Main Agenda: Gubernur Bobby Nasution Instruksikan OPD Percepat Realisasi PHTC dan PSD Sumut
Agenda: Gubernur Bobby Nasution Dorong Percepatan Realisasi PHTC dan PSD Sumut Main Agenda menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan efisiensi dan
Main Agenda: Gubernur Bobby Nasution Dorong Percepatan Realisasi PHTC dan PSD Sumut
Main Agenda menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan efisiensi dan keberhasilan program pembangunan di Sumatera Utara. Gubernur Sumut Bobby Nasution secara tegas meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprov Sumut) mempercepat pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) serta Program Strategis Daerah (PSD). Instruksi ini disampaikan usai ia memimpin rapat evaluasi dan monitoring, yang digelar di Kantor Gubernur Sumut pada Senin (22/6/2026). Dalam rapat tersebut, Bobby menekankan pentingnya sinkronisasi dan kolaborasi antar OPD untuk memastikan program-program tersebut dapat berjalan secara optimal.
Penguatan Kolaborasi OPD untuk Kinerja Terbaik
Koordinasi yang efektif antar OPD menjadi kunci sukses dalam mencapai target Main Agenda ini. Bobby Nasution menyampaikan bahwa hasil rapat harus diimplementasikan secara nyata, bukan hanya sekadar dokumen formal. “Hasil rapat yang telah kita laksanakan harus menjadi dasar untuk progres nyata di lapangan,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa beberapa program memiliki ketergantungan lintas sektor, sehingga perlu adanya kerja sama yang terpadu. Contohnya, pembangunan infrastruktur yang berdampak pada sektor pertanian, atau program kesehatan yang dipengaruhi oleh kebijakan sosial.
Menurut data Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setdaprov Sumut, hingga 1 April 2026, sistem informasi rencana umum pengadaan (SIRUP) telah mencapai 100 persen penginputan. Total RUP yang terdaftar mencapai Rp5,7 triliun, sementara nilai belanja pengadaan mencapai Rp5,3 triliun. Bobby menilai capaian ini sebagai indikator awal keberhasilan Main Agenda dalam mengoptimalkan penggunaan anggaran. Namun, ia mengingatkan bahwa peningkatan kinerja harus terus diperjuangkan hingga akhir tahun.
Program Unggulan dan Kebutuhan Masyarakat
Salah satu Main Agenda utama adalah peningkatan program-program yang berdampak langsung pada kebutuhan masyarakat. PHTC dan PSD Sumut dirancang untuk memberikan solusi cepat dan berkelanjutan di berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan pangan. Gubernur menyoroti beberapa inisiatif prioritas dalam PHTC, termasuk PUBG (Program Unggulan Bersekolah Gratis), Probis (Program Berobat Gratis), Jaskop (Jaminan Kestabilan Harga Komoditas Pangan), serta Cerdas (Cepat, Responsif, Handal, dan Solutif). Dengan keberhasilan program-program ini, Bobby yakin bahwa Main Agenda akan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Bobby Nasution juga menekankan bahwa evaluasi terhadap pelaksanaan PHTC dan PSD harus dilakukan secara berkala. “Kita perlu mengecek kembali apakah setiap program sesuai dengan tujuan dan kebutuhan masyarakat,” katanya. Ia meminta OPD untuk melakukan analisis lebih mendalam terhadap kegiatan yang telah dijalankan agar dapat memberikan manfaat maksimal. Pemprov Sumut, lanjut Bobby, akan terus memantau progres dan memberikan dukungan teknis jika diperlukan. Main Agenda ini, menurutnya, adalah jembatan antara rencana dan realisasi.
Optimalkan Waktu dan Kualitas Hasil
Dalam menghadapi sisa waktu tahun 2026, Bobby Nasution menyarankan OPD untuk memanfaatkan peluang secara bijak. “Waktu yang tersisa harus dimanfaatkan tanpa mengorbankan kualitas pekerjaan,” katanya. Ia menekankan bahwa kecepatan dalam penyelesaian program tidak boleh mengganggu kualitas hasil yang diharapkan. Dengan demikian, setiap OPD diwajibkan untuk merencanakan langkah-langkah strategis agar semua target Main Agenda dapat tercapai tepat waktu.
Program Strategis Daerah (PSD) Sumut, di sisi lain, dirancang untuk memberikan arah kebijakan jangka panjang yang selaras dengan visi provinsi. Beberapa program seperti Instansi (Infrastruktur Strategis Terintegrasi) dan Prestice (Perlindungan Rakyat Melalui Restorative Justice) dianggap sangat krusial untuk mencapai pembangunan berkelanjutan. Bobby menyatakan bahwa Main Agenda ini adalah salah satu langkah penting dalam memastikan bahwa setiap program tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa pengawasan harus terus dilakukan agar tidak ada penundaan atau kesalahan arah dalam pelaksanaan.
Manfaatkan Teknologi untuk Transparansi dan Efisiensi
Transparansi dan efisiensi dalam pengadaan barang dan jasa juga menjadi bagian dari Main Agenda. Bobby mengungkapkan bahwa SIRUP akan berperan penting dalam memastikan setiap proses pengadaan berjalan secara akuntabel. Dengan sistem ini, OPD dapat mengakses data terkini dan memantau progres program secara real-time. “Teknologi harus dimanfaatkan sebagai alat untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” katanya. Ia menambahkan bahwa Main Agenda ini bukan hanya tentang kecepatan, tetapi juga tentang kualitas dan transparansi dalam setiap tahap pelaksanaan.
Kelengkapan data dan pelaporan menjadi syarat utama dalam memastikan Main Agenda berjalan efektif. Bobby meminta seluruh OPD memperhatikan keterlibatan masyarakat dalam setiap program. “Masyarakat harus merasakan manfaat dari setiap kegiatan yang dijalankan,” tuturnya. Ia juga menyoroti pentingnya penguatan SDM dan kapasitas OPD agar bisa menjalankan program-program tersebut secara optimal. Dengan Main Agenda ini, Pemprov Sumut berharap dapat mencapai peningkatan kinerja yang signifikan di tahun 2026 dan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
