Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

New Policy: Patung Jenderal Sudirman Tidak Dipindah, Pramono: Jadi Ikon Tengah Jembatan Donat Dukuh Atas

Charles Williams - beritanara.com 2 mins baca

Patung Jenderal Sudirman Tetap Berada di Dukuh Atas New Policy - Sebuah new policy baru-baru ini menggegerkan publik terkait rencana pemindahan Patung

New Policy: Patung Jenderal Sudirman Tidak Dipindah, Pramono: Jadi Ikon Tengah Jembatan Donat Dukuh Atas

New Policy: Patung Jenderal Sudirman Tetap Berada di Dukuh Atas

New Policy – Sebuah new policy baru-baru ini menggegerkan publik terkait rencana pemindahan Patung Jenderal Sudirman di kawasan Dukuh Atas, Jakarta. Namun, keputusan ini akhirnya diubah setelah evaluasi menyeluruh oleh tim terkait. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengumumkan bahwa patung sejarah tersebut tidak akan dipindah meskipun ada proyek pembangunan pedestrian deck atau jembatan donat di lokasi yang sama.

Policy ini diterapkan sebagai bagian dari strategi pengembangan kawasan Dukuh Atas yang lebih terpadu. Pramono menjelaskan bahwa desain jembatan donat yang baru diusulkan memungkinkan patung tetap berdiri di tengah jembatan tanpa mengurangi nilai estetika atau fungsionalitas infrastruktur. “Kita tidak ingin mengorbankan simbol sejarah untuk kepentingan konstruksi semata,” kata Pramono saat acara peluncuran proyek pada 21 Juni 2026.

Pertimbangan Desain dan Fasilitas Publik

Pembuatan pedestrian deck dirancang agar pengunjung dapat menikmati panorama Patung Jenderal Sudirman dari atas. Hal ini sejalan dengan new policy yang menekankan pentingnya mengintegrasikan aset budaya dalam perencanaan kota. Menurut Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat, anjungan khusus akan dibangun di sepanjang jembatan donat untuk memperkuat pengalaman wisatawan.

“Patung ini menjadi bagian tak terpisahkan dari konsep tata kota kita. Dengan new policy ini, kita memastikan bahwa ikon nasional tetap bisa diakses oleh semua kalangan,” ujar Tuhiyat. Ia menambahkan bahwa desain telah mempertimbangkan kebutuhan aksesibilitas, termasuk ramp dan area penonton yang nyaman.

Pembuatan jembatan donat yang menghubungkan Jalan Kramat Raya dan Jalan Dukuh Atas membutuhkan perencanaan rinci. New policy ini bertujuan untuk menjaga keharmonisan antara infrastruktur modern dan warisan budaya. Menurut Pramono, keputusan mempertahankan patung bukan hanya untuk menghindari polemik, tapi juga untuk memperkaya kawasan dengan simbol perjuangan nasional.

Harga Dirikan dan Keberlanjutan Budaya

Patung Jenderal Sudirman, yang dibangun pada tahun 1961, telah menjadi icon lokal sejak lama. Dengan new policy ini, patung tidak hanya dijaga dari ancaman pemindahan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai titik fokus wisata budaya. Pramono menyebut bahwa patung akan terus menjadi bagian dari proyek pembangunan, sekaligus menjembatani generasi masa kini dan masa depan.

“Patung ini adalah pengingat akan perjuangan para pahlawan. Dengan new policy ini, kita memastikan bahwa nilai-nilai sejarah tidak hilang meskipun kawasan berubah,” tambah Pramono. Ia juga menekankan bahwa proyek jembatan donat akan diakhiri pada tahun 2027, dengan patung tetap berdiri di tengah jembatan sebagai simbol keberlanjutan budaya.

Masyarakat Dukuh Atas menyambut baik keputusan new policy ini. Banyak warga mengatakan bahwa patung menjadi bagian dari identitas kota yang tak tergantikan. “Patung Sudirman adalah penanda bahwa kita menghargai sejarah, bukan hanya menyediakan fasilitas modern,” komentar seorang warga setempat. Selain itu, para arsitek mengapresiasi desain yang menggabungkan elemen budaya dengan fungsi transportasi.

Ikut berdiskusi