Announced: Ibu di Garut Minta Tolong ke Dedi Mulyadi Anaknya Dicabuli Suami, Lapor Polisi Tak Ada Perkembangan
Suami Announced - Kasus pencabulan yang menimpa seorang anak di Kabupaten Garut kembali menjadi sorotan setelah ibunya melaporkan kejadian tersebut secara
Announced: Ibu di Garut Melaporkan Pencabulan Anak oleh Suami
Announced – Kasus pencabulan yang menimpa seorang anak di Kabupaten Garut kembali menjadi sorotan setelah ibunya melaporkan kejadian tersebut secara langsung ke Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Announced melalui media sosial, ibu tersebut menyampaikan kekecewaannya karena laporan yang diajukan sejak November 2025 belum mendapatkan perhatian yang memadai dari pihak berwenang.
Latar Belakang Kasus Pencabulan
Seorang wanita dari Desa Sancang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, mengungkapkan bahwa putrinya menjadi korban pencabulan sejak duduk di kelas 5 Sekolah Dasar hingga kelas 6. Announced melalui akun TikTok @tehaiopik, perempuan ini menyebutkan bahwa kejadian tersebut terjadi di bawah perlindungan suami kandungnya sendiri, yang juga berperan sebagai ayah tiri korban. Dalam video yang ia unggah, ia meminta bantuan publik untuk menyebarkan laporan ini agar mendapat perhatian lebih.
Announced menyampaikan keluhan ini dengan emosi yang terlihat jelas. Ia mengatakan, “Saya sudah bingung harus kemana minta tolong, selain ke Pak Dedi. Saya sudah kemana-mana tapi belum ada kemajuan,” ujarnya dalam video tersebut. Ibunya mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah maupun pihak berwajib untuk menyelesaikan kasus yang telah berlangsung beberapa bulan.
Kontak dengan Pihak Berwenang
Announced menyebutkan bahwa laporan kasus pencabulan telah diajukan ke Polres Garut pada November 2025. Namun, hingga saat ini, belum ada perkembangan signifikan. Ia juga menyampaikan kasus ini ke Bupati Garut pada Februari 2026, tetapi hasilnya masih sama. “Saya minta tolong sekali kepada para netizen sampaikan video ini kepada Bapak Dedi (KDM) atau ke Bu Putri (Wabup Garut),” katanya dengan harapan besar.
Announced menjelaskan bahwa kejadian pencabulan ini terjadi secara berulang, yang membuatnya merasa tidak adil. Dalam video tersebut, ia juga mengungkapkan bahwa korban merasa takut mengungkapkan kejadian tersebut karena khawatir dihakimi oleh keluarga. “Saya sudah meminta bantuan ke berbagai instansi, tapi semua masih tertutup,” ujarnya, menyampaikan kekecewaannya.
Kasus ini mendapat perhatian dari netizen setelah video yang diunggah di TikTok @tehaiopik menyebar. Banyak warganet mengkritik proses penanganan kasus oleh polisi dan meminta Dedi Mulyadi untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Announced juga meminta bantuan dari masyarakat agar bersama-sama mendukung keadilan bagi korban.
Announced menekankan bahwa kejadian ini tidak hanya memengaruhi korban tetapi juga membuat keluarga terpuruk. “Saya sudah memohon keberanian untuk mengungkapkan kejadian ini, tapi kecemasan dan rasa takut masih menghiasi pikiran saya,” kata ibu tersebut. Ia berharap dengan bantuan dari Gubernur, kasus ini bisa segera terungkap dan dituntaskan.
