Gejolak Internal Perumda Tirta Bhagasasi Memanas, Manajemen Pastikan Tak Ganggu Operasional Perusahaan
Jakarta, tvOnenews.com – Situasi di lingkungan Perumda Tirta Bhagasasi kembali memanas setelah ribuan karyawan melakukan aksi demonstrasi pada Selasa
Gejolak Internal Perumda Tirta Bhagasasi: Manajemen Jamin Operasional Aman
Beritanara.com – Jakarta, tvOnenews.com – Situasi di lingkungan Perumda Tirta Bhagasasi kembali memanas setelah ribuan karyawan melakukan aksi demonstrasi pada Selasa (21/7/2026). Para pekerja yang tergabung dalam berbagai serikat kerja membentangkan spanduk berisi mosi tidak percaya terhadap Direktur Umum perusahaan. Aksi ini juga disertai dengan ultimatum yang menyatakan kesiapan untuk melakukan mogok kerja jika tuntutan mereka tidak segera ditanggapi oleh pihak manajemen maupun Kuasa Pemilik Modal (KPM).
Akar Masalah: Penghapusan Upah Lembur
Salah satu pemicu utama dari Gejolak Internal Perumda Tirta Bhagasasi kali ini adalah kebijakan penghapusan upah lembur yang diterapkan oleh manajemen. Kebijakan ini dinilai sangat merugikan para karyawan yang selama ini mengandalkan penghasilan tambahan tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dalam aksi yang berlangsung di halaman kantor perusahaan, para pekerja juga membubuhkan tanda tangan mereka pada spanduk sebagai bentuk solidaritas dan dukungan terhadap tuntutan yang disampaikan.
Mereka menuntut agar Direktur Umum, Daud, segera mengundurkan diri dari jabatannya. Ancaman mogok kerja juga disampaikan secara tegas oleh para pekerja. Mereka menyatakan bahwa aksi mogok akan dilakukan hingga ada keputusan resmi mengenai pemberhentian Daud dari posisinya sebagai Direktur Umum. Tuntutan ini bukan hanya soal upah lembur, tetapi juga menyangkut kepemimpinan dan cara manajemen perusahaan dijalankan.
“Ini baru awal, kalau (dirum) nggak lengser berarti bakal ada mogok kerja sampai nanti dia lengser. Ini harus jadi atensi bagi pimpinan, kami gak mau dipimpin orang yang gak bisa kerja dan mementingkan egonya,” ketus seorang pegawai perempuan dalam aksi.
Respons Plt Bupati Bekasi sebagai KPM
Menanggapi situasi yang semakin panas, Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, yang juga menjabat sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM), memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap persoalan yang terjadi. Evaluasi ini akan mengacu pada hasil kajian yang saat ini sedang disusun oleh Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Tirta Bhagasasi. Asep menilai bahwa kondisi internal perusahaan memang perlu menjadi perhatian serius mengingat munculnya indikasi masalah komunikasi dan kekompakan di jajaran manajemen.
“Nanti kita akan ada tim evaluasi, mereka ini di dalamnya internalnya mungkin jadi tidak kompak. Makanya pasti ada evaluasi dari saya,” kata Asep, Selasa (21/7/2026).
Sebagai KPM, Asep mengakui bahwa ia baru mengetahui secara detail mengenai mosi tidak percaya yang disampaikan para karyawan. Menurutnya, hal ini muncul tiba-tiba dan memerlukan kajian lebih lanjut. Namun, ia memastikan bahwa evaluasi akan dilakukan berdasarkan hasil kajian dari Dewas. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil bersifat prosedural dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Saya belum mengetahui secara detail persoalan yang terjadi, tiba-tiba muncul mosi seperti itu. Sebagai KPM, tentu saya akan melakukan evaluasi berdasarkan kajian dari Dewas,” ujarnya.
Asep juga menegaskan bahwa hasil kajian dari Dewas akan menjadi dasar bagi Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam menentukan langkah-langkah selanjutnya. Ia meminta agar kajian tersebut disampaikan kepadanya agar dapat dibaca langsung sebelum dilakukan evaluasi lebih lanjut. Pendekatan ini diyakini dapat memastikan bahwa proses penyelesaian masalah berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
“Yang penting menurut saya, Dewas buat kajian, kajiannya sampaikan ke saya untuk saya baca langsung ada evaluasi nanti biar kita prosedural,” jelasnya.
Operasional Perusahaan Tetap Berjalan
Meskipun terjadi Gejolak Internal Perumda Tirta Bhagasasi, manajemen perusahaan memastikan bahwa operasional layanan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Bekasi tetap berjalan lancar. Perumda Tirta Bhagasasi menyatakan bahwa mereka menghormati penyampaian aspirasi oleh para pegawai melalui surat pernyataan yang ditujukan kepada KPM. Perusahaan juga berkomitmen untuk menyelesaikan masalah secara internal sebelum mengambil langkah-langkah lebih lanjut.
Para pekerja juga menyatakan bahwa mereka tidak ingin mengganggu layanan kepada masyarakat. Mogok kerja hanya akan dilakukan jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi. Dengan demikian, Gejolak Internal Perumda Tirta Bhagasasi diharapkan dapat segera diselesaikan melalui jalur evaluasi dan kajian yang sedang berlangsung. Proses ini diharapkan dapat mengembalikan kekompakan dan kepercayaan antara manajemen, karyawan, dan KPM.
