Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Jabar

Berawal dari Jual Keripik di Sekolah, Konten Kreator Ini Hasilkan Pundi-pundi Rupiah Lewat Industri Digital Indonesia

Robert Hernandez - beritanara.com 2 mins baca

Berawal dari Jual Keripik di Sekolah , Tauseef Ahmad atau yang akrab disapa Mr Tauseef telah membuktikan bahwa kesuksesan tidak selalu datang dari latar

Berawal dari Jual Keripik di Sekolah, Konten Kreator Ini Hasilkan Pundi-pundi Rupiah Lewat Industri Digital Indonesia

Kreator Digital Sukses dari Pedagang Keripik Sekolah

Beritanara.com – Berawal dari Jual Keripik di Sekolah, Tauseef Ahmad atau yang akrab disapa Mr Tauseef telah membuktikan bahwa kesuksesan tidak selalu datang dari latar belakang yang istimewa. Lahir di Sukabumi pada 6 Juni 2002, pemuda ini berhasil mengubah keterbatasan menjadi peluang emas di industri digital Indonesia yang terus berkembang pesat.

Perjalanan Karir yang Menginspirasi

Sebelum menjadi salah satu kreator digital terkemuka di tanah air, Tauseef menjalani kehidupan yang jauh dari kata mudah. Pada tahun 2019, saat masih duduk di bangku sekolah, ia membagi waktunya untuk tiga aktivitas penting. Di pagi hari ia mengikuti kegiatan belajar di sekolah, pada jam istirahat ia berjualan keripik, dan di malam hari ia memproduksi konten video menggunakan telepon genggam dengan spesifikasi sederhana.

Awalnya, bisnis kecil-kecilan ini bukan untuk mencari keuntungan besar. Tauseef berjualan keripik terutama untuk memenuhi kebutuhan kuota internet agar bisa terus berkarya secara online. Dari sini, ia belajar bahwa setiap usaha kecil memiliki potensi besar jika dilakukan dengan konsisten dan penuh dedikasi.

Menemukan Passion di Dunia Gaming

Sebelum menemukan jalurnya, Tauseef sempat mencoba berbagai jenis konten. Namun, ia akhirnya memutuskan untuk fokus secara konsisten pada konten bertema permainan Free Fire. Dalam setiap videonya, ia membahas berbagai mekanik permainan serta memberikan informasi menarik seputar dunia game tersebut.

Menurutnya, pemilihan Free Fire bukan tanpa alasan. Game tersebut sedang mengalami perkembangan pesat di Indonesia dan memiliki komunitas yang sangat aktif. Hal ini membuka peluang besar bagi kreator untuk menghadirkan konten yang tidak hanya informatif, tetapi juga menghibur bagi para penontonnya.

Menghadapi Skeptisisme dan Tantangan

Di awal perjalanan, orang tuanya belum sepenuhnya yakin bahwa profesi sebagai kreator konten dapat menjadi pekerjaan yang menjanjikan. Alih-alih berdebat panjang lebar, Tauseef memilih menunjukkan keseriusannya melalui tindakan nyata.

Ia tetap menjalankan kewajiban sebagai pelajar dengan baik. Hasil dari berjualan keripik ia sisihkan untuk membeli kuota internet, sementara ia terus mengunggah video secara konsisten. Konsistensi inilah yang akhirnya membawanya memperoleh penghasilan pertama dari YouTube.

“Tantangan terbesar saat itu adalah menjaga energi dan fokus. Saya harus belajar di kelas, berjualan agar bisa membeli kuota internet, lalu malam hari membuat dan mengedit video,” kata Tauseef, Kamis (23/7/2026).

Motivasi yang Tak Pernah Padam

Saat menghadapi berbagai rintangan, motivasi terbesar yang ia pegang adalah keinginan untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Harapan untuk dapat membanggakan orang tua menjadi alasan utama yang membuatnya bertahan di tengah segala keterbatasan yang ada.

Momentum penting datang ketika pendapatan dari YouTube serta berbagai kerja sama dengan berbagai merek mulai stabil. Saat itulah ia menyadari bahwa industri kreator digital dapat menjadi profesi yang dijalankan secara profesional apabila ditekuni dengan disiplin dan konsistensi. Kini, Tauseef terus mengembangkan kariernya dan menjadi inspirasi bagi banyak anak muda Indonesia.

Ikut berdiskusi