Sepak Bola Italia Porak-poranda
Jakarta, tvOnenews — Sepak Bola Italia Porak poranda telah mencapai titik kritis yang belum pernah terjadi sebelumnya. Paolo Maldini dan Leonardo Araujo, dua
Sepak Bola Italia Porak poranda: Maldini dan Araujo Mundur dari FIGC
Beritanara.com – Jakarta, tvOnenews — Sepak Bola Italia Porak poranda telah mencapai titik kritis yang belum pernah terjadi sebelumnya. Paolo Maldini dan Leonardo Araujo, dua tokoh penting dalam Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), secara bersamaan memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisi mereka. Langkah dramatis ini terjadi hanya dalam kurun waktu dua minggu sejak Andrea Pirlo ditolak sebagai pelatih kepala tim nasional Italia. Krisis ini menandai salah satu momen paling kelam dalam sejarah sepak bola Italia modern.
Peran Baru yang Berakhir Sangat Cepat
Seperti dilaporkan oleh Sky Sport Italia, Maldini resmi ditunjuk sebagai direktur teknik FIGC pada tanggal 11 Juli 2026. Tugas utamanya sangat ambisius, yaitu membantu memulihkan kejayaan tim nasional setelah kegagalan berturut-turut untuk lolos ke Piala Dunia selama tiga kali. Salah satu misi pertamanya adalah menemukan pengganti Gennaro Gattuso, yang keberangkatannya meninggalkan kursi pelatih kepala kosong. Namun, keputusannya untuk mundur datang sangat cepat, hanya 16 hari setelah ia memangku jabatan. Ia tidak sendirian, karena Leonardo Araujo, mantan pemain internasional Brasil yang ditugaskan sebagai penasihatnya, juga ikut mengundurkan diri.
“Kedua figur ini membawa pengalaman dan kredibilitas yang luar biasa. Kehilangan mereka secara bersamaan adalah pukulan berat bagi FIGC,” ujar seorang sumber dekat federasi.
Akar Masalah: Kontroversi Pirlo dan Fonbet
Keputusan keduanya muncul tidak lama setelah Andrea Pirlo menyatakan dirinya bukan lagi kandidat terdepan untuk posisi pelatih kepala. Penolakan keras datang dari hubungannya dengan Fonbet, sebuah perusahaan judi asal Rusia. Dalam beberapa hari terakhir, prospek penunjukan Pirlo semakin memudar seiring dengan reaksi keras yang muncul dari kalangan sepak bola dan media Italia. Kehilangan Maldini dan Araujo secara bersamaan menciptakan krisis bagi Giovanni Malago, presiden FIGC yang baru saja dilantik. Kini, federasi tersebut kehilangan strategi yang jelas untuk tim nasional di saat yang dianggap sebagai titik terendah dalam hampir empat dekade terakhir.
Kandidat Baru untuk Posisi Kosong
Kekacauan ini terjadi setelah periode sulit bagi sepak bola Italia. Klub-klub Italia tersingkir dari kompetisi Eropa pada musim lalu, dan kegagalan ketiga berturut-turut untuk lolos ke Piala Dunia menambah beban federasi. Dengan Maldini dan Araujo yang sudah tidak lagi memimpin proses pencarian pelatih, nama-nama besar mulai disebut. Roberto Mancini, Antonio Conte, dan Thiago Motta kini dikaitkan dengan posisi juru taktik yang masih kosong. Ketiganya memiliki pengalaman di level tertinggi sepak bola Italia dan Eropa, meskipun belum ada pembicaraan konkret yang dikonfirmasi dengan FIGC.
Situasi ini semakin diperparah oleh ketidakpastian finansial dan tekanan dari para suporter yang menuntut perubahan nyata. FIGC menghadapi tantangan besar untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap sepak bola Italia. Tanpa kepemimpinan yang kuat, masa depan tim nasional terlihat suram. Para analis memperkirakan bahwa keputusan akhir mengenai pelatih baru akan segera diumumkan dalam beberapa minggu ke depan.
