Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Banten

Main Agenda: Keberlanjutan Harus Menjadi Mesin Pertumbuhan Bisnis, Bukan Sekadar Kewajiban Kepatuhan

Matthew Thomas - beritanara.com 3 mins baca

n Bisnis Main Agenda - Di tengah dinamika bisnis yang terus berubah, konsep keberlanjutan kini tidak lagi sekadar kewajiban kepatuhan, tetapi menjadi elemen

Main Agenda: Keberlanjutan Harus Menjadi Mesin Pertumbuhan Bisnis, Bukan Sekadar Kewajiban Kepatuhan

Main Agenda: Keberlanjutan Sebagai Mesin Pertumbuhan Bisnis

Main Agenda – Di tengah dinamika bisnis yang terus berubah, konsep keberlanjutan kini tidak lagi sekadar kewajiban kepatuhan, tetapi menjadi elemen utama dalam strategi pertumbuhan perusahaan. Dalam diskusi terkini di Asia-Pacific Sustainable Business Summit 2026 (Global Sustainability Development Congress), Febryanti Simon, Managing Partner SW Sustainability Center, menyoroti bahwa keberlanjutan harus diintegrasikan sebagai mesin pendorong pertumbuhan bisnis. Forum ini menghadirkan para pemimpin bisnis dan pakar keberlanjutan dari berbagai negara Asia Pasifik, menjelaskan bahwa pendekatan yang lebih proaktif diperlukan untuk mengubah keberlanjutan menjadi peluang ekonomi yang berkelanjutan.

Pentingnya Keberlanjutan dalam Strategi Bisnis

Febryanti Simon menekankan bahwa bisnis modern harus berorientasi pada keberlanjutan sebagai fondasi keberhasilan jangka panjang. “Pertanyaannya bukan lagi apakah keberlanjutan menciptakan nilai, tetapi apakah perusahaan mampu mengukur dan menunjukkan nilai tersebut kepada para pemangku kepentingan,” jelasnya. Fungsi keuangan, menurut Febryanti, berperan krusial dalam mengubah keberlanjutan dari sekadar tugas operasional menjadi bagian integral dari visi strategis. Dengan mengukur dampak lingkungan dan sosial secara kuantitatif, perusahaan bisa membangun kepercayaan investor dan meningkatkan daya saing di pasar global.

Kebanyakan perusahaan di Asia Pasifik masih menganggap keberlanjutan sebagai biaya tambahan (cost center), tetapi seiring berkembangnya kesadaran akan pentingnya tanggung jawab lingkungan, banyak bisnis mulai menilai keberlanjutan sebagai investasi jangka panjang. Febryanti menyebutkan bahwa inisiatif keberlanjutan yang berdampak pada pengurangan risiko, peningkatan efisiensi sumber daya, dan akses ke dana green financing bisa menjadi keuntungan strategis. Misalnya, penggunaan energi terbarukan atau pengurangan limbah tidak hanya mendukung lingkungan, tetapi juga mengurangi biaya operasional dan meningkatkan nilai perusahaan.

Di sesi diskusi dengan tema Embedding Sustainability into Business Performance, Febryanti Simon menegaskan bahwa keberlanjutan harus diukur secara objektif dan terintegrasi ke dalam kinerja bisnis. “Jika perusahaan hanya mengeluarkan anggaran untuk keberlanjutan tanpa menghubungkannya dengan keuntungan finansial, maka mereka belum memahami benar peluang yang ada,” tambahnya. Pemimpin bisnis yang sukses adalah mereka yang mampu mengaitkan keberlanjutan dengan keputusan investasi dan inovasi, sehingga membentuk siklus pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Pertanyaannya bukan lagi apakah keberlanjutan menciptakan nilai, tetapi apakah perusahaan mampu mengukur dan menunjukkan nilai tersebut kepada para pemangku kepentingan. Di sinilah peran fungsi keuangan menjadi sangat penting.”

Febryanti juga menyebutkan bahwa keberlanjutan yang diintegrasikan ke dalam operasional bisnis akan mengubah cara perusahaan mendekati pasar. “Perusahaan yang mampu mengekspresikan keberlanjutan melalui inovasi produk dan model bisnis baru akan mendapat keunggulan dalam memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin peduli lingkungan,” jelasnya. Hal ini membuktikan bahwa keberlanjutan bukan hanya tanggung jawab sosial, tetapi juga alat untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan. Dengan mengukur dampak keberlanjutan secara konsisten, bisnis bisa mengoptimalkan sumber daya, mengurangi biaya, dan meningkatkan nilai investasi.

Kehadiran diskusi keberlanjutan di Asia-Pacific Sustainable Business Summit 2026 menggarisbawahi pentingnya transformasi digital dalam mendorong keberlanjutan sebagai mesin pertumbuhan. Febryanti Simon menyoroti bahwa teknologi dan data menjadi kunci untuk memvisualisasikan dampak keberlanjutan secara real-time. “Dengan menggunakan big data dan analitik lingkungan, perusahaan bisa menyesuaikan strategi bisnis berdasarkan riset yang akurat, sehingga keberlanjutan bukan hanya konsep, tetapi bentuk nyata dari keuntungan ekonomi,” pungkasnya. Hal ini menunjukkan bahwa keberlanjutan harus menjadi bagian dari keputusan strategis, bukan sekadar kepatuhan sesaat.

Ikut berdiskusi