.
Di samping itu, KAI juga memberikan bantuan berupa alokasi dana untuk membangun infrastruktur baru di sekitar area yang telah dibersihkan. Franoto menjelaskan bahwa penertiban bukan hanya sekadar menghilangkan bangunan liar, tetapi juga memastikan ruang untuk pengembangan fasilitas transportasi yang lebih modern dan layak. Proses ini menjadi contoh nyata upaya KAI untuk menjaga keberlanjutan operasional kereta api di Jakarta.
“Penataan jalur kereta api adalah prioritas KAI Daop 1 Jakarta. Kami berharap dengan tindakan ini, masyarakat bisa lebih aman dalam beraktivitas sekitar stasiun dan jalur rel,” tambah Franoto dalam wawancara eksklusif yang dilakukan pada hari Selasa (29/6/2026).
Sebagai bagian dari relokasi, KAI juga menyediakan layanan informasi terkait alur penempatan warga yang dipindahkan. Sejumlah titik pemeriksaan telah dibuat untuk memudahkan warga mengakses tempat tinggal baru. Franoto menjelaskan bahwa proyek ini melibatkan seluruh stakeholder, termasuk warga, agar hasilnya bisa lebih optimal. Selain itu, KAI juga berencana untuk melakukan sosialisasi lebih luas kepada masyarakat sekitar agar mereka memahami pentingnya ruang jalur rel yang aman.
