Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Bola Dunia

Kronologi Ancaman Boikot dari UEFA Hingga AFC pada FIFA, Bermula dari Rencana Gianni Infantino Komersilkan Piala Dunia

Joseph Rodriguez - beritanara.com 2 mins baca

Gerakan penolakan terhadap inisiatif komersialisasi Piala Dunia oleh FIFA semakin solid. Presiden federasi sepak bola dunia, Gianni Infantino, menjadi pusat

Kronologi Ancaman Boikot dari UEFA Hingga AFC pada FIFA, Bermula dari Rencana Gianni Infantino Komersilkan Piala Dunia

UEFA dan AFC Ancam Boikot FIFA atas Skema Komersialisasi Piala Dunia

Beritanara.com – Gerakan penolakan terhadap inisiatif komersialisasi Piala Dunia oleh FIFA semakin solid. Presiden federasi sepak bola dunia, Gianni Infantino, menjadi pusat perhatian karena rencananya mengubah model bisnis turnamen terbesar di dunia tersebut. Berbagai konfederasi benua mulai menyuarakan kekhawatiran mereka secara terbuka.

Respons Ketat dari UEFA

Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) mengambil sikap tegas setelah menggelar pertemuan darurat. Federasi benua biru tersebut mengancam akan melakukan boikot terhadap FIFA jika proposal tidak ditinjau ulang. Menurut penilaian UEFA, langkah ini berpotensi mengubah lanskap sepak bola global secara fundamental.

Langkah tersebut disebut sebagai upaya menjual jiwa sepak bola.

Kekhawatiran UEFA bukan tanpa dasar. Mereka menilai skema baru ini dapat menggeser prioritas dari nilai-nilai olahraga murni menuju orientasi komersial yang berlebihan.

AFC dan Concacaf Juga Menentang

Gerakan penolakan tidak hanya datang dari Eropa. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan Concacaf turut menyampaikan keberatan mereka. Kedua organisasi ini mengungkapkan kekecewaan karena tidak dilibatkan dalam proses diskusi awal sebelum pengumuman proposal ke publik.

Mereka baru mengetahui rencana tersebut melalui pemberitaan media massa. Kondisi ini menambah ketegangan antara FIFA dengan konfederasi-konfederasi benua lainnya.

Detail Skema FIFA Forward Enterprise

Sesuai laporan dari The Hollywood, FIFA berencana mendirikan entitas baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE). Perusahaan ini akan memegang kendali penuh atas seluruh aset komersial Piala Dunia.

Ruang lingkup pengelolaan mencakup hak siar televisi, sponsor, penjualan tiket, hingga lisensi. Setelah dikelola, sebagian saham FFE akan ditawarkan kepada investor swasta. Valuasi yang diberikan FIFA terhadap FFE mencapai 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp360 triliun.

Dengan skema penjualan saham ini, badan sepak bola dunia menargetkan perolehan dana tambahan hingga 10 miliar dolar AS atau setara Rp180 triliun. Dana tersebut akan didistribusikan kepada asosiasi anggota FIFA.

Peran Thrive Capital dan Tantangan Persetujuan

Proses pencarian investor untuk proyek ini dipandu oleh Thrive Capital. Perusahaan investasi ini didirikan oleh Joshua Kushner, yang merupakan adik ipar mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Meskipun proposal telah dirumuskan, persetujuan dari 211 asosiasi anggota FIFA masih diperlukan melalui mekanisme pemungutan suara. Posisi FIFA saat ini terasa berat mengingat UEFA, AFC, dan Concacaf secara bersama-sama mewakili 143 dari total 211 anggota.

Penolakan dari ketiga konfederasi besar tersebut berpotensi menjadi hambatan signifikan bagi rencana Infantino. Namun, sinyal dukungan juga mulai muncul dari berbagai pihak.

Federasi Sepak Bola Republik Ceko dikabarkan mendukung inisiatif FIFA. Selain itu, Arab Saudi yang merupakan anggota AFC juga diyakini berada di sisi Infantino.

Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai mekanisme pengesahan. Proposal ini memerlukan persetujuan mayoritas sederhana atau mungkin memerlukan perubahan statuta FIFA yang menuntut dukungan minimal 75 persen suara anggota.

Ikut berdiskusi